Seattle – Perusahaan luar angkasa milik miliarder pendiri Microsoft, Paul Allen mengumumkan rincian roket pengangkat sedang dan pesawat kargo antariksa yang dapat digunakan kembali, pada 20 Agustus 2018. Dua kendaraan itu sedang dikembangkan, dan lebih menyemarakkan kompetisi pada pasar layanan peluncuran satelit yang masih sangat menguntungkan.

Dengan roket-roketnya, Allen’s Stratolaunch Systems Corp berusaha untuk mendapatkan lebih banyak pesanan pada tahun-tahun mendatang untuk pesawat-pesawat luar angkasa yang dapat menempatkan satelit ke orbit Bumi. Tetapi kendaraan antariksa mereka itu harus bersaing secara domestik dengan pengusaha luar angkasa dan ‘stalwarts’ industri lainnya seperti SpaceX dari Elon Musk dan kemitraan antara Boeing dan Lockheed Martin, United Launch Alliance.

Stratolaunch yang berbasis di Seattle, didirikan oleh Allen pada tahun 2011. Mereka mengatakan dalam rilis bahwa kendaraan peluncurannya akan membuat penyebaran satelit semudah memesan penerbangan pesawat penumpang komersial.

Namun, peluncuran roket pertama tidak dijadwalkan sampai 2020. Pesawat kargo luar angkasa besar yang sedang dibangun untuk menyebarkan roket juga masih dalam pengujian pra-penerbangan.

Alih-alih meledak dan meluncur dari landasan, roket Stratolaunch justru jatuh dari ketinggian. Jatuh dari bawah pesawat enam-mesin, yang pertamakali dibangun dengan menggunakan sayap.

Metode peluncuran itu mirip dengan metode yang dikembangkan oleh Virgin Galactic milik miliarder Richard Branson.

Pesawat Stratolaunch dirancang untuk membawa roket dan muatan dengan berat gabungan hingga 550.000 pound (250.000 kg). Berat yang setara dengan kapasitas kinerja roket SpaceX Falcon 9 yang dapat diluncurkan dari tanah.

Waktu adalah Segalanya
Sekitar 800 satelit kecil dijadwalkan untuk diluncurkan setiap tahun mulai 2020. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat rata-rata tahunan selama satu dekade terakhir, menurut analis antariksa Teal Group, Marco Caceres.

Stratolaunch mengumumkan rencana untuk pesawat itu bertahun-tahun lalu dengan tujuan menerbangkan roket Pegasus berbobot milik Northrop Grumman Corp pada 2020. Stratolaunch akhirnya membuat roket sendiri setelah kemitraan dengan produsen lain gagal.

Stratolaunch mengatakan roket peluncur medium mereka yang baru dengan kapasitas sekitar 3.400 kg akan terbang pada awal 2022. Mereka juga punya produk lain yang berada pada tahap awal pengembangan, varian dengan kapasitas muatan 6.000 kg. Pernyataan itu tidak menyebutkan pelanggan peluncuran, dan menolak untuk mengatakan berapa biaya untuk mengembangkan kendaraan ruang angkasa.

Stratolaunch mengaku sedang merancang pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali untuk membawa kargo ke dan dari Bumi. Mereka juga merancang varian lanjutan yang dapat membawa manusia. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds