Washington DC – Kota New York salip London sebagai pusat keuangan paling menarik di dunia, berdasarkan sebuah survei yang dirilis pada Rabu (12/9/2018) waktu Amerika. Keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa membuat bank-bank mengalihkan operasional mereka keluar dari London, untuk mempertahankan akses ke pasar tunggal Eropa.

Brexit menimbulkan tantangan terbesar bagi industri keuangan Kota London sejak krisis keuangan 2007-2009. Karena itu mungkin berarti bank dan perusahaan asuransi akan kehilangan akses ke UE, blok perdagangan terbesar di dunia.

New York mengambil tempat pertama dalam survei, diikuti oleh London, Hong Kong dan Singapura. Fakta itu terungkap dalam survei ‘the Z/Yen global financial centers index’, yang menempatkan peringkat 100 pusat keuangan dunia pada faktor-faktor seperti infrastruktur dan ketersediaan staf berkualitas.

London Turun Peringkat Akibat Brexit Tidak Menentu
Peringkat London turun delapan poin dari enam bulan lalu. Ini adalah penurunan terbesar di antara pesaing teratas. Penulis survei mengatakan penurunan mencerminkan dampak ketidakpastian kesepakatan kerjasama Inggris dan Uni Eropa, setelah Inggris resmi meninggalkan UE.

“Kami semakin dekat dan lebih dekat untuk hari keluar dari Uni Eropa, dan kami masih tidak tahu apakah London akan dapat berdagang dengan semua pusat keuangan Eropa lainnya,” kata Mark Yeandle, co-creator the indeks, kepada Reuters.

“Ketakutan kehilangan bisnis dengan pusat-pusat (keuangan) lain mendorong sedikit penurunan dan orang-orang khawatir tentang daya saing London.”

Sejak Inggris memilih meninggalkan UE dalam jejak pendapat lebih dari dua tahun lalu, beberapa perusahaan keuangan paling kuat di dunia di London telah mulai memindahkan staf ke negara UE lainnya. Upaya itu untuk mempertahankan aliran perdagangan lintas batas yang akan datang setelah 2019.

10 orang pemenang nobel di bidang ekonomi memperingatkan bahwa keluar dari Uni Eropa hanya akan membentuk ketidakpastian yang signifikan bagi Inggris. (foto : Getty Images/The Epoch Times)

Lapangan Kerja Eksodus dari London
Sekitar 5.000 posisi pekerjaan diperkirakan akan digeser atau dibuat di Uni Eropa daripada di London, pada Maret tahun depan. Itu adalah saatnya Inggris keluar dari Uni Eropa secara resmi. Data itu diperoleh dalam sebuah studi oleh Reuters yang diterbitkan pada Maret lalu.

Kepala distrik keuangan Kota London memperkirakan pada Juli, bahwa ada 3.500 hingga 12.000 pekerjaan pada sektor keuangan akan pergi karena Brexit.

Tahun lalu juga terjadi peningkatan jumlah bank yang mengatakan, bahwa mereka berencana untuk mendirikan anak perusahaan baru di UE setelah Brexit. Sebagian besar bank AS, Inggris, dan Jepang mengatakan mereka akan membangun basis operasi di Frankfurt, Paris, atau Dublin.

Sentra Keuangan Eropa lainnya juga bergerak di peringkat global. Zurich naik ke posisi sembilan dari peringkat 16, pada enam bulan lalu. Frankfurt naik ke-10 dari posisi ke-20, dan Amsterdam naik ke posisi ke-35 dari posisi ke-50.

“London dan New York telah lama bersaing untuk posisi teratas indeks ini dan ketidakpastian tentang bentuk masa depan Brexit kemungkinan menjadi faktor penentu dalam posisi terbaru mereka dalam daftar peringkat,” kata Miles Celic, kepala eksekutif grup pelobi TheCityUK. “Dalam dunia yang kompetitif, kita tidak bisa puas diri.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds