BEIJING / SHANGHAI — Asosiasi penjual otomotif terbesar Tiongkok telah meminta pemerintah untuk mengurangi separuh pajak pembelian mobil untuk menghidupkan kembali penjualan yang tersendat-sendat, kata sumber, karena khawatir pasar otomotif negara tersebut dapat menyusut tahun ini untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

China Automobile Dealers Association (CADA) menyerahkan dokumen bulan lalu kepada kementerian perdagangan dan keuangan negara mengusulkan 10 persen pajak pembelian mobil dikurangi setengahnya, dua orang di badan industri tersebut mengatakan kepada Reuters.

Badan yang berpengaruh tersebut telah membuat usulan-usulan di tahun-tahun sebelumnya yang telah membantu membentuk kebijakan otomatif. Ketika Tiongkok terakhir kali memotong pajak pembelian tiga tahun lalu, penjualan mobil melonjak di pasar otomotif terbesar dunia tersebut yang merupakan medan perang utama bagi para pembuat mobil global dari General Motors sampai Toyota Motor.

Prakarsa CADA muncul karena Beijing sendiri prihatin dengan industri otomotif Tiongkok, barometer penting dari kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Ia telah meluncurkan langkah-langkah stimulus sejak perang perdagangan yang memar dengan Amerika Serikat sedang menekan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu orang mengatakan kementerian perdagangan telah bertemu dengan para pembuat mobil minggu ini untuk membahas pasar dan cara-cara untuk memacu pertumbuhan, termasuk pemotongan pajak pembelian, sebuah sinyal bahwa pemerintah pusat mungkin akan memanas-manasi gagasan tersebut.

“Pasar mobil secara keseluruhan lemah tahun ini. Dealer-dealer yang saya tahu sedang berjuang untuk mempertahankan volume penjualan mereka karena mereka merasakan tekanan dari para pembuat mobil dan arus perputaran kas,” kata orang kedua, seorang pejabat CADA.

Dia menegaskan badan industri tersebut telah mengusulkan kepada dua kementerian untuk menurunkan tarif pajak pembelian. “Kami meminta potongan 50 persen meskipun begitu penurunan berapa pun dapat membantu.”

Orang pertama, orang dalam CADA yang mengetahui rencana tersebut, mengatakan asosiasi sedang mencari potongan 50 persen untuk pajak pembelian mobil dengan mesin berkapasitas 2,0 liter atau di bawahnya, serupa dengan potongan pajak pada mobil-mobil bermesin lebih kecil yang telah membantu menggerakkan pertumbuhan cepat pada tahun 2016.

Orang ini menambahkan belum jelas apa yang kementerian keuangan dan kementerian perdagangan akan lakukan sebagai jawaban, tetapi yang terakhir telah bertemu dengan para pembuat mobil awal pekan ini untuk “membahas kinerja pasar mobil, tren penjualan dan perpajakan.”

Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan Tiongkok tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar. Orang-orang dalam CADA tersebut tidak ingin diidentifikasi karena sensitivitasnya masalah.

Sekjen CADA Xiao Zhengsan mengatakan pasar mungkin terlihat sedikit penurunan tahun ini. Dia tidak berkomentar tentang usulan pemotongan pajak pembelian tersebut.

Seorang juru bicara untuk Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok (CAAM), Xu Haidong, mengatakan badan industri otomotif nasional tidak mengusulkan pemotongan pajak pembelian.

DEALER-DEALER TERGENCET

Penjualan mobil Tiongkok telah tumbuh terjal 13,7 persen pada tahun 2016, sebagian besar dibantu oleh keringanan pajak, tetapi mulai melambat ketika potongan pajak dihapus tahun lalu.

Penjualan mobilnya turun 3,8 persen pada Agustus dan 4,0 persen pada Juli, data resmi menunjukkan. CAAM menyusun untuk merilis data penjualan September pada 12 Oktober. Seseorang dengan pengetahuan tentang angka-angkanya mengatakan “situasinya buruk.”

Kelompok dealer mobil Tiongkok terjebak di tengah, menghadapi penumpukan persediaan dan harus memangkas harga untuk mempertahankan volume penjualan mereka.

“Hampir semua orang melakukan hal yang sama,” kata manajer sebuah dealer mobil di kota barat daya Chongqing, hanya meminta untuk diidentifikasi dengan nama keluarganya Li. “Kami kehilangan uang dari penjualan mobil … jadi jika kami menjual terlalu banyak mobil, kami hanya akan kehilangan lebih banyak uang.”

CADA mewakili ribuan dealer nasional. Nama-nama yang lebih besar termasuk Sinomach Automobile Co, Pangda Automobile Trade Co, China Yongda Automobiles Services Holdings, Zhongsheng Group Holdings, dan China Grand Automotive Services Co.

Para analis mengatakan bahwa tanpa dukungan pemerintah, pasar mobil Tiongkok dapat tergelincir ke penurunan penjualan tahunan pertamanya sejak awal 1990-an, ketika sektor ini pertama kali mulai lepas landas dan memikat para pembuat mobil global.

Alan Kang, analis senior yang berkantor di Shanghai, konsultan LMC Automotive, menyebut permintaan ritel “lesu”, “saham dealer yang membengkak” dan konflik perdagangan yang meningkat bagi perusahaannya mengubah prospek pertumbuhan pasar menjadi -0,3 persen untuk tahun ini.

Pemotongan-pemotongan pajak bisa mengubah itu, setidaknya dalam jangka pendek.

“Pandangan kami adalah bahwa kebijakan pemotongan bea masuk akan merangsang pasar,” katanya. “Namun, itu hanya menarik permintaan ke depan dari tahun-tahun selanjutnya, tanpa benar-benar menciptakan permintaan baru.” (ran)

Rekomendasi video:

Dilema Tiongkok Hadapi Dialog Dagang Amerika Serikat

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds