Erabaru.net. Temui kembar identik Hannah dan Rachel, menjalani kehidupan balita terbaik mereka dengan keluarga mereka di Basingstoke, Inggris. Si kembar adalah sepasang mutiara yang langka, karena keduanya lahir dengan sindrom down 18 bulan yang lalu.

Menurut National Down Syndrome Cytogenetic Register, Inggris , memiliki kembar identik dengan sindrom down hanya terjadi sekitar satu dari satu juta kehamilan.

Ibu si kembar, Nardy Mejias, menggambarkan kehamilannya dengan gadis-gadis itu benar-benar sehat dan normal.

Pemeriksaan pra-persalinan tidak pernah menunjukkan salah satu dari gadis-gadisnya mungkin memiliki sindrom Down, jadi diagnosisnya sedikit mengejutkan pada awalnya. Gadis-gadis itu kira-kira umur tiga minggu ketika mereka didiagnosis.

Mejias dan suaminya, Enzo Lattanzio, menerima berita mengejutkan itu dan melakukan dengan sepenuhnya untuk mempelajari semua yang mereka bisa tentang sindrom Down.

“Sejauh ini membesarkan anak kembar sangat sulit, seperti lebih keras daripada lari maraton,” kata Mejias. “Tetapi merawat bayi kembar kami membawa sukacita besar bagi kami.”

“Kami menikmati bagaimana mereka bersatu dan merayakan ketika mereka mencapai tonggak dengan langkah mereka sendiri,” katanya.

“Mereka cantik – mereka tidak ditentukan oleh kondisi.”

Orangtua Rachel dan Hannah memiliki niat untuk membantu gadis-gadis mereka mencapai potensi penuh dalam hidupnya.

Si kembar sudah menemukan kesuksesan sebagai model, setelah baru-baru ini mendaftar di agensi model pertama mereka, Zebedee Management.

“Suami saya dan saya memiliki harapan besar untuk mencapai potensi penuh mereka (sesuai dengan) bakat masa depan mereka dan kami bekerja untuk memberi mereka kesempatan yang tepat dalam hidup,” kata Mejias.

“Mereka tidak akan didefinisikan oleh sindrom Down tetapi sebagai perempuan dengan kemampuan luar biasa, harga diri – merasa senang dengan diri mereka sendiri,” tambahnya.

Si kembar ini memiliki tiga saudara kandung yang lebih tua, yang telah dengan bersemangat menunjukkan kepada saudara-saudara mereka carai-cara masa kanak-kanak.

Si kembar sedang belajar berkomunikasi dalam bahasa isyarat serta bahasa Inggris, Spanyol, dan Italia.

Mejias berharap kisah gadis-gadisnya akan menginspirasi keluarga lain seperti dia untuk melihat harapan, nilai dan potensi anak-anak dengan sindrom Down.

“Tidak apa-apa menjadi berbeda,” kata Mejias.

“Kita semua memiliki sesuatu untuk dibawa ke dunia,” katanya. “Kami hanya membutuhkan cinta, perhatian, dan kesempatan yang sama yang diberikan kepada orang lain.”(ajij/yant)

(Sumber: vs.bldvideo.com)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds