Florida – SpaceX mengatakan sudah menandatangani perjalanan pribadi pertama ke bulan. Namun, ada beberapa perubahan dibanding rencana perjalanan sebelumnya.

Pengungkapan besar tentang siapa dan kapan turis pertama dalam penerbangan ke bulan akan segera diumumkan di kantor pusat perusahaan itu di Hawthorne, California. Ini bukan misi yang sama dengan yang dimumkan oleh pendiri SpaceX, Elon Musk, tahun lalu.

Rencana sebelumnya, akan ada dua penumpang yang membayar untuk terbang mengelilingi bulan pada tahun ini. Mereka akan menggunakan roket Falcon Heavy dan kapsul kru, Dragon.

Pada saat itu, Musk mengatakan pasangan turis itu sudah meminta SpaceX untuk mengirim mereka pada penerbangan luar angkasa selama seminggu. Dua orang tersebut sudah membayar uang muka atau deposit yang signifikan untuk perjalanan tersebut.

Dalam rencana baru, wisata antariksa ini akan tetap terbang di sekitar bulan. Namun, turis akan menggunakan roket SpaceX yang lebih besar. Roket itu masih dalam tahap pengembangan, yang memiliki kapal penumpang khusus. Perubahan lainnya adalah, sepertinya hanya akan ada satu turis pada kapal luar angkasa tersebut.

Roket baru ini dijuluki BFR, dan masih belum dibangun. Sehingga penerbangan itu mungkin tertunda, dan setidaknya baru akan terwujud beberapa tahun lagi.

SpaceX mengeluarkan teaser melalui Twitter pada 13 September 2018, dan Musk juga men-tweet berita tentang perubahan itu. Perwakilan perusahaan menolak memberikan rincian tambahan pada 14 September 2018 kepada AP.

“Tujuan utama Musk adalah menjajah Mars. Misi bulan ini, flyby, tidak akan melakukan pendaratan di Bulan. Namun mewakili langkah penting menuju akses yang memungkinkan bagi orang-orang biasa yang bermimpi bepergian ke luar angkasa,” kata SpaceX dalam tweet.

Di situs webnya, SpaceX menggembar-gemborkan ‘penumpang pertama’ pada misi BFR bulan. Itu menyiratkan bahwa akan ada lebih banyak lagi turis yang akan berkesempatan ‘traveling’ ke antariksa.

Ini berpotensi menjadi kunjungan pertama umat manusia ke bulan sejak 1972. Namun, tergantung pada bagaimana rencana terbaru NASA menuju bulan akan diwujudkan. Dua puluh empat astronot NASA terbang ke bulan dari 1968 hingga 1972, dan hanya 12 dari mereka yang menginjakkan kaki dan berjalan di permukaan berdebu Bulan.

NASA sedang membidik untuk terbang ke bulan, dengan kru, sekitar tahun 2023. Badan antariksa Amerika Serikat itu memiliki tujuan untuk membangun ‘pintu gerbang’ antariksa di sekitar bulan, lengkap dengan staf, pada 2020-an. ‘Pintu gerbang’ ini akan dijadikan sebagai basis untuk eksplorasi bulan, Mars, dan tujuan antariksa berikutnya. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds