Washington DC – Aliansi produsen mobil ‘Renault-Nissan-Mitsubishi’ mengatakan akan mengadopsi sistem operasi Android dari Google Alphabet. Google akan semakin menunjukkan superioritasnya pada pasar infotainmen, jika rencana ini benar-benar terwujud.

Renault, Nissan, dan Mitsubishi, mengantongi penjualan gabungan sebesar 10,6 juta kendaraan tahun lalu. Mereka mengatakan model masa depan akan mengintegrasikan aplikasi dan layanan Google, termasuk Peta dan Asisten Google yang diperintah dengan suara.

Langkah ini menjadi yang pertama kali, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal. Mereka mendahului produsen mobil mewah berteknologi tinggi. Padahal, banyak produsen mobil yang takut kehilangan kendali atas hubungan dengan pelanggan, data, dan potensi pendapatan masa depan yang signifikan dari layanan konektifitas pada kendaraan pribadi.

Beberapa produsen kecil seperti Volvo Cars, juga telah memutuskan untuk menyematkan Android Auto di kendaraan mereka. Namun, skala pergeseran oleh Renault-Nissan-Mitsubishi berpotensi menyebabkan pemikiran yang lebih luas dari strategi teknologi mandiri yang mahal.

“Pembuat mobil besar sebelumnya enggan untuk berbisnis dengan Google, tetapi ini sekarang telah berubah,” kata Jauke de Jong, seorang analis riset di AFS Group, Amsterdam. “Lebih banyak pembuat mobil berpotensi mengikuti (Renault cs) dan bermitra dengan Google.”

Sampai sekarang, pembuat mobil lebih memilih perangkat lunak Linux, Microsoft atau QNX untuk sistem infotainment. Pilihan ini menghasilkan platform yang lebih minimalis yang dapat mereka kendalikan sendiri. Namun, sistem aplikasi itu menawarkan lebih sedikit ruang untuk menambahkan aplikasi atau fungsi baru, jika dibandingkan dengan sistem android Goole.

Kabar ini sepertinya akan segera menimbulkan masalah bagi pemasok teknologi otomotif tertentu, seperti misalnya spesialis pemetaan TomTom. Perusahaan itu memperhitungkan Renault sebagai salah satu target pelanggannya. Saham di grup usaha Belanda itu bahkan langsung turun lebih dari seperempat poin setelah pengumuman ini.

Sebagai imbalan untuk menyerahkan kunci infotainment kepada Google, aliansi Renault cs akan meminta google untuk memboyong semua dari ribuan aplikasi Android ke dalam sistem infotanment mobil mereka.

“Kemitraan ini menjanjikan pengalaman yang luar biasa untuk pemilik mobil, yang saat ini hanya tersedia di luar kendaraan atau, sampai batas tertentu, dengan menghubungkan perangkat Android ke kendaraan yang mendukung sistem,” kata pemimpin pengembangan aliansi, Hadi Zablit.

Sebelumnya, sudah banyak pembuat mobil terkemuka menawarkan ‘mirroring infotainment’ untuk dipasangkan dengan iPhone Apple atau smartphone Android. Pesaing premium seperti BMW dan Mercedes-Benz Daimler berinvestasi besar dalam sistem operasi mereka sendiri, berupa asisten vokal dan layanan koneksi.

Renault-Nissan-Mitsubishi mengatakan sistem infotainment baru juga akan diintegrasikan dengan diagnostik kendaraan jarak jauh dan kemampuan ‘upgrade over-the-air’, yang ditawarkan melalui layanan cloud berbasis aliansi itu sendiri.

Setelah hampir dua dekade kemitraan, Renault dan Nissan masih mengintegrasikan teknologi mereka sendiri. Itu adalah sebuah proses yang seringkali penuh dengan ketegangan. Pilihan pada platform pihak ketiga pun kini menyelesaikan pertanyaan, sistem infotainment siapa yang akan digunakan.

Renault memiliki 43,4 persen saham di Nissan. Sementara Nissan, yang pada gilirannya memegang 15 persen saham Renault dan 34 persen Mitsubishi Motors.

“Kendaraan pertama yang dilengkapi dengan sistem Android akan diluncurkan pada 2021,” kata aliansi itu. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds