Jin Yan

Ada yang mengatakan: “Para pengusaha RRT jika bukan dipenjara maka mereka sedang di perjalanan menuju penjara.” Pada 10 September lalu, Ma Yun (Jack Ma) yang baru berusia 54 tahun, lebih awal mengumumkan bahwa tahun depan ia akan secara resmi mengundurkan diri sebagai ketua Dewan Direksi Grup Alibaba. Orang-orang tak pelak akan bertanya, bisakah Jack Ma yang melawan arus mengundurkan diri ketika sedang di puncak karir, realita kutukan iblis “daftar orang kaya” RRT menjadi  “daftar penyembelihan babi”, dapat diubahnya?

Sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) mereformasi diri selama 40 tahun ini, banyak konglomerat telah bermunculan dalam semalam.

Namun, setelah melalui siklus ekonomi dan pergerakan politik yang berulang-ulang, sejumlah pebisnis top di negara komunis itu yang diijinkan (oleh partai komunis) untuk menjadi kaya lebih dulu, dengan melalui KKN antar penguasa dan pengusaha, mereka sulit hidup tentram di paruh hidupnya atau di babak kedua karir perusahaannya. 

Mereka ini sering kali jatuh menjadi korban dalam perebutan kekuasaan internal PKT, masyarakat Tiongkok menganalogikannya bagaikan seekor ternak gemuk yang disembelih seperti beberapa contoh kasus di bawah ini:

1.Mou Qizhong

Dia mantan presiden Grup Nande, salah satu tokoh paling kontroversial dalam proses reformasi-keterbukaan di RRT. Pada tahun 1971 ia dipenjara untuk kali pertama karena artikel kritis yang ia tulis bersama dengan orang lain, berjudul “Tiongkok akan berjalan ke mana?”.

Pada bulan September 1983, dengan tuduhan “spekulasi jual-beli kosong” ia ditangkap lagi. Pada bulan Oktober 1989, Mou menggunakan 500 wagon KA makanan kaleng berhasil ditukar dengan 4 unit pesawat penumpang T-154 dari Uni Soviet; “Forbes” kemudian memasukkan Mou Qizhong dalam daftar 10 orang terkaya di Tiongkok pada tahun 1994, di peringkat ke 4.

Pada tahun 2000, Mou Qizhong masuk penjara lagi karena kasus penipuan kartu kredit Nande Group dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, ia dibebaskan lebih awal pada tanggal 27 September 2016.

2. Yang Rong

Dia mantan Chairman dan Presiden Brilliance China Automotive Corporation juga seorang pengusaha bintang yang jatuh dari daftar orang terkaya. Masuk dalam daftar orang terkaya di “Forbes” edisi untuk Tiongkok pada tahun 2001, Yang Rong menduduki peringkat ketiga dengan aset 7 miliar Yuan dan dikenal sebagai predator besar di pasar modal Tiongkok.

Pada 21 Oktober 2002, Yang Rong ditangkap karena dengan tuduhan terlibat dalam kejahatan ekonomi. Sampai di sini impian Yang Rong benar-benar buyar.

3. Huang Guangyu.

Dia asli kelahiran Shantou, Guangdong juga merupakan nama legendaris dalam sejarah bisnis Tiongkok. Ia pada tahun 2006, juga menduduki peringkat pertama dalam daftar orang terkaya Tiongkok (Forbes), dengan kekayaan mencapai 43 miliar.

Namun, pada saat karir Huang berada di puncak, pada 23 November 2008 ia ditangkap oleh polisi Beijing dengan tuduhan kejahatan ekonomi, kemudian dijatuhi hukuman 14 tahun penjara plus denda 600 juta Yuan dan harta 200 juta Yuan disita.

4. Liu Han.

Dia yang dikenal sebagai “predator permodalan” dan “taipan pertambangan” adalah ketua dewan direksi Hanlong Group perusahaan swasta terbesar di provinsi Sichuan dan ketua perusahaan Jinlu Group (terdaftar), perusahaan yang memiliki puluhan anak perusahaan dan malang menlintang pada banyak bidang seperti sekuritas keuangan, tenaga energi listrik, real estate, dan pertambangan.

Aset yang dimilikinya mencapai puluhan miliar dolar, pernah disebut majalah “Forbes” sebagai “orang kaya sejati yang menyelam di bawah air”.

Namun sesuai peribahasa, “pohon besar tumbang kera – monyet pun semburat”, dan seiring dengan lengsernya Zhou Yongkang yang telah menyusup kedalam Keamanan Publik dan menjadi pentolan di Departemen Politik-Hukum Pusat selama 10 tahun yang berulang kali berkoar di depan umum hendak membasmi dunia kejahatan, ironisnya Zhou sendiri mejadi beking dari dunia hitam. Maka Liu Han, “Bos Hitam” anak didik Zhou Yongkang, yang mendominasi Sichuan dan memeras rakyat serta bertindak sewenang-wenang selama 20 tahun, juga telah dieksekusi mati.

Beberapa tahun terakhir, banyak buaya keuangan (financial predator) di daratan Tiongkok masuk ke dalam penjara karena peran mereka sebagai “tameng” bagi para pejabat korup PKT dan terlibat dalam perebutan kekuasaan antar geng dan faksi dalam internal partai, bahkan terlibat dalam “kudeta financial” dan lain sebagainya. Seperti Xiao Jianhua ketua “Tomorrow group”, presiden Anbang Group, dan Wu Xiaohui cucu mantu Deng Xiaoping, mereka satu demi satu disidik oleh polisi PKT.

Ada penilaian yang mengatakan bahwa Jack Ma memang seorang pelopor, ia telah membuka sebuah era dan mengubah cara hidup orang-orang. Misalnya, Taobao mengubah metode belanja orang-orang; Alipay mengubah kebiasaan pembayaran orang; Yu’e Bao memaksakan bank untuk reformasi; Cainiao (CSN) meningkatkan kecepatan logistik Tiongkok; Belanja Tmall membawakan konsep “ritel baru” yang total baru; Sesame Credit telah menjadi sistem evaluasi kredit penduduk di kota-kota besar …..

Namun, peningkatan pesat dari Alipay dan Yu’e Bao juga menggerogoti “pundi-pundi” dari bank-bank BUMN dan telah merampas “mangkuk nasi” dari bank tradisional, dengan demikian memicu iri hati dan ketidakpuasan dari sesama industri yang mencelanya sebagai “parasit keuangan” tipikal dan “vampire”yang menghisap darah bank.

Platform belanja online e-commerce Taobao telah sangat mempengaruhi toko-toko komersial offline dan maraknya penjualan produk palsu, juga sama telah mengalami berbagai kritik dan kecaman dari opini publik.

Oleh karena itu Jack Ma yang meneriakkan “Bila bank tidak berubah maka kami lah yang akan mengubah bank” setelah diblokir oleh 4 bank besar BUMN yang beraliansi, juga mengalami tekanan terus-menerus oleh tingkat elit partai.

Yu’e Bao yang memiliki 300 juta pengguna, batas penyimpanan akun pribadi yang semula 1 juta Yuan dipaksa turun menjadi 250.000 Yuan; dan dari 250 ribu Yuan diturunkan lagi menjadi 100 ribu Yuan; setelah batas pembelian satu hari dikurangi menjadi 20.000 Yuan, mau tidak mau disesuaikan lagi menjadi 10.000 Yuan.

Baru-baru ini, Ant Financial Service “diinterogasi” oleh bank sentral; Hua bei Jie bei dihentikan dan ditutup; Yayasan Ant ditutup; suku bunga Yayasan Tianhong berulang kali menembus angka terendah baru ……….

Justru karena itu Jack Ma dalam beberapa hari ini ketika menanggapi pertanyaan dari penonton di Rusia menyatakan: “Kesalahan terbesar saya adalah menyesal telah menciptakan Alibaba.”

Jack Ma yang paham akan prinsip “Eksistensi yang tidak lagi dibutuhkan”pernah berkata terus terang: “Pengusaha RRT benar-benar tidak berakhir dengan baik. Kenyataannya memang demikian. Di dalam sejarah pun demikian.”

Chairman Alibaba Jack Ma, di Davos, Swiss, pada 23 Januari. Alibaba kehilangan US $ 11 miliar semalam pada 28 Januari setelah terlibat pertikaian dengan regulator Tiongkok. (Fabrice Coffrini / AFP / Getty Images)

Menghadapi tekanan regulasi massif dari pihak pemerintah, Ma Yun (Jack Ma) pasca sembuh dari sakit parahnya mengatakan: “Jika negara membutuhkan, saya akan segera menghibahkan Alipay ke negara.”

Meminjam film “Gong Shou Dao (Ilmu ofensif dan defensif)”, Master seni bela diri Jack Ma juga mengutarakan rasa sakit di kedalaman hatinya: “Seberapa tinggi ilmu bela dirimu, ngeri juga dengan pisau pemotong sayur.” Pisau pemotong sayur, melambangkan penampilan fisik dari senjata tajam, dan hanya satu jenis orang yang memiliki senjata secara sah yakni orang-orang yang memegang kekuasaan (PKT).

Pada awal tahun ini, media partai PKT menerbitkan sebuah artikel yang judulnya mengutip kata-kata dari Karl Marx dalam “Manifesto Komunis”: “Kaum Komunis dapat merangkum teori-teori mereka ke dalam satu kalimat saja yakni: penghapusan kepemilikan pribadi.”

Pada tanggal 12 September, sebuah artikel berjudul “Ekonomi swasta Tiongkok telah menyelesaikan tugasnya membantu pengembangan ekonomi publik, secara bertahap harus meninggalkan lokasi” juga beredar di Internet.

Dapat dilihat bahwa begitu seorang pengusaha swasta Tiongkok menjadi konglomerat, akan sulit menghindar menjadi daging berlemak di atas talenan dari sistem kepemilikan publik PKT yang siap untuk disembelih.

Meskipun Jack Ma berhenti di waktu yang tepat dan mampu melindungi dirinya sendiri serta cukup beruntung dalam menghindari petaka, juga sulit untuk mengubah nasib sial dan kutukan iblis “daftar orang terkaya” Tiongkok terdegradasi menjadi “daftar penyembelihan ternak.” (LIN/WHS/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds