Erabaru.net- Otoritas Taiwan gencar menciptakan lingkungan pariwisata yang ramah bagi muslim. Sejumlah fasilitas telah dibangun termasuk keberadaan 100 hotel dan restoran yang kini telah memiliki sertifikasi halal dari otoritas setempat.

Pada acara ini dihadiri oleh Direktur Biro Pariwisata Taiwan Kantor Kuala Lumpur Chou Shih-Pi dan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) Pauline Suharno. Kali ini juga mengundang 15 travel agent terbesar di Indonesia.

“Taiwan telah meningkatkan beberapa inisiatif untuk menarik lebih banyak warga Indonesia untuk melakukan perjalanan ke Taiwan,” kata Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) Jakarta, John Chen di acara pameran produk wisata Taiwan di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Dia merinci Taiwan telah meringankan peraturan agar orang Indonesia dapat mengajukan permohonan visa Taiwan.

Langkah lainnya, kata dia, Taiwan menaikkan level pariwisata halal mulai dari lingkungan yang ramah Muslim yakni lebih dari 100 hotel dan restoran telah memperoleh sertifikasi halal.

Lingkungan pariwisata lainnya yang dibuat adalah sejumlah stasiun transportasi umum dan tempat wisata dilengkapi dengan fasilitas yang ramah-Muslim dengan dibangun Mushalla.

Ambasador Chen menambahkan, sebanyak 189.000 warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke Taiwan pada tahun 2017. Bahkan angka ini menunjukkan pertumbuhan 46% dibandingkan dengan 2016.

Menurut Chen, apalagi didukung masyarakat kelas menangah Indonesia yang menyukai perjalanan ke luar negeri, pihaknya percaya lebih banyak warga Indonesia akan tertarik mengunjungi Taiwan.

“Kami yakin bahwa mengunjungi Taiwan akan menjamin Anda pengalaman yang tak terlupakan karena banyak yang ditawarkan Taiwan,” ujarnya.

Apalagi kini, Taiwan dikenal sebagai surga Makanan, memiliki penduduk yang paling ramah, dan lingkungan paling aman untuk bepergian.

Tidak heran, penerbit panduan perjalanan terbesar di dunia, Fodor, menempatkan Taiwan di peringkat ke-12 di antara 52 destinasi wajib pada tahun 2018, bahkan lebih tinggi dari Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong.

Sementara menurut data terbaru Mastercard 2018 “ Muslim global Travel Index (GMTI),” Taiwan menempati peringkat ke-5 dalam  tujuan wisata terbaik negara atau entitas non Muslim, melampaui tempat-tempat wisata seperti Jerman, Australia, dan Amerika Serikat.

CEO Perfect Holiday, Miko Pudji Utomo menuturkan sejumlah wisatawan yang telah berangkat ke Taiwan memiliki respon yang cukup baik selama perjalanannya mereka. Apalagi, kata dia, sudah banyak restoran bersetifikat halal, hotel-hotel menyediakan breakfast halal dan tempat ibadah.

Dia menilai kampanye pariwisata halal yang digaunkan Taiwan sangat efektif. Namun demikian, kata dia, otoritas Taiwan diharapkan lebih gencar mempromosikannya kepada beberapa wilayah Indonesia yang memiliki penduduk dalam angka besar.

“Menurut saya harus terus didengungkan, masih banyak teman-teman di daerah yang masih belum paham mengenai Taiwan, bahwa Taiwan sudah siap untuk muslim. Jadi, tidak hanya di Jakarta, tapi sebaiknya juga didengungkan di daerah,” harapnya usai kegiatan promosi digelar.

Pada kesempatan yang sama, Yen-Li Huang selaku manager Edison Travel Service menuturkan bahwa panorama wisata Taiwan pada hakikinya tak bisa dilihat. Akan tetapi, jika kemudian mengunjungi kota ini maka akan membuat si wisatawan jatuh cinta terhadap Taipei.

“Itu susah dibicarakan, seperti saya bilang ramah merasa seperti at home, merasa enjoy dengan suasana yang ada,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds