Washington DC — Niat Amerika Serikat untuk menerbangkan kapsul pengangkut astronot ke luar angkasa harus tertunda. Debut terbang kapsul SpaceX dan Boeing tidak akan dilaksanakan hingga tahun depan.

NASA mengatakan pekan ini, bahwa penerbangan uji komersial pertama, mundur dari rencana semula pada akhir tahun 2018 ini. Penerbangan perdana akan ditunda hingga pertengahan atau akhir tahun berikutnya.

SpaceX sedang mengejar untuk dapat menerbangkan kapsul Dragon-nya, pada Januari 2019. Namun, penerbangan ini tidak akan mengangkut manusia. Sementara Boeing, akan menggelar uji coba pada bulan Maret. Mereka akan menerbangkan kapsul Starliner-nya, yang juga tanpa mengangkut orang.

Rangkaian ujicoba itu akan diikuti oleh penerbangan dengan kru pada musim panas mendatang. SpaceX menargetkan terbang dengan kru pada Juni dan Boeing, pada Agustus 2019. Waktu itu akan menjadi delapan tahun setelah astronot meroket ke orbit Bumi dari AS untuk terakhir kalinya.

Sejak pensiunnya pesawat ulang-alik NASA pada tahun 2011, astronot AS harus bergantung pada kapsul Rusia untuk pulang-pergi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tiket Soyuz memiliki biaya lebih mahal, yaitu 81 juta dolar AS atau sekitar 1,2 triliun rupiah.

NASA menekankan tanggal peluncuran terbaru ini masih bisa berubah lagi.

“Ini adalah pesawat ruang angkasa baru, dan tim teknik memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum sistem akan benar-benar siap untuk terbang,” kata Direktur Pengembangan Ruang Angkasa NASA, Phil McAlister, dalam sebuah pernyataan pada 4 Oktober 2018 lalu. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds