Moskow – Rusia akan mengadakan latihan perang terbesar sejak runtuhnyanya Uni Soviet, bulan depan. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan, latihan militer besar-besaran itu juga akan melibatkan tentara Tiongkok dan Mongolia.

“Latihan bertajuk Vostok-2018 (Timur-2018), akan berlangsung di distrik militer Rusia bagian tengah dan timur. Kegiatan militer akan melibatkan hampir 300.000 pasukan, lebih dari 1.000 pesawat militer, dua armada angkatan laut Rusia, dan semua unit udara,” ujar Shoigu dalam sebuah pernyataan, pada 28 Agustus 2018.

Manuver ini akan berlangsung dalam atmosfir ketegangan yang meningkat antara Barat dan Rusia. Moskow mengkhawatirkan tentang apa yang dikatakannya sebagai pembentukan aliansi militer NATO yang tidak dapat dibenarkan di sisi barat negara mereka.

NATO mengatakan telah meningkatkan kekuatannya di Eropa timur untuk menghalangi aksi militer Rusia. Langkah NATO diambil setelah pecahan terbesar Uni Soviet itu mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, dan mendukung pemberontakan pro-Rusia di timur Ukraina.

Shoigu mengatakan, latihan perang ini akan menjadi yang terbesar sejak latihan militer era Soviet, Zapad-81 (Barat-81), pada tahun 1981.

“Dalam beberapa hal, mereka akan mengulangi aspek Zapad-81, tetapi dengan cara lain, skala akan lebih besar,” Shoigu mengatakan kepada wartawan saat mengunjungi wilayah Khakassia, Rusia.

Shoigu mengatakan bahwa Armada Pasifik dan Armada Utara akan ambil bagian dalam latihan. Sementara Kementerian Pertahanan Rusia telah mengatakan bahwa unit militer Tiongkok dan Mongolia juga akan berpartisipasi.

Ketika ditanya apakah biaya untuk mengadakan latihan militer besar-besaran seperti itu dibenarkan pada saat ketika Rusia dihadapkan dengan tuntutan belanja sosial yang lebih tinggi, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa latihan perang seperti itu sangat penting.

“Kemampuan negara untuk membela diri dalam situasi internasional saat ini, yang sering agresif dan tidak ramah terhadap negara kita, berarti (latihan) dibenarkan,” kata Peskov kepada melalui pernyataan via telpon.

Keterlibatan Tiongkok menunjukkan bahwa Moskow dan Beijing bekerja sama di semua bidang, masih menurut Peskov. Tiongkok dan Rusia pernah ambil bagian dalam latihan militer bersama sebelumnya, tetapi tidak dalam skala besar.

Latihan yang akan berlangsung dari 11-15 September, kemungkinan akan mengkhawatirkan Jepang, yang telah mengeluh tentang pembangunan militer Rusia di Timur Jauh. Sepak terjang Moskow mungkin menjadi salah satu motivasi jepang untuk memasang sistem rudal Aegis buatan Amerika Serikat.

Shoigu bulan ini mengumumkan dimulainya pemeriksaan kesiapan tempur di distrik militer pusat dan timur menjelang rencana latihan.

“Bayangkan 36.000 kendaraan lapis baja-tank, pengangkut personel lapis baja dan kendaraan infanteri lapis baja, bergerak dan bekerja secara bersamaan, dan bahwa semua ini, secara alami, sedang diuji dalam kondisi sedekat mungkin dengan yang militer,” kata Shoigu pada 28 Agustus.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe akan menghadiri sebuah forum di kota Vladivostok Rusia pada periode yang sama. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan pada 28 Agustus bahwa Tokyo selalu memperhatikan pergeseran dalam kerjasama militer Rusia-Tiongkok.

Juru bicara NATO, Dylan White mengatakan bahwa Rusia telah memberi tahu aliansi mengenai rencana latihan pada bulan Mei dan bahwa NATO akan memonitornya. Rusia telah mengundang para atase militer dari negara-negara NATO untuk mengamati latihan perang, sebuah tawaran yang menurutnya sedang dipertimbangkan.

“Semua negara memiliki hak untuk melatih angkatan bersenjata mereka, tetapi penting bahwa ini dilakukan dengan cara yang transparan dan dapat diprediksi,” kata White dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email.

“Vostok menunjukkan fokus Rusia dalam melakukan konflik berskala besar. Ini cocok dengan pola yang telah kita lihat selama beberapa waktu: Rusia yang lebih tegas, secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan dan kehadiran militernya.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular