EpochTimesId – Amerika Serikat kembali mengadakan latihan perang gabungan berskala besar di kawasan Guam, Pasifik Barat untuk ketujuh kalinya. Latihan bertajuk Valiant Shield, digelar setiap dua tahun sekali sejak tahun 2006.

Dalam latihan ini, militer AS mengembangkan kemampuan bertempur bersama bagi pasukan gabungan lintas kesatuan, termasuk unit pendukung pertempuran. Ruang lingkup latihan meliputi operasi keamanan maritim, operasi pasukan amfibi, latihan anti-kapal selam dan pertahanan udara.

Latihan gabungan juga bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara efektivitas militer dan layanan pendukung pertempuran. Mereka bersinergi guna memastikan bahwa pasukan gabungan militer siap dalam melakukan serangkaian misi operasional.

Sebanyak 15.000 personil militer dari Angkatan Udara, Darat, Laut serta Korps Marinir terlibat dalam latihan ini. Sebanyak 160 pesawat militer, dan 15 kepal perang juga dikerahkan.

Valiant Shield 2018 diadakan mulai 16 September sampai 23 September di Guam dan Kepulauan Mariana. Ini merupakan satu-satunya latihan integrasi tempur multi-cabang yang diselenggarakan oleh militer AS di Samudra Pasifik.

Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa pelatihan berfokus pada pendeteksian di udara dan laut, menentukan lokasi, pengejaran dan misi penyerangan. Latihan juga menekankan pendeteksian lewat jaringan satelit dan operasinya.

Salah satu komando tempur AS, kapal induk kelas Nimitz, USS Ronald Reagan turut serta dalam latihan ini. USS Reagan mengangkut lebih dari 4.400 serdadu, dan 60 buah pesawat tempur. Kapal induk ini dilengkapi dengan 2 buah reaktor nuklir untuk menyediakan pasokan listrik dan energi yang cukup untuk operasional.

“Kami sangat senang bisa berada di sini untuk berpartisipasi dalam latihan militer Valiant Shield 2018, karena Guam memberikan kesempatan pelatihan bersama untuk kelas dunia kami,” ujar penanggungjawab latihan militer, Laksamana Muda Daniel Dwyer dalam konfrensi pers di Gedung Pertahanan.

“Marianas Island Range Complex merupakan lingkungan terbaik untuk pelatihan militer yang memungkinkan pasukan gabungan untuk berkumpul dalam melakukan latihan bersama,” sambung Daniel Dwyer. (Xia Yu/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds