SYDNEY — Amerika Serikat, Australia, Prancis, dan Inggris akan membuka kedutaan baru di Pasifik, meningkatkan tingkat pengadaan staf personel, dan lebih sering terlibat dengan pemimpin-pemimpin negara kepulauan Pasifik dalam upaya untuk melawan meningkatnya pengaruh Tiongkok di kawasan tersebut, orang-orang yang mengetahui situasinya telah mengatakan pada Reuters.

Bersaing untuk mendapatkan pengaruh di Pasifik yang penduduknya jarang penting karena masing-masing negara pulau kecil tersebut memiliki suara di forum internasional seperti PBB. Mereka juga mengendalikan banyak lautan yang kaya sumber daya.

Tiongkok telah menghabiskan $1,3 miliar untuk pinjaman-pinjaman lunak dan hadiah sejak tahun 2011 untuk menjadi donor terbesar kedua di Pasifik setelah Australia, memicu kekhawatiran di Barat bahwa beberapa negara kecil tersebut bisa menjadi terlalu terbebani dan berutang pada Beijing.

Sebagai tanggapan, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat mengatakan mereka akan meningkatkan bantuan ekonomi dan memperluas kehadiran diplomatik mereka ke negara-negara di kawasan tersebut, pejabat-pejabat pemerintah dan diplomat mengatakan kepada Reuters.

“Kami cemas dengan praktik-praktik Tiongkok yang mengarah pada utang yang tidak berkelanjutan,” menurut sumber pemerintah AS yang mengetahui rencana Washington untuk wilayah tersebut, yang berbicara dengan syarat tanpa menyebut nama.

Pejabat AS itu mengatakan Washington perlu memiliki perwakilan yang memadai di negara-negara Pasifik untuk membiarkan pemerintah mereka tahu pilihan-pilihan apa yang terbuka bagi mereka, dan konsekuensi dari mengambil tawaran-tawaran dari tempat lain.

Perwakilan untuk pemerintah Australia, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat di Canberra tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

Washington bertujuan untuk meningkatkan jumlah staf diplomatik di Palau, Negara Federasi Mikronesia, dan kemungkinan Fiji dalam dua tahun ke depan, kata sumber pemerintah AS.

Pemerintah Australia diperkirakan memberi nama komisioner pertamanya di Tuvalu dalam beberapa minggu, bergegas untuk mengisi jabatan yang Canberra telah tetapkan yang dibentuk hanya beberapa bulan lalu, sumber pemerintah yang tidak mau disebut namanya mengatakan kepada Reuters karena tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Inggris akan membuka komisi-komisi tinggi baru di Vanuatu, Tonga, dan Samoa pada akhir Mei 2019, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha mengatur pertemuan para pemimpin Pasifik awal tahun depan, sumber-sumber diplomatik dan pemerintah mengatakan pada Reuters.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Tonga ‘Akilisi Pohiva mencari dukungan dari pemerintah-pemerintah lain di kawasan tersebut untuk membuat sebuah permintaan yang telah dikoordinasikan agar Tiongkok memaafkan utang-utang yang sedang meningkat jumlahnya. Pemimpin Pasifik tersebut kemudian secara mendadak berbalik arah mendukung setelah Beijing mengeluh tentang rencana tersebut.

Palau dan Tuvalu sama-sama mengakui Taiwan. Meskipun Taiwan adalah sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, Beijing mengklaim itu adalah provinsi pemberontak yang suatu hari akan dipersatukan kembali dengan daratan. Tiongkok telah menekan banyak sekutu diplomatik Taiwan untuk memutuskan hubungan dengan pulau itu dalam upaya untuk mendorong prinsip “satu Tiongkok”.

Tiongkok tidak hanya menawarkan dana untuk membangun pengaruh. Pada akhir tahun 2018, Fiji berharap menerima kapal hidrografi Tiongkok yang dapat memetakan dasar laut, Viliame Naupoto, kepala angkatan bersenjata Fiji, mengatakan pada Reuters. Ini akan menjadi hadiah militer pertama bagi negara Pasifik tersebut dari Tiongkok, dan para diplomat Barat melihat itu sebagai upaya Beijing untuk menjilat Fiji, salah satu ekonomi yang lebih besar di kawasan tersebut. (ran)

Share

Video Popular