Erabaru.net. Apa itu pasangan hidup ? Orang yang mencintai, bertengkar, bertahan seumur hidup dan tidak bisa meninggalkanmu itulah pasangan hidupmu.

Apa itu keluarga ? Adanya pasangan hidup, baru ada keluarga. Keluarga itu dibangun dan dikelola bersama dua orang pasangan, tempat untuk merajut pahit-manis, suka-duka yang menyenangkan.

Hidup itu bagaikan segelas air putih, dan pasangannya adalah gula. Hanya dengan adanya dia (pria / wanita) hidup itu baru terasa manis. Air putih tanpa (pasangan) gula, hambar tidak beraroma.Hari demi hari akan terasa sunyi dan hampa tanpa pasangan.

Yang ditakdirkan untuk saling mengenal dan menemani adalah pasangan

Pertemuan satu sama lain adalah jodoh yang sudah diatur dan ditakdirkan oleh-Nya tanpa kita sadari. Dua sejoli yang saling bertemu diantara lautan manusia, kemudian mengenal satu sama lain sampai akhirnya bersatu dalam mahligai rumah tangga, inilah penantian dan harapan.

Hanya melalui jalinan asmara yang panjang, baru benar-benar memahami, bahwa belahan jiwa itu, bukan hanya sekadar pasangan hidup, juga bukan sekadar mendampingi, tetapi saling menghargai, memahami, dan saling percaya serta menghormati satu sama lain, toleransi, dan tidak pernah mengkhianati. Dan orang yang bisa menemani adalah pasangan hidupmu.

Dua orang yang hidup di bawah satu atap yang sama, pasti tahu betul seperti apa temperamen, kesukaan atau kebiasaan pasangannya. Tidak perlu berpura-pura, juga tidak perlu waspada, karena satu sama lain adalah orang yang paling dekat.

Meski saat bertengkar pernah berkata, “Mataku benar-benar buta saat mengenalmu.” “Aku menyesal….” dan sebagainya. Tapi beberapa saat kemudian, istri akan tetap saja akan menyiapkan makanan yang disukai-nya di atas meja, berpesan padanya untuk minum obat secara teratur. Selalu dibasahi rintik hujan (menangis) karenanya, tapi juga menyiapkan payung untuknya.

Indah sekali rasanya ada kamu yang menemani, pasanganku terkasih

Cinta di masa tua, mungkin tidak akan terdengar lagi kata-kata manis semasa remaja, tidak ada lagi dorongan darah muda yang pernah menggebu-gebu semasa dulu. Tetapi ekspresi dari pandangan mata, tindakan dari gerakan tubuh itu telah melampaui selaksa untaian manis, dan itu barulah bahasa cinta yang sesungguhnya.

Dalam hidup ini, kamu adalah kekasih terbaikku, pasangan yang memahamiku. Kamu adalah harta paling berharga dalam hidupku, bersamamu, aku benar-benar beruntung dan sangat bahagia. Aku bersedia menggenggam erat tanganmu sepanjang waktu dan terus berjalan seiring bersamamu.

Terima kasih telah menemaniku menjalani pahit getirnya hidup, pasangan terkasihku

Perasanku seketika berdesir saat mengingat pasang surut yang kita jalani bersama. Kita saling memberi semangat saat menghadapi kesulitan. Saling mengalah saat dilemma. Dan selalu berusaha menempatkan diri pada posisi pasangan saat menghadapi perbedaan pendapat.

Kita sudah lalui bersama menghadapi segala kesulitan, dan telah merasakan bersama sepahit apa pun hari-hari yang dilalui. Pukulan (beban hidup) sebesar apa pun juga tidak bisa memisahkan kita. Aku hanya ingin mengatakan dengan tulus. Belahan hatiku, engkau telah bekerja keras, teduh rasanya hati ini ada kamu yang selalu ada untukku.

Nikmatilah waktu bahagia sekarang, pasangan terkasihku

Pasanganku (pria /wanita), kita sudah tua, sudah saatnya meletakkan beban di pundak kita, serahkan saja segala sesuatunya dalam urusan keluarga itu pada anak-anak kita, aku ingin membawamu menikmati waktu bahagia ini sekarang!

Aku bersedia menemanimu membersihkan kamar, membersihkan piring di dapur. Aku bersedia mendengarkan ocehanmu setiap hari, tertawa terkekeh….hihihi ;

Aku ingin pergi ke pasar bersamamu membeli sayur, memasak dan makan Bersama. Aku ingin berdansa bersamamu di alun-alun, jalan-jalan santai bersamamu, menonton TV, atau mendengarkan radio, dan lain sebagainya bersamam.

Meskipun kita tidak memiliki rumah yang besar, tetapi memiliki sarang tua yang hangat dan nyaman, dilengkapi dengan anak-anak dan cucu di sekeliling kita, selalu tertawa ceria, rukun harmonis dalam suasana hangat dan menyejukkan sanubari !

Meskipun fisik kita tidak lagi sekuat dulu, tapi tidak menghalangi kita untuk jalan-jalan sambil menikmati panorama alam, kita bisa menikmati masa tua yang sehat sambil memelihara ikan dan menanam bunga, indah sekali rasanya.

Pasanganku, engkau harus selalu sehat sentosa, hidup kita akan lebih indah dan manis dengan adanya kamu. Terima kasih, pasanganku.
Semoga semua makhluk berbahagia.(jhn/yant)

pretties.news

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular