Washington DC – Para perancang mengklaim F-35 milik Amerika Serikat adalah jet tempur paling canggih yang pernah mengudara. Akan tetapi, selama bertahun-tahun pesawat itu diserang dan dituding sebagai ‘anak Pentagon yang bermasalah’, yang menghabiskan anggaran trilyunan dolar AS.

Kini, pesawat generasi baru akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukannya. F-35 akhirnya memulai langkah dalam kondisi ‘dunia nyata’. Setelah bertahun-tahun penundaan, tudingan pembengkakan biaya dan pertanyaan tentang ‘kebugarannya’ untuk peperangan modern, barangkali akan segera terjawab.

Angkatan Laut AS memberi kesempatan langka kepada wartawan untuk melihat langsung dari kursi tunggal F-35 yang sedang diuji untuk pertempuran.

Rangkaian tes ini, yang disebut ‘integrasi armada’, yang dirancang untuk membuktikan F35. Pesawat dengan harga 120 juta dolar AS ini, akan dilihat apakah bekerja dengan baik jika ditugaskan dengan jet lain di medan pertempuran.

Lockheed Martin memenangkan kesempatan untuk mengembangkan pesawat ini, yang juga dikenal sebagai program ‘Joint Strike Fighter’. Proyek dimulai sudah sejak awal tahun 2000-an. Pesawat diharapkan dapat melakukan penghindaran radar, menggabungkan daya tembak yang tak tertandingi dengan sistem elektronik canggih. F-35 dibuat untuk menandingi ancaman yang berkembang dari Tiongkok dan Rusia.

Tetapi proyek tersebut telah dilanda kendala sejak saat itu. Laporan pengawasan terbaru menemukan hampir seribu masalah teknis yang harus diperbaiki, mulai dari helm canggih yang dapat menghalangi pandangan pilot hingga ‘lapisan siluman’ yang kemungkinan meleleh dalam panasnya penerbangan supersonik.

Tapi Angkatan Laut berharap, bertahun-tahun bahkan belasan tahun, yang dihabiskan untuk memperbaiki masalah ini akhirnya akan terbayar.

Beberapa tahun kedepan, pemerintah AS akan memutuskan apakah akan pindah kepada produksi penuh F-35. Itu berarti investasi sekitar 400 miliar dolar selama satu dekade berikutnya, untuk pesawat tempur. Tidak hanya untuk Amerika Serikat, tetapi juga untuk seluruh sekutunya di seluruh dunia.

Jika F-35 lolos tes Angkatan Laut terakhirnya, penugasan pertama akan bisa dilakukan pada 2021. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular