oleh Li Jie

Perang dagang antara Tiongkok – Amerika Serikat baru berlangsung lebih dari sebulan,  tetapi Tiongkok komunis telah menunjukkan ‘muka sedih’ lantaran kesulitan dalam melakukan perlawanan. Namun di pihak AS, ekonominya justru merambah naik membuat negara itu semakin perkasa.

Baru-baru ini, media Hong kong merilis 3 buah data yang menjelaskan bahwa mengapa kepercayaan diri pemerintahan Trump kini semakin tinggi.

Pertama, defisit perdagangan AS terus meningkat pada bulan Juli, mencapai USD. 72,2 miliar, Hal ini memberi kemungkinan kepada Trump alasan kuat untuk melanjutkan perang dagang dengan Tiongkok komunis.

Kedua, data yang diumumkan Dewan Konperensi (Conference Board) menunjukkan bahwa indeks kepercayaan konsumen AS melonjak menjadi 133,4 poin pada bulan Agustus, angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 18 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat Amerika tidak khawatir dengan adanya perang dagang.

Ketiga, pada hari Selasa, Ron DeSantis, anggota kongres AS dari Partai Republik yang mendapat dukungan dari Trump telah memimpin di lebih dari setengah dari 19 persen suara dan dipastikan akan mengalahkan rivalnya dan memenangkan pemilihan awal kursi gubernur negara bagian Florida. Ini menunjukkan bahwa Trump memiliki prestise yang tinggi di Partai Republik.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross baru-baru mengatakan : “Kami memiliki peluru jauh lebih banyak daripada mereka (Tiongkok komunis), dan mereka tahu itu. Kami memiliki ekonomi yang lebih kuat daripada mereka, mereka juga tahu.”

Trump mengatakan bahwa Beijing ingin bernegosiasi dengan Washington, tetapi dia berpikir bahwa ini bukan waktu yang tepat. Amerika Serikat sedang mempersiapkan kenaikan tarif  putaran ketiga untuk menghadapi Tiongkok komunis. Tekanan rupanya akan terus diberikan sampai Beijing sepakat untuk memperbaiki praktek-praktek perdagangan yang tidak adil.

Kepala Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan dalam pertemuan kabinet bahwa, ekonomi Tiongkok tampaknya sangat buruk. Ia mengatakan : “Ekonominya (Tiongkok) sedang mengalami penurunan pertumbuhan, investasi runtuh. Orang-orang gencar menjual mata uang mereka sendiri, investor secara bertahap hengkang dari Tiongkok.”

Baru-baru ini angaran Amerika Serikat dengan Meksiko telah mencapai kesepakatan  perdagangan, dan Kanada juga mulai menggencarkan komunikasi dengan AS dalam peningkatan transaksi perdagangan.

Larry Kudlow mengatakan bahwa sejumlah kerjasama antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa juga telah dimulai. “Ini akan membuat Tiongkok komunis berada dalam posisi yang sangat canggung. Saya pikir Tiongkok komunis telah terisolir.”

Selain itu, ada kabar bahwa Tiongkok komunis bisa melakukan penjegalan terhadap pemilihan presiden tahap menengah, mereka secara aktif mempengaruhi politisi Amerika dalam rangka mencoba untuk hasil pemilihan.

Oposisi Trump di Amerika Serikat juga sengaja mengipasi peristiwa keterlibatan Trump dengan bintang porno dan persekongkolan Trump dengan Rusia menjelang pemilihan presiden. Semua hasutan bertujuan untuk menjatuhkan Presiden Trump.

Namun, tingkat dukungan domestik Trump tetap tinggi. Harapan Tiongkok untuk mengubah situasi politik AS pada pemilu paruh waktu secara bertahap kehilangan efektivitasnya. (Sin/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds