Zhou Xiaohui

Di saat media faksi kiri Amerika Serikat melancarkan serangan yang ditujukan kepada Presiden AS Trump, pada tanggal 5 September, “New York Times” menerbitkan artikel ulasan oleh pejabat tinggi anonim dari Gedung Putih yang menuduh bahwa tindakan Trump telah merugikan negara dan mengatakan bahwa para pejabat sedang berusaha menghalangi keputusan Trump dari internal.

Laporan palsu dari artikel ini tidak hanya mengalami kecaman dari banyak pejabat senior AS seperti Trump, Pence dan lain-lain juga dikritik keras oleh Gedung Putih, dan juga dipertanyakan oleh beberapa rakyat biasa AS.

Pendapat seorang warganet yang berkomentar tentang “New York Times” sangat representatif:

“Biasanya ada dua pilihan bagi para pembantu pejabat, yang satu ikuti saja hukum untuk melaksanakan keinginan presiden, yang satu lagi mengundurkan diri. Penulis memilih cara yang ke tiga, memilih yang mereka inginkan untuk dilaksanakan, ini adalah preseden yang berbahaya. Pemerintah kita seharusnya tidak beroperasi seperti ini.”        

Namun, “New York Times” yang paham betul dengan etika dasar politik dan prinsip jurnalisme lebih memilih mengorbankan reputasinya sendiri dan memilih untuk menyerang Trump secara langsung, memiliki penatanan apa dibelakangnya sangat mencurigakan.

Artikel opini dari Tang Hao Epoch Times menunjukkan bahwa ada lima tujuan yang tersembunyi dalam tindakan ini, diantaranya dua tujuan pertama terkait dengan Pemilihan Jangka Menengah di Amerika Serikat yakni berharap melemahkan kekuatan Trump dan Partai Republik, demi menciptakan pengaruh bagi Partai Demokrat untuk mendapatkan kemenangan dalam pemilihan itu. 

Tidak diragukan lagi, ini juga adalah situasi yang diharapkan muncul oleh otoritas Beijing.

Setelah perang perdagangan Tiongkok-Amerika Serikat dimulai, rezim Beijing dalam menghadapi tekanan ekstrim Trump kuatir akan rezimnya tidak bisa selamat dan tidak mau berkompromi namun juga tidak memiliki banyak cara untuk menghadapi. Setelah gagal berkoalisi dengan Uni Eropa dan Jepang untuk melawan Amerika Serikat, mulai mengambil taktik mengulur bersamaan juga diam-diam berharap pada pemilihan jangka menengah AS, berharap Partai Republik kalah sehingga dalam dua tahun ke depan Trump menjalankan pemerintahan terhambat, mengurangi tekanan perang perdagangan.

Namun, harapan‘kekuatan gelap’ AS yang bersembunyi di sudut kegelapan dan kemungkinan harapan rezim Beijing bakal pupus.

Pada 6 September, artikel berjudul “Tiket kemenangan di genggaman Partai Demokrat dalam pemilihan jangka menengah AS? Melihat Data Pndukung Tetap, maka hati menjadi lega” yang ditulis oleh Chen Lijian lulusan Sekolah Administrasi Bisnis Universitas Dayton, AS dan diterbitkan oleh Continental Observer Online, mengungkapkan banyak informasi yang sangat menarik.

Membicarakan lebih dulu kesimpulan dari artikel yaitu menurut data yang mereka miliki bahwa kemungkinan menang Partai Republik dalam pemilihan semakin besar dan dalam Kongres baru, Kongres Partai Republik akan sangat konsisten dengan pemerintahan Trump.

Para anggota Kongres yang munafik atas kebijakan Trump akan dibersihkan dalam pemilihan jangka menengah. Ini berarti “Orang yang bersiap mengandalkan pemilihan jangka menengah untuk menghalangi kebijakan Trump sudah salah kalkulasi”.

Artikel itu pertama-tama menunjukkan bahwa kemungkinan menang Partai Demokrat di Senat adalah nol, karena ada lebih dari 10 orang senator Partai Demokrat yang perlu dipilih kembali di Negara bagian di mana Trump menang, hal ini jelas sangat sulit, oleh karena itu Partai Demokrat hanya bisa berharap mendapatkan hak kontrol di DPR. Artikel itu memberikan analisa rinci tentang hal tersebut.   

Penulis menunjukkan bahwa banyak orang berpikir bahwa anggapan merebut dukungan pemilih tengah lalu bisa mendapatkan kemenangan dalam pemilihan tak akan bertahan, siapa yang bisa menang kuncinya terletak pada situasi pilihan suara dari pendukung dasar masing-masing faksi partai.

Jika ingin agar pendukung dasar Partai Republik yang dengan teguh mendukung Amandemen Kedua Konstitusi, menentang aborsi, menentang pemerintah besar dan kesejahteraan, menentang pajak tinggi dan mendukung perdagangan bebas untuk sebaliknya mendukung Partai Demokrat yang memiliki pandangan berbeda, adalah sesulit untuk pergi ke langit.

Dan, jika para pendukung dasar ini tidak puas dengan kandidat mereka maka cara mereka adalah pada hari pemilihan tetap tinggal di rumah masing-masing tidak pergi mencoblos.    

Anda harus tahu bahwa salah satu kekuatan penting pendukung dasar Partai Republik adalah umat Kristen taat yang lebih dari 5 juta orang. 

Baru-baru ini Trump bertemu dengan 100 pendeta evangelis Amerika Serikat di Gedung Putih, meminta agar umat mereka memilih, ini adalah salah satu langkah untuk mencegah faksi kiri terpilih. Dan kekuatan ini tidak dapat diremehkan.   

Jadi mengapa Partai Republik bisa menang? Artikel mengajukan tiga alasan, alasan pertama adalah Partai Demokrat merosot cepat ke arah ekstrim kiri dan pendirian mereka yang terus memungut pajak industri dan perusahaan untuk mensubsidi perawatan medis gratis, pendidikan universitas gratis, menerima imigran dan lain-lain tidak diakui oleh orang Partai Demokrat ortodoks.

Yang kedua adalah ekonomi AS telah membaik. Masyarakat dunia akan memperhatikan bahwa setelah Trump menjabat dan melakukan sederetan tindakan, membuat ekonomi Amerika Serikat berkembang pesat. Data revisi yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada tanggal 29 menunjukkan tingkat pertumbuhan 4,2% (sebelumnya yang dirilis adalah 4,1%) pada kuartal kedua 2018.

Menurut prediksi Federal Reserve Bank of Atlanta, tingkat pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga kemungkinan besar mencapai 4,6%. Tingkat mendapatkan pekerjaan warga AS keturunan Afrika, Latin dan Asia mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, tingkat wanita mendapatkan pekerjaan adalah titik tertinggi dalam 60 tahun sejarah. Penghasilan nyata keluarga buru meningkat cepat, situasi pasar perumahan dan pasar saham membaik.

Tak diragukan lagi, situasi ekonomi yang membaik, standar kehidupan rakyat meningkat dan kembalinya nilai-nilai tradisional akan sangat meningkatkan tingkat dukungan Partai Republik.

Selain itu, perjanjian perdagangan dengan berbagai Negara yang sedang dicapai oleh Trump juga membuat banyak pendukung dasar serikat buruh AS milik Partai Demokrat berbalik memilih Partai Republik.  

Alasan ketiga adalah bahwa Trump memiliki kewibawaan tinggi di Partai Republik. Penulis belum lama ini melihat jajak pendapat AS yang menunjukkan bahwa tingkat dukungan Trump di Partai Republik mencapai lebih dari 90%, hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan Trump selama ini diakui oleh pemilih setia Partai Republik, terhadap hal tersebut dalam artikel Chen Lijian memberikan contoh yang lebih konkrit dan menarik.

Selain tiga alasan di atas yang menandakan bahwa Partai Republik di mana Trump berada akan memenangkan pemilihan jangka menengah, artikel juga menyebutkan satu demi satu pendukung dasar dan polling di beberapa wilayah pemilihan penting untuk menjelaskan bahwa probabilitas Partai Demokrat mendapatkan kemenangan sangat rendah.

Jelas bahwa berbagai tanda-tanda menjelaskan kepada umum bahwa tidak peduli bagaimana ‘kekuatan gelap’ Amerika Serikat dan otoritas Beijing melakukan tindakan merusak di belakang layar untuk memfitnah Trump. Namun pada akhirnya semuanya akan sia-sia, jurus apakah yang masih dimiliki Beijing yang salah perhitungan ini? (LIN/WHS/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds