Para pekerja di Foxconn Technology Group, Shenzhen City, Tiongkok, pabrik yang memproduksi produk-produk Apple, dikabarkan telah mencuri lebih dari 200.000 konektor Lightning headphone bersertifikat senilai jutaan yuan, menurut situs berita teknologi Tiongkok, Chongdiantou.com.

Chongdiantou.com melaporkan melalui posting 9 Agustus di Sina Weibo, platform media sosial yang mirip dengan Twitter, bahwa orang dalam yang bekerja di rantai pasokan aksesori Apple mengatakan ada beberapa pekerja di pabrik tersebut telah mencuri Lightning MFi Apple C100 dan C101 (dibuat untuk iPhone, iPod, iPad) konektor untuk headphone. Foxconn kehilangan satu palet (kotak) penuh pengiriman barang, yang jumlahnya sekitar 200.000. Beberapa pekerja Foxconn dilaporkan telah ditangkap sehubungan dengan pencurian tersebut.

Setiap konektor dijual seharga sekitar 40 hingga 45 yuan ($5,85 hingga $6,58), jadi total nilai diperkirakan 8 juta hingga 9 juta yuan ($1,2 hingga $1,3 juta).

Hilangnya barang-barang tersebut menyebabkan kehebohan di pasar Tiongkok.

Sementara itu, kinerja Foxconn di pasar saham telah goyah sejak terdaftar di Bursa Efek Shanghai pada 8 Juni. Investor mengatakan kepada surat kabar Hong Kong, South China Morning Post, pada bulan Juli bahwa mereka tidak optimis tentang kemampuan perusahaan tersebut untuk mengubah diri menjadi pusat perusahaan yang cerdas dari perannya sebagai perakit yang sudah lama berdiri.

Pada penutupan pasar saham A pada 8 Agustus, Foxconn Industrial Internet turun 3,47 persen, ditutup pada 15,01 yuan ($2,19) per saham. Nilai total pasarnya, sementara itu, turun menjadi 295,6 miliar yuan ($43,22 miliar) pada 8 Agustus, dari nilai puncaknya di 519,3 miliar ($75,93 miliar), mewakili kerugian sekitar 223,7 miliar yuan ($32,71 miliar) dalam nilainya.

Foxconn, yang juga bernama Hon Hai Precision Industry Co., adalah perusahaan manufaktur kontrak elektronik multinasional, yang berkantor pusat di Taipei, Taiwan. Ia membuka pabrik manufaktur pertamanya di Tiongkok di kota Shenzhen selatan pada tahun 1988. (ran)

Share

Video Popular