Buenos Aires – Presiden Argentina, Mauricio Macri berencana untuk menghapus sejumlah kementerian pada pemerintah federal. Penghapusan itu untuk mendukung upaya pemerintahannya, dalam upaya memangkas defisit anggaran demi menghentikankan degradasi nilai atas mata uang peso.

Surat kabar lokal La Nacion melaporkan bahwa sebanyak 13 kementerian akan dibubarkan atau digabung dengan kementerian lain. Media setempat ini mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, harian Clarin menyebutkan jumlahnya ada sekitar 10 kementerian. Kedua laporan itu sama-sama mengatakan bahwa kementerian sains, budaya, energi, pertanian dan pariwisata tidak akan ada lagi sebagai entitas yang berdiri sendiri.

Restrukturisasi pemerintah dilaporkan mulai mengemuka pada kalangan penguasa setelah Macri meminta Dana Moneter Internasional (IMF) mempercepat pencairan pinjaman sebesar 50 miliar dolar AS (sekitar 700 triliun) pekan lalu.

Pemerintah Federal pun menjanjikan penghematan lebih lanjut. Menteri Keuangan, Nicolas Dujovne diperkirakan akan mengumumkan serangkaian langkah-langkah ekonomi pada 3 September 2018, waktu setempat.

Juru bicara Macri, kantor kepala kabinet Argentina dan Kementerian Keuangan Argentina belum secara resmi menanggapi isu tersebut.

Argentina sendiri kini berada di ambang krisis. Inflasi terus meningkat, sementara peso juga semakin tertekan oleh dolar AS. Peso Argentina tercatat sudah anjlok hingga 20 persen sejak awal tahun.

Argentina sudah mengendalikan nilai peso dengan menaikkan suku bunga overnight. Bank Sentral Argentina juga sudah menaikkan suku untuk ketiga kalinya menuju level tertinggi di dunia, yaitu sebesar 40 persen.

Negara penghasil bintang sepakbola itu bahkan sudah menjual sebagian cadangan mata uang asing (devisa). Walau demikian, investor masih meragukan ekonomi Argentina akan berhasil menghindari krisis. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds