Washington DC – Tahun ini adalah tahun ke-17 sejak serangan teroris terjadi terhadap gedung kembar World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat. Lebih dari 3.000 jiwa melayang dalam bencana yang mengejutkan dunia pada 11 September 2001.

Sampai sekarang, masih banyak orang meratapi nasib malang para korban. Namun, seorang bocah laki-laki yang lahir 3 tahun setelah kejadian di Amerika Serikat mengatakan kepada keluarganya ketika masih berusia 3 tahun, bahwa dia adalah reinkarnasi dari korban yang tewas dalam peristiwa 11 September. Dia juga mengatakan kepada ibunya, “Kami tidak akan mati.”

Pada tahun 2014, di Amerika Serikat ada sebuah acara TV berjudul Ghost Inside My Child (Ruh yang Hidup dalam Tubuh Anak Saya) dengan mengunjungi dan mewawancarai sejumlah keluarga, termasuk anak yang memiliki kenangan masa lampau yang disajikan kepada pemirsa televisi. Di antaranya terdapat seorang bocah dengan nama panggilan Cade. Dia mengaku dirinya adalah seorang korban tewas dalam serangan teroris 11 September 2001.

Cade lahir pada tahun 2004, dan sudah dapat berbicara atau berkomunikasi dengan orang tuanya saat berusia 1,5 tahun. Molly Curnutte, ibunya mengatakan, “Cade adalah bayi yang tidak rewel, dia akan tidur dengan tenang untuk waktu yang lama. Ketika berusia 3 tahun, dia sering terbangun dan berteriak jatuh, Patung Liberty, dan kata-kata tentang kakinya yang patah.”

Selain itu Cade memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap pesawat terbang. Cade bahkan keluar keringat dingin dan gemetar ketika melihat pesawat terbang di langit.

Dia juga sering berbicara bahwa Ia dulu bekerja di dalam gedung bertingkat. Dia bisa melihat Patung Liberty dari kaca jendela di kantornya. Dia juga ingat saat-saat dirinya jatuh dari gedung itu.

Yang lebih aneh lagi adalah, bahwa Cade sering menggambar dua gedung pencakar langit di atas kertas. Gambarnya disertai sebuah pesawat yang sedang terbang tidak jauh dari gedung. Gambar yang tidak bisa tidak mengingatkan kita pada gedung WTC di Mahattan, New York City yang runtuh karena serangan teroris 11/9.

Hal yang membingungkan sang ibu adalah, bahwa Cade tidak puas dengan nama yang diberikan oleh keluarga. Suatu hari dia menyebut sebuah nama dan mengatakan bahwa itu adalah namanya. Molly kemudian mengecek melalui internet, dan terkejut karena nama yang disebutkan Cade itu sebenarnya adalah nama korban tewas serangan teror 11/9.

Molly menduga, mungkin Cade adalah reinkarnasi dari korban tersebut. “Sebagai ibunya, saya sangat khawatir dengan usianya yang masih kecil, begitu prihatin dengan kematian dan pengalaman kematiannya. Tetapi dia selalu mengatakan kepada saya bahwa kita tidak akan mati, dia memilih saya dan dia juga mengatakan kepada saya bahwa dia berusia lebih tua dari saya.”

Film TV serial Ghost Inside My Child diproduksi oleh stasiun TV di Los Angeles, Joke Fincioen dan Biagio Messina. Dua produser tersebut berkomitmen untuk melacak anak-anak yang lahir dengan membawa ingatan masa lampau (kehidupan sebelumnya) dan keluarga mereka.

Dalam program ini, Cade yang berusia 10 tahun dipertemukan dengan teman-teman dari kehidupan masa lalu dan cerita mengenai beberapa situasi saat kejadian pada 11 September. Cade mengatakan, setelah pesawat menabrak gedung tinggi, dan terjebak di sana, saat itu dia jatuh dari menara, tapi tidak mati, kemudian tubuhnya terkubur oleh reruntuhan. Tetapi pada saat itu dia tidak merasakan sakit karena dia sudah meninggal dunia. (NTDTV/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds