Putriku tercinta, saat kau melihatku semakin tua, kuminta kau untuk bersabar, tetapi yang terpenting, cobalah untuk memahami apa yang kualami.

Saat kita berbicara, ku ulangi kata yang sama, jangan kau menyela untuk berkata: “Ibu mengatakan hal yang sama satu menit yang lalu.” Tolong dengarkanku.

Coba ingatlah saat kau masih kecil dan kubacakan kisah yang sama setiap malam sampai kau tertidur.

Ketika aku terlihat bodoh saat menghadapi teknologi baru, beri aku waktu untuk belajar dan jangan menatapku seperti itu.

Ilustrasi. Kredit: blogspot

Ingatlah, sayangku, aku dengan sabar mengajarimu cara melakukan banyak hal seperti makan dengan benar, berpakaian, menyisir rambut, dan menangani masalah kehidupan setiap hari.

Saat kau melihatku semakin tua, kuminta kau untuk bersabar, tetapi yang terpenting, cobalah untuk memahami apa yang kualami.

Jika kadang kulupa apa yang sedang kita bicarakan, beri aku waktu untuk mengingat, dan jika ku tak sanggup mengingat, janganlah kau gugup, tidak sabar, atau arogan.

Camkan dalam hatimu bahwa hal terpenting bagiku adalah bersamamu.

Dan saat kakiku yang tua dan lelah ini tak bisa bergerak secepat dulu, berikan tanganmu padaku seperti aku membimbingmu saat kau pertama kali berjalan.

Menjelang hari tuaku, jangan kau merasa sedih karena bersamaku, dan pahami aku dengan cintamu selama sisa hidupku.

Aku akan menghargai dan berterima kasih atas waktu dan kebahagian yang kita bagi bersama. Dengan senyuman dan cinta yang berlimpah yang selalu kuberikan untukmu, aku hanya ingin mengatakan,

AKU MENCINTAIMU, PUTRIKU TERSAYANG (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: DUNIA IBU PARENTING

Video Popular