Rio de Janeiro – Kebakaran besar melanda sebuah museum berusia 200 tahun di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (2/9/2018) malam, waktu setempat. Kebakaran menerangi malam, dan mengirim gumpalan asap membubung ke udara, ketika petugas pemadam berusaha menyelamatkan peninggalan bersejarah dari amukan api.

Museum Nasional sarat sejarah di Rio utara itu, yang menyimpan artefak dari Mesir, karya seni Yunani-Romawi dan beberapa fosil pertama yang ditemukan di Brasil. Museum langsung ditutup untuk umum usai kebakaran. Tidak ada laporan korban jiwa dan cedera, dalam bencana itu.

Belum jelas bagaimana kebakaran itu bisa terjadi. Pengelola museum mengatakan, kebakaran mulai disadari sekitar pukul 19:30 malam.

Presiden Brasil, Michel Temer mengatakan itu adalah hari yang menyedihkan bagi seluruh rakyat Brasil.

“Dua ratus tahun kerja keras, investigasi dan pengetahuan telah hilang,” kata Temer dalam sebuah pernyataan.

Menurut situs web museum, mereka memiliki lebih dari 20.000 item yang terkait dengan sejarah Brasil dan negara-negara lain. Kebanyakan dari koleksinya berasal dari anggota keluarga ‘kerajaan Brasil’.

Roberto Robadey, juru bicara departemen pemadam kebakaran, mengatakan 80 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Beberapa bagian museum sudah berhasil dipadamkan.

“Kami dapat menyelamatkan banyak hal dari dalam, isi museum, dengan bantuan pekerja museum,” kata Robadey kepada Globo News.

Robadey mengatakan petugas pemadam kebakaran terlambat datang karena dua hidran kebakaran yang terdekat dengan museum tidak berfungsi. Sehingga, truk air tekanan tinggi harus dikirim untuk mengambil air dari danau terdekat.

“Tepat sebelum tengah malam waktu setempat, api hampir dapat dikendalikan. Api akan padam dalam beberapa jam,” sambungnya.

Museum ini terhubung ke Universitas Federal Rio de Janeiro. Museum ini diantaranya memiliki eksposisi yang mencakup antropologi, arkeologi, dan paleontologi.

Wakil direktur museum, Luiz Fernando Dias Duarte, mengatakan kepada Globo bahwa museum menderita kekurangan dana yang kronis.

“Sekarang semua orang ingin menjadi pendukung. (Sebelumnya) Kami tidak pernah mendapat dukungan yang memadai,” kata Dias Duarte.

Negara terbesar di Amerika Latin ini sedang berjuang untuk bangkit dari resesi terburuknya dalam beberapa dekade. Negara bagian Rio de Janeiro juga sangat terpukul dalam beberapa tahun terakhir, akibat kombinasi krisis dan buruknya kualitas pemerintah. Seperti jatuhnya harga minyak dunia, salah satu sumber pendapatan utamanya, serta salah urus anggaran negara dan korupsi besar-besaran.

Lebih dari sebulan sebelum pemilihan nasional, bahkan sebelum api dipadamkan, kebakaran itu mengarah ke tuduhan tentang defisit infrastruktur dan anggaran yang bobrok di kota yang menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2016 ini.

“Sayangnya, mengingat kesulitan keuangan dari Universitas Federal Rio de Janeiro dan semua universitas publik lainnya dalam tiga tahun terakhir, ini adalah tragedi yang bisa terjadi dan terlihat,” Marina Silva, salah satu kandidat presiden terkemuka, berkicau di twitter.

Di Instagram, Walikota Rio, Marcelo Crivella meminta negara itu untuk membangun kembali.

“Merupakan kewajiban nasional untuk merekonstruksinya dari abu, mengkomposisi ulang setiap detail abadi dari lukisan dan foto. Bahkan jika mereka tidak asli, mereka akan terus menjadi pengingat ‘keluarga kerajaan’ yang memberi kami kemerdekaan, kekaisaran (Portugis) serta konstitusi pertama dan persatuan nasional,” kata walikota. (AP/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds