London – Polisi Inggris menerbitkan serangkaian gambar kamera pengawasan (CCTV) yang melacak pergerakan dua orang yang diduga agen mata-mata Rusia. Menurut pihak berwenang, kedua orang itu bepergian ke Inggris untuk melakukan serangan agen (racun pelumpuh) saraf Novichok terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia Skripal.

Sergei Skripal, adalah mantan kolonel intelijen militer Rusia yang membocorkan data puluhan agen Rusia kepada dinas mata-mata asing Inggris, MI6. Sergei dan putrinya, Yulia Skripal, ditemukan tidak sadarkan diri di bangku umum di Kota Salisbury, pada tanggal 4 Maret 2018.

Duo Skripal selamat dari serangan itu, walau sempat tidak sadarkan diri dalam kondisi kritis selama berminggu-minggu di rumah sakit. Racun saraf buatan era Soviet yang disebut novichok, diduga kuat dioleskan atau disemprotkan ke pegangan pintu rumah Skripal di Salisbury.

Dalam insiden lainnya, di kota terdekat Salisbury, Kota Amesbury, seorang ibu tiga anak, Dawn Sturgess meninggal dunia, akibat terpapar racun yang sama. Pacarnya, Charlie Rowley, juga terpapar, namun berhasil diselamatkan oleh paramedis. Mereka menemukan sisa-sisa racun dalam apa yang tampaknya seperti botol parfum. Kedua titik insiden di Salisbury dan Amesbury tersebut hanya berjarak sekitar 12 kilometer.

Botol itu dikatakan bertuliskan, “Nina Ricci Premier Jour” dan “Made in France”. Botol telah dirancang khusus untuk anti bocor dan memiliki aplikator khusus, menurut polisi Metropolitan Inggris.

Kedua mata-mata Rusia, Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov diduga membawa racun itu bersama mereka dalam penerbangan dari Moskow, dan tiba di Bandara Gatwick pada 2 Maret 2018. Para pembunuh bayaran itu tertangkap kamera CCTV melalui pemeriksaan paspor. Boshirov tampak berrambut gelap dan berjanggut, dan Petrov mengenakan janggut biru dan pakaian olahraga.

Hari berikutnya, para tersangka melakukan apa yang dikatakan polisi sebagai misi pengintaian, bepergian dengan kereta ke Salisbury dari London. Kamera CCTV di stasiun kembali menangkap kedua pria itu. Kali ini, ketika mereka melihat dengan seksama ke arah jadwal transit, Boshirov menggunakan sepasang sarung tangan hitam.

Pada tanggal 4 Maret, hari dugaan serangan, orang-orang itu kembali ke Salisbury. CCTV merekam mereka berjalan berdampingan di sepanjang jalan yang tidak jauh dari rumah Skripal.

Kedua tersangka direkam oleh kamera pengintai sehari sebelum serangan terhadap Skripal, di lokasi yang tidak jauh dari rumah korban, di Salisbury, Inggris, pada tanggal 4 Maret 2018. (Polisi Metropolitan London)

Polisi mengatakan bahwa Duo Rusia kemudian mendekati rumah Skripal dan menyemprotkan agen saraf novichok ke pegangan pintu rumah Sergei Skripal. Segera setelah itu, keduanya direkam lagi oleh kamera pengawas. Mereka mengarah kembali ke stasiun.

Detektif mengatakan bahwa dalam perjalanan untuk naik kereta kembali ke London, dua orang Rusia itu membuang botol parfum yang berisi racun. Botol parfum yang berakhir di tangan Sturgess, yang jatuh sakit pada 30 Juni dan meninggal di rumah sakit sekitar seminggu kemudian.

“Kecerobohan negara Rusia dalam membawa agen saraf ke Inggris, dan pengabaian total terhadap keamanan publik, mengerikan dan tidak bertanggung jawab,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, setelah Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia mengkonfirmasi bahwa novichok digunakan dalam semua keracunan di Salisbury dan Amesbury tersebut, pada 4 September lalu.

Beberapa jam setelah serangan terhadap duo Skripal, terduga mata-mata Rusia sekali lagi tertangkap kamera. Kali ini mereka terekam di Bandara Heathrow, ketika bersiap untuk berangkat meninggalkan Inggris.

Dalam tanda-tanda pemeriksaan aparat negara bagian, polisi mengatakan, paspor mereka asli. Sementara identitas mereka diduga palsu.

Boshirov dan Petrov telah didakwa ‘in absentia’ (tidak hadir dalam persidangan) dalam kasus konspirasi untuk pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan penggunaan agen (racun pelumpuh) saraf. (TOM OZIMEK/The EPoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular