Oleh : Cao Kai (Chinese Academy of Science, Institute of Developmental Biology)

Tahun 1859, Charles Darwin mengemukakan teori evolusi, menurutnya mahluk hidup bukan ciptaan Tuhan, melainkan melalui proses evolusi yang sangat lama dari wujud yang sederhana sampai menjadi rumit. Sebenarnya, teori evolusi sampai saat ini hanyalah semacam hipotesa (praduga yang masih harus dibuktikan kebenarannya, Red.), waktu itu Darwin berharap akan menemukan bukti yang kuat di masa mendatang atas teori ini, namun hingga saat ini bukti yang tahan uji tersebut tidak pernah ditemukan, apalagi teori evolusi ini sangat berlainan dengan fakta, argumennya ambigu, kesimpulannya pun tidak bisa diulang.

 3. Kesalahan Mematikan dari Teori Evolusi Modern

Jika suatu teori benar, dari sudut pandang yang berbeda akan dapat terbukti kebenarannya, dan pembuktian dari berbagai sudut berbeda akan saling menguatkannya. Inilah yang terjadi pada pembuktian teori relativitas dan pembuktian bahwa gen adalah molekul DNA.

Sedangkan pada teori evolusi yang terjadi justru sebaliknya: antar teori terdapat pertentangan yang mendasar, besarnya perbedaan itu pun sangat unik.

Mungkin contoh yang dikemukakan oleh Gould dapat secara pencitraan mengungkap alasannya: “Riset oleh D. G. Barrinton di tahun 1890 menunjukkan: orang kulit hitam tingkatannya rendah, karena mereka masih memiliki karakteristik di masa kanak-anak. riset oleh L. Bolk tahun 1926 menunjukkan: orang kulit hitam tingkatannya rendah, karena pertumbuhan mereka melampaui orang kulit putih yang mempertahankan karakteristik anak-anak.

“Mengapa argumen yang bertolak belakang dapat mendukung pandangan yang sama? Karena keduanya mencari dasar di atas sebuah keyakinan yang salah, dan bukan membuat kesimpulan ilmiah dari fakta yang ada. Yang terungkap di sini justru adalah masalah pada teori evolusi.

Dari sudut pandang pada umumnya, jika suatu teori dasarnya memiliki sisi yang saling bertolak belakang, dan bertolak belakang dengan sejumlah dalil yang telah terbukti, maka ketelitian pada ilmu pengetahuan tidak akan membiarkannya eksis.

Berikut ini adalah beberapa masalah yang mematikan, yang cukup untuk menyangkal teori evolusi:

Perhitungan probabilitas menunjukkan, kemungkinan berevolusinya mahluk hidup begitu kecilnya sampai mutlak tidak mungkin terjadi.

Teori evolusi modern menjelaskan evolusi dari tingkat gen, ini yang tak terbayangkan di era Darwin. Gen tidak mengalami perubahan yang mendasar, segala perubahan pada permukaan tidak memiliki makna apa pun bagi evolusi.

Dengan kata lain, evolusi harus berlandaskan pada evolusi gen. Teori evolusi menggunakan hipotesa mutasi acak gen untuk menjelaskan akar penyebab evolusi. Yang patut diperhatikan adalah, rumus matematika dan model yang umum diaplikasikan pada bidang biologi seperti saat ini, para evolusionis sama sekali tidak ada mengemukakan rumusan untuk mengkalkulasi probabilitas mutasi gen dalam mewujudkan evolusi, sebab setiap rumus yang rasional akan menyangkal evolusi.

Banyak kalangan akademisi telah membuktikan kekeliruan pada teori evolusi dari segi probabilitas, Behe M. J. dalam bukunya “Darwin’s Black Box” telah menyangkal kemungkinan evolusi dengan presisi canggih pada struktur kehidupan.

Banyak bukti praktik: perubahan spesies dan munculnya spesies baru adalah dua hal berbeda

Darwin menganggap perubahan internal suatu spesies sebagai evolusi semua spesies mahluk hidup, seperti anjing bisa dikembang-biakkan menjadi banyak varietas, maka kera juga dapat berevolusi menjadi manusia.

Penyimpulan seperti ini pada dasarnya sangat bermasalah. Hasil yang sebenarnya telah menyangkal praduga Darwin ini. Pakar pemuliaan spesies tahu, lingkup perubahan suatu spesies mahluk hidup sangat terbatas. Dan akhirnya, spesies yang dikembangkan akan mandul, atau kembali ke spesies aslinya.

Masalah teori evolusi modern terhadap kecepatan evolusi, teori dan fakta saling berlawanan

Mahluk hidup dari yang derajatnya rendah hingga derajat tinggi, dilihat secara vertikal dan menyeluruh, kecepatan terjadinya mutasi genetik semakin lambat, kemampuan bertahan hidup alami pada individu yang bermutasi itu juga semakin lemah, maka kecepatan evolusi seharusnya semakin lambat; sedangkan di dalam teori evolusi mengakui: dalam sejarah geologi, dilihat secara vertikal, kecepatan munculnya spesies baru kian hari kian cepat, menunjukkan tren evolusi yang semakin dipercepat. “Tabel waktu evolusi” telah menutupi banyak fakta yang sebaliknya, fosil menunjukkan sejarah perubahan akibat bencana yang bersiklus.

Tabel waktu evolusi disusun untuk membuktikan teori evolusi pada saat ketersediaan data fosil masih sangat terbatas, tabel itu sendiri pada dasarnya banyak kesalahan, seperti waktu munculnya unggas adalah hasil rekayasa berdasarkan Archaeopteryx.

Seiring dengan semakin banyaknya ditemukan fosil, banyak kasus yang bertentangan dengan teori evolusi pun ikut bermunculan, tapi karena temuan tersebut tidak bisa dipahami maka kemudian ditekan.

Jika seluruh penemuan paleontology disusun berdasarkan urutan waktu, hasilnya cukup untuk menyangkal teori evolusi.

Arkeolog Michael A. Cremo dan Richard Thompson dalam buku berjudul “Forbidden Archeology” telah memaparkan 500 kasus dengan pembuktian kuat yang bertentangan dengan teori evolusi, di dalamnya terdapat peninggalan peradaban manusia prasejarah dari puluhan ribu, jutaan bahkan milyaran tahun silam.

Arkeolog bernama Y. Druet menemukan sejumlah pipa berbahan logam dengan tipe berbeda pada lempengan batu kapur di Prancis, lempengan tersebut berumur 65 juta tahun.

Pada lempengan batu di Glen Rose, Texas, AS, pada pesisir Sungai Paluxy, di samping sebuah fosil jejak kaki dinosaurus ditemukan fosil 12 jejak kaki manusia. Pada lapisan yang sama juga ditemukan fosil jari tangan manusia dan sebuah palu, gagang palu tersebut telah berubah menjadi batu bara, bisa dilihat betapa umurnya sudah sangat tua. Kepala martil tersebut mengandung 96,6% besi, 0,74% sulfur dan 2,6% klorin, ini adalah semacam logam campuran yang tidak bisa diciptakan masa modern ini.

Temuan yang paling lama bisa ditelusuri hingga 2,8 milyar tahun silam yakni ratusan buah bola dari logam yang sangat presisi, juga reaktor nuklir berskala besar dari 2 milyar tahun silam, strukturnya lebih canggih daripada yang ada di zaman sekarang ini.

Banyak akademisi menduga reaktor nuklir tersebut adalah peninggalan mahluk luar angkasa, tapi kuil kuno dari 20.000 tahun silam jelas adalah bangunan manusia bumi. Namun pengetahuan astronomi dan teknik metalurgi jauh melampaui manusia zaman sekarang; namun senjata terbuat dari besi yang ditemukan dari 250.000 tahun silam justru menunjukkan peradaban manusia yang tidak begitu maju.

Majalah “Science” AS tahun 98 (volume 282, 1453~1459) memuat serangkaian temuan arkeologi antara lain: patung manusia berusia 15000 tahun silam, patung manusia dari 23000 tahun silam, patung kuda yang diukir dari gading mammoth berusia 30000 tahun, tombak bermata kail yang dibuat 90000 tahun silam.

Kita tahu, peradaban manusia dari periode yang tidak diketahui berkembang sampai sedemikian pesat sekarang ini, hanya membutuhkan waktu sekitar 5000 tahun saja, lalu berbagai situs sejarah dari periode yang begitu lama sebelumnya, bukankah ini berarti, dahulu kala pernah ada peradaban yang berbeda? (SUD/WHS/asr)

Bersambung

Baca juga : Teori Evolusi, Sebuah Keyakinan Yang Keliru (1)

Baca juga : Teori Evolusi: Sebuah Keyakinan yang Keliru (2)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds