Erabaru.net. Hanya satu di antara sepasang anak kembar yang bisa hidup ! Karena menderita penyakit langka, dan membutuhkan biaya selangit, orangtua dari sepasang anak kembar yang tak mampu ini pun kemudian memutuskan nasib mereka dengan “mengundi”, namun, keputusan mereka dikutuk oleh nenek bayi kembar itu !

Pada Oktober tahun lalu, sepasang suami istri di Kota Shaoguan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, melahirkan sepasang anak kembar bernama Xiao Khang dan Xiao Le. Sayangnya disaat anggota keluarga larut dalam kebahagiaan, sebuah kabar buruk tiba-tiba menimpa keluarga yang berbahagia ini.

Ketika si kembar genap berusia satu bulan, tiba-tiba salah satu diantara mereka mengalami sesak napas dan dibawa ke rumah sakit. Napasnya bahkan sempat berhenti sebentar, untungnya, cepat ditangani oleh dokter di rumah sakit setempat. Anak itu berhasil diselamatkan setelah lebih dari empat jam upaya penyelamatan darurat.

Namun, hal-hal yang tidak diinginkan menimpa keluarga ini secara beruntun. Baru saja melewati masa kristis, nenek dari kedua bayi kembar itu yang berada di rumah tiba-tiba memberitahu menantunya bahwa adik kembarnya juga mengalami gejala penyakit yang sama dengan kakak kembarannya.

Setelah diagnosis dokter, kedua bayi kembar itu dinyatakan menderita penyakit langka yang hanya terjadi 1/20.000, yakni Chronic Granulomatous Disease CGD / Penyakit Granuloma Kronik, yaitu kelainan pada jaringan tubuh yang muncul akibat peradangan.

Ini adalah semacam mutasi genetik, harus segera dilakukan transplantasi sumsum tulang atau darah tali pusat secepat mungkin, jika tidak, usia hidup tidak akan bertahan sampai 2 tahun.

Suami istri itu pun menangis di koridor rumah sakit setelah mendapat kabar yang tidak menyenangkan itu.

Bayi kembar itu telah menghabiskan sekitar 400.000 yuan (sekitar Rp 820 juta) di unit perawatan intensif, dan biaya operasi transplantasi sumsum tulang semakin menyesakkan dada kedua orangtua si bocah kembar itu, yakni 1 juta yuan atau miliaran rupiah, angka yang tak terjangkau mereka. Meski dikumpulkan juga hanya cukup untuk biaya perawatan satu anak.

Kedua orangtua itu jelas tidak ingin anaknya bermasalah. Namun, jika transplantasi ditunda, mungkin akan semakin membahayakan nyawa kedua anak kembarnya.

Di tengah-tengah dilema itu, pasutri tersebut terpaksa mengorbankan salah satunya. Dan saat nenek dari kedua anak itu tidak berada di tempat, mereka pun menggunakan cara mengundi untuk memutuskan salah satu di antar anak kembar mana yang akan diselamatkan.

Pasutri itu meletakkan kertas undian di depan dua bayi kembar itu dan membiarkan mereka mengambilnya. Dan dengan perasaan pilu, pasutri itu pun berlutut di hadapan si kakak dari anak kembarannya itu setelah dia mengambil kertas undian. Pasangan itu hanya bisa menangis sedih di depannya, dan berkata “Maafkan ayah dan ibu nak,”katanya dengan bibir bergetar sambil terisak.

Tak lama kemudian, ketika nenek dari kedua anak kembar itu pulang, dia pun seketika murka dan mengutuk kedua orantua dari cucunya setelah mengetahui hal yang konyol itu.

“Bagaimana pun juga kedua cucuku itu harus diselamatkan, sekali pun harus menjual segalanya,” tegas si nenek lantang.

Pasutri itu seketika sadar setelah dikecam oleh si nenek, dan tidak akan memasrahkan siapa pun. Keduanya juga berlutut minta maaf pada ibunda mereka.

Beberapa badan amal setempat yang mengetahui kondisi kedua anak kembar itu kemudian meluncurkan penggalangan dana penyelamatan di Internet. Sementara itu, Orangtua dari kedua anak kembar itu juga telah menghubungi pihak pendonor sumsum tulang dan dapat melakukan operasi dalam waktu dekat.

Semoga kedua bocah bersaudara itu dapat menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang dengan lancar dan tumbuh sehat.(jhn/yant)

life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds