Ketika Amerika Serikat mempertimbangkan untuk menerapkan tarif-tarif lebih lanjut terhadap Tiongkok di tengah ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung, perusahaan asing yang beroperasi di Tiongkok mengalihkan produksi ke tetangga selatannya, Vietnam. Perselisihan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut dapat membuktikan keuntungan yang signifikan bagi ekonomi Vietnam, yang tahun ini mencapai tingkat pertumbuhan tertinggi dalam delapan tahun.

Data resmi yang diterbitkan oleh otoritas Vietnam menunjukkan bahwa PDB negara itu telah tumbuh sebesar 7,1 persen pada paruh pertama tahun 2018, dan rata-rata ekspornya melonjak dari 17 persen pada tahun 2017 hingga 20 persen hingga Juni ini.

Investasi langsung asing (FDI) ke Vietnam meningkat 9,2 persen dari Januari hingga Agustus di 2017 menjadi $11,25 milyar pada periode yang sama tahun ini, kementerian investasi Vietnam mengatakan bulan lalu.

Karena faktor-faktor geostrategis dan komersial, Vietnam tidak mungkin menjadi target perang perdagangan Trump, meskipun memiliki surplus perdagangan senilai $40 miliar dengan Amerika Serikat, kata Bill Stoops, kepala investasi dari Dragon Capital.

Tekanan meningkatnya biaya yang terkait dengan tarif Washington di Tiongkok kemungkinan akan menarik perusahaan-perusahaan asing ke Vietnam. “Bahkan Tiongkok mungkin mulai menggeser lebih banyak produksinya ke Vietnam,” kata Stoops kepada CNBC pada 12 September. “Ini adalah jenis tren yang bisa kita lihat.”

Mengingat tingkat pertumbuhan ekonomi Vietnam, juga tidak mungkin menderita banyak dari rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga selama 12 bulan ke depan.

“Jika AS tidak dapat menutup kerugian impor-impor Tiongkok yang lebih rendah melalui dukungan kembali produksi skala besar, maka kondisi permintaan yang kuat di AS harus dipenuhi dari sumber alternatif,” kata Dwyfor Evans, kepala strategi makro Asia Pasifik di State Street Global Markets, mengatakan pada CNBC 10 September. “Saya tidak akan mengimpor mainan dari Tiongkok. Sebaliknya, saya akan mengimpor dari Vietnam, jadi perang dagang dan proteksionisme benar-benar berakhir sebagai hal yang positif bagi Vietnam.”

Compal Electronics, produsen desain asli Taiwan, sedang meningkatkan kapasitas produksi di Vietnam. Techtronic Industries Company Ltd., produsen peralatan listrik Taiwan, sedang meningkatkan produksinya di negara-negara berbiaya rendah dan Amerika Serikat. Jalur produksi Vietnam tidak akan terpengaruh oleh tarif-tarif AS.

Biaya-biaya produksi di Vietnam saat ini lebih rendah daripada di Tiongkok, yang telah membuatnya menjadi tuan rumah investasi asing yang semakin populer selama dekade terakhir. Tarif-tarif AS di Tiongkok hanya akan mengintensifkan tren ini dengan semakin meningkatkan biaya untuk barang-barang yang diproduksi di Tiongkok.

“Banyak perusahaan yang sedang relokasi,” kata Robert Subbaraman, kepala ekonomi pasar berkembang di Nomura, kepada CNBC. “Aliran masuk FDI, khususnya, telah sangat kuat dan telah memberikan keseimbangan dukungan pembayaran yang baik untuk Vietnam.” (ran)

Share

Video Popular