Warsawa – Polandia berencana membangun kanal baru. Sehingga kapal mereka tidak lagi harus melewati perairan Rusia untuk sampai ke Laut Baltik.

Presiden dari partai yang memerintah Polandia mengatakan negara itu berupaya keras untuk mewujudkan rencana untuk mengikis pengaruh Rusia. “Ini penting untuk status Polandia,” Jaroslaw Kaczynski, kepala partai Hukum dan Keadilan, mengatakan dalam sebuah wawancara radio, menurut Daily Telegraph.

“Pada akhirnya, Polandia perlu melepaskan jejak terakhir menjadi negara dependen. Kita perlu menunjukkan bahwa Rusia selalu mendikte apa yang kami bisa atau tidak bisa lakukan di wilayah kami,” kata Kaczynski.

Kanal ini rencananya dibangun dengan menggali melalui hamparan tanah tipis antara Laguna Vistula dan Laut Baltik, di pantai timur laut Polandia. Jika berhasil diwujudkan, Kanal akan memiliki panjang 1.100 meter dan kedalaman 16 kaki. Kanal diharapkan akan selesai pada 2022.

Saat ini, kapal Polandia yang keluar dari laguna, dari pelabuhan Elblag harus berlayar melalui perairan Rusia.

Denah rencana kanal baru Polandia. (Tom Ozimek/The Epoch Times)

Rusia mengeluh kepada Komisi Eropa bahwa mereka belum pernah berkonsultasi tentang kanal itu. Mereka juga mengatakan bahwa konstruksi dapat merusak ekosistem di laguna.

Namun, Kaczynski mengatakan bahwa Rusia selalu menentang rencana pembangunan kanal. Keluhan Rusia menurutnya adalah upaya untuk menghambat investasi strategis untuk Polandia.

Polandia Dipuji oleh Trump
Sehari sebelum ucapan Kaczynski, Presiden AS Donald Trump memuji Polandia atas upayanya untuk mengurangi ketergantungannya pada Rusia, khususnya yang berkaitan dengan energi.

Gazprom Rusia dan mitranya di Eropa sedang mengembangkan jalur pipa Nord Stream 2. Jaringan pipa yang dirancang untuk menggandakan volume pasokan gas alam yang dipompa ke Jerman dari Rusia melalui Laut Baltik, menghindari rute transit tradisional melalui Ukraina.

“Ketergantungan pada pemasok asing tunggal dapat membuat negara-negara rentan terhadap pemerasan dan intimidasi dan itulah mengapa kami mengucapkan selamat kepada negara-negara Eropa seperti Polandia untuk memimpin pembangunan pipa Baltic, sehingga negara-negara (Eropa) tidak bergantung pada Rusia untuk memenuhi kebutuhan energi mereka,” Trump mengatakan dalam sebuah pidato di Majelis Umum PBB.

Sebagian besar negara-negara Eropa timur dan Amerika Serikat berpendapat bahwa pipa Rusia yang diusulkan pada akhirnya dapat membatasi rute pasokan dan keamanan energi Uni Eropa. Pipa Rusia juga berpotensi melukai upaya Ukraina untuk mereformasi ekonominya, karena negara itu akan kehilangan pendapatan miliaran dolar dalam biaya transit gas.

Sementara Pipa Baltic direncanakan akan membuat Denmark dan Polandia mendapat akses langsung menuju ladang gas Norwegia, sehingga memperluas kapasitas transmisi gas Eropa hingga 10 miliar meter kubik per tahun. Jaringan pipa ini akan selesai pada akhir tahun 2022. Keputusan akhir tentang investasi diharapkan rampung pada akhir tahun ini.

Polandia juga meminta Amerika Serikat untuk membantu melawan agresi Rusia dengan membangun pangkalan militer permanen di Polandia. Presiden Andrzej Duda bahkan menyarankan pangkalan semacam itu bisa dinamai, “Fort Trump.”

“Kami akan meningkatkan kerja sama dalam hubungan militer dan intelijen, pertahanan rudal, teknologi, dan pelatihan,” kata Trump.

Proposal dari departemen pertahanan Polandia pertama kali diajukan pada akhir Mei, dan menegaskan bahwa Polandia bersedia menyumbang sebanyak 2 miliar dolar AS untuk membiayai pembangunan pangkalan baru. Rencananya, pangkalan itu akan menampung sekitar 15.000 pasukan AS dan 250 kendaraan lapis baja milik Polandia, sebuah langkah yang dapat memprovokasi dan mengundang kemarahan Rusia.

Proposal itu menyatakan, “Membangun kekuatan semacam itu diperlukan untuk menghadirkan tantangan tegas dan penghadangan terhadap postur Rusia yang semakin berani dan berbahaya, yang sangat mengancam Eropa.”

Seorang juru bicara Rusia mengatakan kepada kantor berita Tass bahwa, “Langkah-langkah ekspansionis ini, tentu saja, menghasilkan penentangan dari pihak Rusia untuk menyeimbangkan paritas. Yang setiap kali dilanggar dengan cara ini.” (JOHN SMITHIES dan Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds