Seiring dengan Amerika Serikat dan Eropa bergandengan tangan untuk mempromosikan perdagangan bebas, tekanan yang dihadapi ekonomi Tiongkok semakin membesar, dan nilai mata uang Renminbi terus tertekan hingga mencapai di bawah angka 7. Dalam situasi seperti ini banyak warga Tiongkok mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan uang di tangan mereka ke luar negeri demi mempertahankan nilai. Lorong-lorong ‘Semut memindahkan sarang’,  Bank bawah tanah / ilegal dan 10 lainnya mereka gunakan untuk membawa keluar Renminbi dari wilayah Tiongkok.

oleh He Jian -EpochWeekly

Sejak Presiden Trump memberlakukan tarif tinggi bagi barang-barang impor dari Tiongkok, nilai tukar Renminbi (RMB) terhadap dolar AS terus menurun. Warga Tiongkok yang mengetahui uang di tangannya semakin tidak bernilai di negaranya berusaha mencari jalan untuk mempertahankannya melalui disimpan di negeri orang.

Akibat sistem kontrol valas di negeri tembok raksasa itu ketat : Setiap warga setiap tahunnya hanya diijinkan untuk menukar uang valas tidak melebihi 50 ribu dolar AS. Sehingga baik warga sipil biasa atau konglomerat Tiongkok, mereka harus memeras otak agar uang mereka yang akan dialihkan ke luar negeri terbebas dari ketentuan tersebut. Entah memilih dibawa sendiri untuk dipakai belanja di luar negeri daripada susut nilainya, atau memilih cara transfer.

Pada 24 Juli 2018, Lembaga Administrasi Negara Pertukaran Mata Uang Asing (SAFE) Tiongkok menyebutkan bahwa, untuk menjaga ketertiban pasar valas yang sehat, pihaknya terus melaksanakan inspeksi khusus terhadap perbankan, lembaga pembayaran pihak ketiga, agen-agen bisnis dan perdagangan … untuk menindak segala macam pelanggaran terhadap peraturan devisa.

Jika demikian ! Bagaimana warga dapat menemukan lorong untuk melarikan kekayaan mereka keluar Tiongkok ?

1. ‘Semut memindahkan sarang’

Menemukan 10 kerabat atau teman yang masing-masing dimodali untuk menukarkan RMB dengan USD. 50.000,- Cara mirip semut memindahkan sarangnya ini adalah salah satu lorong yang mereka tempuh. (AFP)

Banyak warga Tiongkok berusaha untuk mengirim anggota keluarga untuk studi di Barat demi masa depan mereka.

Sebagai contoh, sebuah keluarga di Tiongkok yang bermaksud untuk mengirim putra atau putrinya ke AS untuk mengikuti sekolah tingkat menengah, dan ibu juga akan berada di negeri Paman Sam untuk menemaninya. Dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup sekaligus untuk mempertahankan nilai kekayaan mereka yang ‘berbau’ RMB, maka mereka berencana untuk membeli rumah besar di AS yang harganya USD. 500.000,- . Bagaimana keluarga dapat membawa keluar uang itu dari Tiongkok ? Uang itu tidak dibawa tetapi ditransfer lewat lorong ‘Semut memindahkan sarang’.

Namun pada akhir tahun 2016, Lembaga SAFE Tiongkok mengeluarkan peraturan baru untuk menutup lorong ‘semut’ dan pelakunya diancam dengan hukuman masuk daftar hitam dan pencabutan kuota pertukaran valasnya selama 2 tahun (kuota 1 tahun USD. 50.000,-).

Menurut peraturan SAFE, transaksi berikut sudah termasuk pelanggaran :

Transaksi pengiriman valas yang dilakukan oleh lebih dari 5 orang yang berbeda meskipun pada hari yang sama atau berbeda yang ditujukan kepada alamat penerima yang sama di luar negeri.

Perorangan yang menarik dana simpanannya di Bank sejumlah valas bernilai mendekati USD. 10.000,- di atas 5 kali dalam 7 hari.

Perorangan sama yang mentransfer simpanan dana dalam rekening tabungan valasnya kepada lebih dari 5 orang anggota keluarga langsung didefinisikan sebagai pemecahan dan dianggap sebagai penjualan valuta asing secara individual.

2. Bank bawah tanah / ilegal

Di daerah yang ekonominya berkembang, Bank ilegal tubuh subur. Karena transaksinya yang cepat, banyak warga Tiongkok di rantau suka menggunakan jasa mereka untuk mentransfer dana.

Berikut modus operasinya : Pelanggan mentransfer dana ke rekening milik Bank bawah tanah di salah satu Bank (resmi) Tiongkok yang ditunjuk setelah rate mata uang negara yang dituju (rekening Bank pelanggan di luar negeri) berikut komisi (berkisar 0.8 – 1.5 %) telah disepakati bersama. Pada umumnya Bank bawah tanah dalam waktu relatif singkat sudah dapat menyelesaikan transaksi yang dimaksud.

Satu-satunya masalah yang dihadapi pelanggan adalah risiko.

Risiko Bank bawah tanah bawa kabur dana atau transaksi tertangkap oleh pihak berwenang PKT. Namun, transaksi biasanya juga dilakukan melalui saluran yang sudah memiliki kredibilitas, sudah memiliki saling kepercayaan, sehingga tetap menjadi lorong transfer dana ke luar negeri yang diandalkan masyarakat Tiongkok meskipun pihak berwenang terus berusaha menangkapnya.

3. Memanfaatkan Kartu Debit/Kredit

Meskipun menggunakan Kartu Kredit di luar negeri tidak dilarang tetapi otoritas pengontrol devisa PKT dapat memonitor transaksi yang melebihi batas nilai setara RMB. 1.000,-. Gambar menunjukkan China Unionpay di depan sebuah Stan barang bebas bea dalam Bandara internasional Kuala Lumpur. (Epoch Times)

China Unionpay banyak digunakan oleh para mahasiswa asal Tiongkok di luar negeri. Kartu kredit memang relatif fleksibel dan cara paling mudah untuk menghindari kontrol devisa PKT.
Secara teori, pribadi pemegang kartu tambahan dari sebuah Kartu Kredit/Debit dari suatu Bank Tiongkok dapat menarik uang di luar negeri maksimal senilai tidak melebihi dana setara RMB. 100.000,- . Dengan batasan penarikan tunai uang asing per kartu per hari adalah tidak melebihi dana setara RMB. 10.000,-

Pemiliki kartu kredit/debit dapat menggunakan maksimal sejumlah limit yang telah ditetapkan saat penerbitan kartu ditambah dengan jumlah dana yang didepositokan pemiliki kartu. Misalnya, kartu kredit itu memiliki limit penarikan tunai sejumlah RMB. 100.000,- setiap bulannya, jika seorang pemilik kartu kredit/debit tersebut sebelumnya telah mendepositokan dana sebesar RMB. 400.000,- , maka ia dapat membelanjakan kartu kredit/debit setara RMB. 500.000,- di luar negeri.

Selain itu, dengan menggesek kartu di luar negeri terasa lebih praktis, tidak perlu bergesekan dengan batasan USD. 50.000,- yang diatur oleh pemerintah.

Lalu bagaimana dengan pembatasannya ? Perbedaannya adalah pemegang kartu hanya dapat menggunakan kartu untuk belanja biasa, karena warga Tiongkok diawasi secara waktu nyata. peraturan otoritas pengawas PKT menetapkan bahwa, sejak 1 September 2017, penarikan uang tunai di luar negeri oleh pemegang kartu tidak melebihi dana setara RMB. 1.000,-. Yang lebih wajib melaporkannya lewat Bank yang akan melepas uang.

Dengan kata lain, otoritas pengawas jasa keuangan Tiongkok akan langsung tahu ketika warga Tiongkok menggunakan kartu kredit di luar negeri. Selama transaksi masih di bawah nilai RMB. 1.000,- tidak bermasalah, jika penarikan atau jumlah penggunaannya terlalu besar, itu akan menjadi prihatin otoritas.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds