EpochTimesId – Claudia Urbán adalah salah satu orang yang sangat beruntung. Pada sore hari, 20 Desember 2016, dia bekerja di kiosnya di pasar kembang api San Pablito di kota Tultepec, Meksiko. Pasar itu terletak sekitar satu jam perjalanan darat di utara Mexico City, ketika tragedi ledakan dahsyat terjadi.

Ledakan demi ledakan ‘merobek’ lusinan kios di pasar, di mana ada sekitar 330 ton kembang api dan petasan yang dijajakan. Claudia, yang keluarganya telah membuat kembang api selama empat generasi, berlari menjauh untuk menyelamatkan nyawanya.

“Saya mendengar ledakan itu dan saya kabur, tetapi ketika saya melakukannya saya melihat awan hitam dan asap yang menyelimuti kami, serta banyak cahaya,” tutur Urban, kepada The Epoch Times.

“Saya tidak punya waktu untuk melakukan apa-apa dan ketika saya menoleh untuk mencari teman saya di kios sebelah, dia tidak ada di sana. Jadi saya berlari, dan saya berlari, dan saya berlari, sampai saya tiba di pagar. Tapi asap itu ada di mana-mana, jadi saya berlari terus ke pintu keluar. Saya tidak ingat bagaimana atau kapan saya sampai ke jalan.”

Claudia Urbán, pemilik toko kembang api, di luar rumahnya di Tultepec, Meksiko, pada 1 Oktober 2018. (Tim MacFarlan/Spesial untuk The Epoch Times)

Penyebab ledakan sore itu, pada puncak musim kembang api hanya lima hari sebelum Natal, masih belum diketahui. Hari itu, 42 orang kehilangan nyawa. Mereka tewas seketika karena ledakan, atau menyerah pada luka bakar yang sangat parah di rumah sakit.

“Ini adalah pengalaman menyakitkan yang masih belum dapat kami lupakan. Peristiwa itu masih melukai kami,” kata Claudia.

Tragedi ini adalah yang terburuk yang pernah melanda Tultepec dalam insiden yang menyebabkan kehilangan nyawa. Akan tetapi, itu hanyalah salah satu dari 55 ledakan yang terkait dengan industri kembang api di kota itu, yang tercatat sejak tahun 1998, menurut daftar yang disusun oleh surat kabar Meksiko Excelsior.

Daftar insiden ini telah mengakibatkan 119 kematian di sebuah kota dengan populasi hanya 120.000 orang. Namun industri kembang api di Tultepec terus berkembang.

Pertumbuhan dan Bahaya
Pabrik-pabrik rumahan baru bermunculan di La Saucera, rangkaian ladang petasan di pinggir kota tempat produksi berlangsung dan diatur oleh pemerintah federal. Ada 30.000 orang terdaftar sebagai produsen kembang api dan petasan. Itu adalah seperempat dari penduduk Tultepec.

Kawasan di La Saucera, dinamai setelah jalan tanah yang mengalir melalui plot-plot ini, di mana bencana terakhir terjadi.

Pada pagi hari tanggal 5 Juli tahun ini, serangkaian ledakan di sejumlah bangunan yang terkait dengan bengkel produksi di zona itu, juga menewaskan 24 orang. Korban termasuk empat petugas pemadam kebakaran yang bergegas datang untuk membantu, dan terkena ledakan susulan.

Pada kawasan yang sama itulah, dimana Emmanuel Urbán menjalankan ‘bengkel produksi’ untuk membuat kembang api dalam bisnis yang sama yang hampir membunuh ibunya, Claudia.

“Ini pekerjaan yang sangat bervariasi, dan itulah yang membuat saya terpikat,” tutur Urban.

Ketergantungan ekonomi kota pada kembang api sangat jelas. Emmanuel mengatakan 30 persen dari populasi kota terlibat dalam industri kembang api.

“Tapi, ternyata 30 persen itu membentuk 70 persen produksi ekonomi Tultepec,” kata Emmanuel.

Toko kembang api di La Saucera, di Tultepec, di Meksiko, pada 2 Oktober 2018. (Tim MacFarlan/Khusus untuk The Epoch Times)

Lebih dari itu, industri ini adalah kebanggaan atas gelar Tultepec sebagai ibukota kembang api Meksiko. Keterampilan yang dibutuhkan untuk memproduksi kembang api buatan tangan, membuat ribuan orang mempertaruhkan hidup mereka setiap hari pada kelihaian tangan mereka.

“Inilah yang membuat kita membela diri, inilah yang kami lakukan di Tultepec. Kami mempertahankan pekerjaan kami dan kami harus merasa bangga, tidakkah Anda setuju?” Kata Emmanuel.

“Tidak semua orang (bisa) melakukan apa yang kami lakukan. Hanya sedikit yang keluar dan berkelahi. Tultepec adalah salah satunya dan mungkin itu sebabnya kami selalu berada di ‘garis-tembak’, karena kami membela dan menolak. Karena kami mengatakan bahwa kami adalah kami apa adanya dan inilah yang akan terus kami lakukan.”

Industri ini pertama kali muncul lebih dari 200 tahun yang lalu, ketika penduduk setempat menyadari bahwa mereka dapat menggunakan saltpeter atau potasium nitrat, untuk membuat kembang api. Bahan itu adalah bahan dasar mesiu yang terbentuk secara alami di dua danau, di sebelah utara kota.

Setiap Maret, Tultepec merayakan peninggalan pembuatan kembang api dengan pesta di mana sekitar 300 orang atau menjadi model. Mereka dengan kembang api diikat ke punggung mereka, diarak berkeliling kota. Mereka melalui jalan-jalan yang sama, di mana penduduk setempat mengoperasikan ‘bengkel bawah tanah’ mereka sendiri.

Penduduk setempat yang tidak mampu membangun bengkel di La Saucera dan memperoleh lisensi federal untuk membuat kembang api, menambah penghasilan mereka dengan membuat secara sembunyi-sembunyi, di rumah mereka sendiri.

Itu adalah ancaman bahaya ledakan di daerah padat penduduk, yang membuat Walikota Tultepec, Armando Cervantes Punzo, seringkali terjaga di malam hari.

“Kami memperkirakan setidaknya untuk setiap pembuat kembang api berlisensi ada kroperestika klandestin yang beroperasi di daerah pemukiman,” katanya.

“Orang-orang yang berlisensi membeli bahan dan kemudian menjualnya kembali ke produsen ilegal, yang bekerja di pemukiman, karena untuk dapat membeli bahan kimia yang diperlukan, Anda perlu lisensi khusus.”

“Selain itu, fakta bahwa kembang api diatur secara federal berarti bahwa, kecuali polisi federal atau tentara menangkap Anda dengan bak mandi penuh mesiu di ruang bawah tanah Anda, pemerintah kota tidak dapat melakukan apa pun untuk menghentikan Anda.”

Kembang api warna-warni di sebuah toko di La Saucera, di Tultepec, Meksiko, pada 2 Oktober 2018. (Tim MacFarlan/Khusus untuk The Epoch Times)

Strategi Juventino Luna, perwakilan balai kota Tultepec dengan tanggung jawab khusus untuk industri kembang api, adalah mendorong produsen gelap masuk ke dalam arus utama.

“Kami tahu ada tempat-tempat rahasia di mana mereka tidak memiliki izin dan mereka membuat bahan peledak di zona perkotaan yang berpenduduk (padat),” katanya.

“Tetapi ini adalah orang yang sama dengan kita, sebagai dewan kota yang mengundang untuk mempertimbangkan peraturan atau menjadi legal, dengan pengaturan keamanan yang memadai. Itu sebabnya kami dalam kampanye ini sebagai otoritas kota, untuk mengatur para ahli piroteknik.”

Tultepec mungkin tidak akan berhasil dalam menghentikan produksi ilegal dan menjadikannya lebih aman sebagai upaya yang paling berbahaya. Terlepas dari itu, mereka yang berdedikasi untuk membuat kembang api di kota akan terus melakukannya, kemudian mewariskan keterampilan mereka kepada anak-anaknya.

Warisan Keluarga
Chava Reyes mengelola sebuah lokakarya di La Saucera bersama keluarganya. Dia mengatakan bahwa meskipun banyak tragedi yang dialami oleh penduduk Tultepec, “Seniman kembang api kota akan terus berlanjut, sampai mereka semua meninggal dunia.”

“Seni kembang api akan selalu hadir, tidak akan pernah mati. Selama kita terus berjalan, itu akan selalu ada di sini,” kata Reyes.

“Saya generasi ketiga, tetapi anak-anak saya sekarang memilikinya dalam darah mereka. Dan jika saya tidak ada, anak saya akan terus berlanjut.” (TIM MACFARLAN/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds