Erabaru.net. Elissa dan Jamie Hanley sedang menonton film dokumenter tentang tunawisma di televisi di rumah mereka. Pada waktu itu Hanley merasakan bahwa putranya yang berusia dua tahun Lincoln juga memperhatikan acara yang televisi itu. Ketika film berakhir, Lincoln menyatakan niatnya untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan.

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

“Ada anjing bersama seorang wanita gelandangan di layar televisi dan dia mengatakan ada anjing yang tidak punya makanan. Dia bertanya di mana wanita itu tidur, ” kata Elissa.

“Kami menjelaskan kepadanya bahwa anjing dan wanita itu tidak memiliki makanan dan dia berkata, : ‘Saya akan pergi dan memberi makan orang-orang.’ Dia sangat bersemangat tentang bagaimana dia ingin memberi makan para tunawisma, dia benar-benar bersemangat untuk melakukannya.”

Elissa tidak berpikir Lincoln menaruh perhatian pada film dokumenter itu dan menyatakan kesediaannya untuk membantu tunawisma.

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

“Ini semua gagasan Lincoln,” kata Elissa. “Kami tidak pernah terlibat dengan tunawisma sebelum dan ketika dia ingin melakukannya, kami katakan ‘lakukan.’ Kami ingin mendorongnya. Dia hanya ingin memberi makan tunawisma dan anjing-anjing. “

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

Sejak itu, orangtua Lincoln memberinya uang sejumlah 350 ribu rupiah dan Jamie akan membawa bocah kecilnya ke supermarket lokal untuk membeli roti, daging, permen, dan makanan anjing.

Kemudian mereka pulang dan mulai memasak dan mengemas makanan untuk dikirim ke pusat kota pada Jumat malam.

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

Lincoln sendiri yang mendekati, mengobrol dan memberi makanan kepada para tunawisma. Lincoln benar-benar bersemangat melakukan kebajikan itu. Lincoln juga mengundang salah satu tunawisma Joseph untuk datang ke pesta ulang tahunnya.

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

Menurut Jamie, meskipun putranya sudah dikenal di kota mereka tetapi mereka tidak ingin terlalu bangga padanya. Mereka hanya ingin anak mereka memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan bantuan sejak usia muda.

“Sekarang, setiap kali kita keluar dan bertemu dengan tunawisma, kita akan berbicara dan memberi mereka makan. Kami juga mendengar mereka menyapa ‘Hai Lincoln’ diikuti dengan percakapan singkat tetapi cukup ramah dan berjabat tangan bersama, “kata Jamie lagi.

Lincoln tidak hanya membagikan kue ulang tahunnya dengan tunawisma tetapi memiliki rencana untuk memberi mereka topi, sarung tangan dan selimut ketika musim dingin tiba.

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

Orangtua Lincoln yakin bahwa putranya akan menjadi orang yang suka membantu orang-orang yang membutuhkan lebih banyak bantuan ketika dia besar nanti.

Orangtua Lincoln mencintai anak-anak mereka dan merasa bangga dengan mereka. Mereka juga mendorong setiap orangtua untuk melakukan hal yang sama untuk anak-anak mereka karena hasil sangat berharga.

(Foto: Elissa Hanley / Facebook)

Seperti Lincoln, dia tidak hanya mendapat teman baru tetapi secara tidak langsung membentuk kepribadian mulia bagi mereka yang membutuhkan bantuan dan kurang beruntung.

Di antara pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah anak berusia 2 tahun yang menginspirasi ini tidak masalah muda atau tua, selama kita mampu, kita perlu membantu mereka yang kurang beruntung.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds