Moskow – Sebuah kelompok investigasi di Inggris mengatakan berhasil mengidentifikasi salah satu dari dua tersangka kasus serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris. Tersangka adalah perwira berpangkat kolonel yang pernah mendapat bintang jasa di badan intelijen militer Rusia, GRU.

Lembaga itu, Bellingcat, mengatakan pada 26 September 2018 waktu setempat, bahwa tersangka, yang nama paspornya adalah Ruslan Boshirov, sebenarnya adalah Kolonel Anatoliy Chepiga. Kolonel Chepiga dianugerahi medali tertinggi Rusia, ‘the Hero of Russia’ (Pahlawan Rusia), pada tahun 2014.

Foto dari file paspor Chepiga tahun 2003 sangat mirip dengan Boshirov. Namun, laporan itu tidak mengandung bukti lainnya bahwa Boshirov dan Chepiga adalah orang yang sama.

Inggris menuntut Boshirov dan tersangka lain, Alexander Petrov, di pengadilan. Mereka akan didakwa berusaha membunuh mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia Skripal pada 4 Maret 2018.

Kedua tersangka direkam oleh kamera pengintai sehari sebelum serangan terhadap Skripal, di lokasi yang tidak jauh dari rumah korban, di Salisbury, Inggris, pada tanggal 4 Maret 2018. (Polisi Metropolitan London)

Kedua tersangka melakukan serangan dengan agen (racun pelumpuh) saraf yang dirancang pada era Uni Soviet, Novichok. Serangan terjadi di kota Salisbury, Inggris. Pemerintah Inggris mengatakan serangan itu mendapat persetujuan pada tingkat senior negara Rusia. Sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Moskow.

Tidak ada komentar langsung dari Moskow mengenai klaim terbaru dari Bellingcat, yang bergantung pada media sosial dan sumber terbuka dalam penyelidikannya. Kelompok ini sangat berfokus pada Rusia, mengekspos kegiatan militer Rusia di Ukraina, Suriah dan beberapa tempat lain.

Awal bulan ini, dua pria Rusia muncul di Chanel RT, stasiun TV milik negara. Mereka mengatakan mengunjungi Salisbury sebagai turis dan tidak ada hubungannya dengan keracunan Skripal. Mereka membantah klaim Inggris bahwa mereka adalah perwira intelijen militer Rusia, dan mengatakan mereka bekerja pada perusahaan suplemen nutrisi.

Bellingcat mengatakan telah menerima tips dari mantan perwira militer Rusia dan membaca foto para lulusan akademi militer Rusia. Mereka menemukan seorang pria yang menyerupai Boshirov dalam regu tembak dan kemudian ‘mengaduk-aduk’ database resmi yang bocor, untuk menemukan rincian pribadi.

Detektif swasta itu kemudian berhasil mengidentifikasi pria itu sebagai Chepiga. Mereka akhirnya juga berhasil melacak file paspornya, tertanggal 2003. Foto paspor itu sangat identik dengan Boshirov.

Bellingcat mengatakan Chepiga pernah beberapa kali bertugas di Chechnya. Dia ditempatkan di lokasi pasukan Rusia memerangi pemberontak Islam. Dikatakan juga bahwa file paspor Chepiga mencatat dia adalah anggota unit militer pasukan khusus GRU.

Lembaga itu mengatakan bahwa sekolah militer Chepiga mendaftarkannya sebagai salah satu lulusan yang dianugerahi penghargaan ‘the Hero of Russia’ pada Desember 2014. Mereka menambahkan bahwa data mengisyaratkan, tersangka kemungkinan menerima medali atas penugasannya di Ukraina timur. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular