- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Alokasikan Waktumu untuk Ibumu, Jangan Sampai Menyesal

Erabaru.net. Saat aku pergi kuliah, ibuku selalu meneleponku menanyakan kabarku.

Semakin sering ia menelepon, semakin aku menjadi tidak sabar.

Aku mulai merasa sangat menyebalkan ketika berbicara dengannya.

Lalu, aku tidak mengangkat dering teleponnya karena topik pembicaraannya selalu sama dan diulang-ulang.

Aku lebih perhatian dengan teman-temanku.

Lagipula, alasanku kuliah adalah untuk pergi jauh dari rumah dan orang tuaku.

Aku bebas merdeka melakukan segala yang kuinginkan.

Liburan musim dingin tiba, aku pulang ke rumah seperti teman-temanku.

Saat tiba di rumah pada malam hari, aku terkejut tiada seorang pun di rumah.

Aku menelepon ayah untuk mencari tahu di mana mereka berada. Ayah memberitahuku bahwa ia berada di rumah sakit bersama ibuku.

Bergegas aku menumpang taksi menuju rumah sakit.

Saat aku tiba, ku lihat ibuku terbaring di ranjang. Ia sangat kurus dan botak.

Ayahku menjelaskan bahwa ibuku didiagnosis kanker sebulan setelah aku berangkat kuliah.

Tapi ibuku tidak berencana memberitahuku karena ia tidak ingin membuatku merasa khawatir.

Ibuku ingin aku konsentrasi belajar dan tidak terganggu oleh penyakitnya.

Ibuku menyuruh ayahku berjanji padanya untuk tidak memberitahukanku.

Aku mulai menangis dan merasa sebagai putri paling durhaka di dunia.

Ibuku selalu meneleponku untuk menanyakan bila aku butuh sesuatu, namun aku melihat itu sebagai hal yang menyebalkan dan menolak mengangkat dering teleponnya.

Aku menyadari betapa bersalahnya aku dan betapa pentingnya keluarga bagiku.

Keesokan paginya, aku meminta maaf pada ibuku karena telah menjadi putri yang durhaka,

Ibu menggenggam tanganku dan berkata bahwa ia mencintaiku dan senang melihatku pulang ke rumah.

Aku memberitahunya bahwa aku ingin mengambil cuti kuliah supaya dapat menemaninya, namun ia menolak.

Ibuku berkata bahwa aku harus tekun belajar dan baginya sudah cukup bila dapat mendengar suaraku.

Liburan musim dingin telah berlalu, aku kembali kuliah. Dan aku berbicara dengan ibuku melalui telepon setiap hari.

Aku memberitahunya supaya jangan mengkhawatirkanku dan memberinya semangat untuk melawan kankernya.

Beberapa bulan kemudian, kesehatan ibuku semakin pulih.

Untuk orang yang terlalu sibuk sehingga mengabaikan orang tuanya, ingatlah orang tua tidak hidup untuk selamanya.

Habiskan waktu semampumu bersama dengan orangtuamu sebelum terlambat. (vv/an)

Video Rekomendasi: