Washington DC – Sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat terhadap Rusia resmi berlaku pada hari Senin (27/8/2018). Sanksi terbaru yang diumumkan awal bulan ini, terkait dengan serangan agen (racun pelumpuh) saraf di Inggris.

Pemerintah AS mengatakan pada hari Jumat (24/8/2018), sanksi terbaru akan melengkapi dan menambah berbagai hukuman ekonomi sebelumnya. Sanksi lainnya sudah dikenakan terhadap Moskow dalam beberapa tahun terakhir.

Sanksi baru itu, seperti dirinci dalam pemberitahuan yang diposting di ‘the Federal Register’, yaitu menghentikan bantuan asing serta beberapa penjualan senjata dan pembiayaan untuk Rusia. Sanksi juga termasuk menolak hutang untuk negara Rusia serta melarang ekspor barang dan teknologi yang sensitif terhadap keamanan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan sanksi itu hanya akan menciptakan lebih banyak ketegangan antara kedua negara, kantor berita RIA melaporkan akhir pekan kemarin.

Presiden AS, Donald Trump telah sering mengatakan bahwa dia ingin hubungan yang lebih baik dengan rekannya dari Rusia, Vladimir Putin. Namun hubungan Washington dengan Moskow terus merosot dan terbengkalai. Hal itu dipicu, terutama oleh, tuduhan AS bahwa Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden 2016.

Krisis diplomatik juga dipicu oleh perselisihan tentang pencaplokan Rusia dari Krimea sejak 2014 dan peran Rusia dalam perang sipil Suriah.

Rencana untuk menerapkan sanksi terbaru diumumkan oleh pemerintahan Trump pada 8 Agustus 2018. Sanksi ini adalah tanggapan terhadap apa yang dikatakan Departemen Luar Negeri, akibat serangan dengan racun pelumpuh saraf era Soviet oleh Moskow, terhadap mantan agen Rusia, Sergei Skripal dan putrinya di Inggris pada Maret 2018.

Sergei Skripal, mantan kolonel di dinas intelijen militer GRU Rusia, dan putrinya yang berusia 33 tahun, Yulia, ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di kota Salisbury, Inggris bagian selatan. Mereka kolaps setelah cairan dari agen saraf jenis Novichok ditebar ke pintu depan rumahnya. Keduanya selamat dari serangan itu, walau sempat mengalami masa kritis dan koma berminggu-minggu.

Moskow membantah terlibat dalam serangan itu. Mereka juga membantah ikut campur dalam pemilihan presiden AS pada 2016 lalu.

Perubahan dalam Perilaku
Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, mengatakan pada hari Jumat bahwa Moskow harus mengubah perilaku diplomatik. Itu adalah syarat untuk evaluasi guna mencabut daftar sanksi lama oleh Amerika Serikat.

“Sanksi tetap berlaku dan akan tetap berlaku sampai perubahan yang diperlukan dalam perilaku (diplomatik) Rusia,” kata Bolton pada konferensi pers di ibukota Ukraina, Kiev.

Langkah-langkah baru akan diterbitkan dan mulai berlaku pada 27 Agustus. Sanksi akan berlaku untuk setidaknya selama satu tahun, menurut pemberitahuan dalam ‘Daftar Federal’, katalog harian tindakan lembaga pemerintah. Mereka diberi wewenang oleh ‘1991 Chemical and Biological Weapons and Warfare Elimination Act’ untuk menjatuhkan sanksi.

Sementara itu sejumlah sektor akan terbebas dari pemberlakuan sanksi ekonomi. Sektor yang beruntung itu adalah aktivitas penerbangan luar angkasa, kerja sama pemerintah, bidang-bidang yang menyangkut keselamatan penerbangan komersial dan bantuan kemanusiaan yang mendesak.

Hukuman kedua akan dikenakan setelah 90 hari, kecuali Rusia memberikan ‘jaminan yang dapat diandalkan’ bahwa tidak akan menggunakan senjata kimia dan memungkinkan inspeksi di tempat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau kelompok pengamat internasional lainnya.

Segera setelah serangan terhadap Skripal, Washington juga menunjukkan solidaritas dengan Inggris. Mereka mengumumkan dan kemudian mengusir 60 diplomat Rusia, bergabung dengan pemerintah di seluruh Eropa dalam menghukum Kremlin. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular