Sydney – Mantan perdana menteri Australia, Malcolm Turnbull mengundurkan diri dari parlemen, Jumat (31/8/2018) kemarin. Seorang sumber yang akrab dengan masalah itu mengatakan, mundurnya Turnbull kini melucuti pemerintahan atas satu kursi mayoritas di parlemen.

Turnbull sejak pekan lalu sudah mengatakan akan mengundurkan diri dari parlemen. Dia mengaku akan mundur setelah digulingkan dari jabatannya dalam konflik internal partai yang pahit. Konflik partai yang membuat Turnbull mengakhiri jabatan sebagai pemimpin keenam negara itu dalam satu dekade terakhir.

“Juru bicara parlemen menerima surat pengunduran diri Malcolm Turnbull sore ini,” kata seorang sumber yang akrab dengan masalah ini, seperti dikutip dari Reuters.

Sumber itu menolak disebutkan namanya, karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Hingga pemilihan sela dapat digelar, Perdana Menteri baru Australia, Scott Morrison akan sangat bergantung pada dukungan anggota parlemen independen untuk meloloskan undang-undang. Itu akan menghambat agenda pemerintah, dalam delapan bulan jelang pemilu.

Selain tidak lagi memiliki mayoritas di majelis rendah parlemen, pemerintah juga tidak akan bisa mengontrol majelis tinggi.

Menurut jajak pendapat terbaru, koalisi Liberal-Nasional yang berkuasa di Australia akan membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk dapat memenangkan pemilu yang dijadwalkan pada Mei 2019.

Survei digelar setelah krisis kepemimpinan Partai Liberal yang bergejolak pekan lalu. Jika pemungutan suara antara penguasa dan oposisi digelar saat itu, perolehan partai oposisi (Partai Buruh) menjadi 56 persen, dan suara ‘koalisi penguasa’ hanya 44 persen. Jika koalisi penguasa tidak lagi mampu meyakinkan pemilih, itu akan diterjemahkan menjadi kekalahan pemilu yang telak.

Parlemen saat ini sedang reses. Masa sidang akan dilanjutkan pada 10 September 2018.

Pemilihan sela tidak mungkin dilakukan hingga paling cepat pada akhir September. Itu akan membuat PM Morrison tanpa dukungan kursi mayoritas untuk setidaknya dua minggu berikutnya di parlemen.

Morrison memberi penghormatan kepada pendahulunya saat berada di Jakarta. Dia mengunjungi Indonesia untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya di Indonesia, mengenai kesepakatan perdagangan bebas yang akhirnya disepakati untuk ditandatangani pada akhir tahun ini.

“Saya hanya ingin mengirim pesan kepada teman saya Malcolm, dan kepada Lucy (istrinya), dan kepada seluruh keluarga mereka semua harapan saya dan semua cinta saya,” kata Morrison kepada wartawan.

“Anda telah melayani negara kami dengan baik. Dan atas nama negara kita, sebagai perdana menteri, saya ingin mengucapkan terima kasih.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular