WASHINGTON – Seorang warga Tiongkok ditangkap di Chicago pada 25 September dengan dakwaan bahwa dia diam-diam bekerja untuk seorang pejabat tinggi intelijen Tiongkok untuk membantu merekrut insinyur dan para ilmuwan, termasuk beberapa yang bekerja sebagai kontraktor pertahanan AS, kata Departemen Kehakiman.

Ji Chaoqun, 27 tahun, pertama kali datang ke Amerika Serikat pada tahun 2013 untuk mempelajari teknik elektro di Institut Teknologi Illinois, dan pada tahun 2016 terdaftar di Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS (U.S. Army Reserves).

Dia muncul di gedung pengadilan federal di Chicago dengan tuduhan telah bertindak sebagai agen perantara untuk pemerintah Tiongkok.

Laura Hoey, yang mewakili Ji dalam kasus ini, tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Menurut tuntutan pidana tersebut, Ji tiba di Amerika Serikat dari Beijing pada bulan Agustus 2013 dengan visa pelajar F1, dan melanjutkan untuk mendapatkan gelar Master dalam bidang teknik elektro pada tahun 2015.

Pesan-pesan teks yang ditinjau oleh Biro Investigasi Federal menunjukkan bahwa pada November 2013, Ji diperkenalkan kepada petugas intelijen dari Kementerian Keamanan Negara Provinsi Jiangsu, yang disebut dalam pengaduan tersebut sebagai “Petugas Inteligen A,” di samping orang lain yang hanya diidentifikasi sebagai ” Petugas Intelijen B. ”

Mereka kemudian bertemu dalam beberapa kesempatan di Tiongkok, dan pada awalnya pejabat intelijen tersebut mengatakan kepada Ji bahwa dia adalah seorang profesor perguruan tinggi, menurut pengaduan dan pernyataan tertulis yang diajukan oleh FBI.

Namun, kata FBI, Ji akhirnya mengetahui identitas orang tersebut dan tahu bahwa ia adalah seorang perwira di Kementerian Keamanan Negara Provinsi Jiangsu, yang merupakan departemen provinsi dari Kementerian Keamanan Negara.

Surat perintah penggeledahan yang telah dilakukan pada akun email tahun 2015 kemudian menunjukkan Ji telah mengirim file-file ke Petugas Intelijen A yang berisi informasi tentang delapan orang yang berbeda yang berbasis di Amerika Serikat. Kedelapan orang tersebut adalah semua warga yang telah dinaturalisasi dari Taiwan atau Tiongkok yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman mengatakan mereka semua bekerja untuk, atau sudah pensiun, pekerjaan di sektor-sektor sains dan teknologi, dan tujuh dari delapan tersebut bekerja atau telah bekerja untuk kontraktor-kontraktor pertahanan AS. (ran)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds