Erabaru.net. Seorang pria diterima bekerja di daerah lain.

Ia memutuskan untuk menitipkan ibunya di panti jompo di kampung halamannya.

Beberapa bulan pertama, ia mengunjungi ibunya setiap minggu.

Namun, ia semakin sibuk.

Bahkan ia bekerja pada hari Sabtu guna mendapat gaji lebih banyak di akhir bulan.

Perjalanan yang panjang ke kampung halamannya setiap minggu mulai terasa bagai beban baginya.

Ia tidak mengunjungi ibunya untuk waktu yang sangat lama…

Suatu hari ia menerima telepon dari panti jompo.

“Mohon datang berkunjung!” kata perawat dengan nada yang sangat serius kepadanya.

Saat tiba di panti jompo, ia melihat ibunya dalam kondisi yang sangat kritis.

Penyakit ibunya semakin parah saat ia sibuk mencari uang.

Ia duduk di sisi ranjang ibunya, menggenggam tangan ibunya dan berkata, “Ibu, tolong katakan apa yang dapat kuperbuat untukmu?”

Hatinya sangat sedih dan penuh sesal. Ia tahu ibunya tidak mampu bertahan hidup hingga esok hari.

“Putraku, dapatkah kau memasang kipas angin di rumah jompo? Tidak ada kipas angin di sini,” kata sang ibu.

“Juga menaruh makanan yang lebih bermutu dalam sebuah lemari pendingin. Seringkali aku pergi tidur tanpa makan.”

Ia sungguh sangat terkejut dengan ucapan ibunya.

“Ibu, saat kau berada di sini kau tidak pernah mengeluhkan hal itu.”

“Kini di saat-saat terakhir, mengapa kau katakan itu semua padaku?” ia bertanya.

Sang ibu tersenyum lembut padanya dan berkata, “Sayangku, aku tidak masalah dengan panas, lapar dan nyeri.”

“Tetapi saat kau tua nanti dan anak-anakmu menitipkanmu di sini, aku khawatir kau tidak mampu bertahan.”

Ia menangis, membungkukkan badan untuk memeluk ibunya dan meminta maaf pada ibunya.

Ibu adalah orang yang akan selalu mencintaimu tanpa pamrih hingga ajal menjemputnya. (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds