EpochTimesId – Sebuah roket yang sedang membawa dua astronot dalam perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional mengalami kerusakan pendorong (booster). Kerusakan itu memaksa mereka untuk membatalkan penerbangan dan kembali ke Bumi dalam dengan mode ‘re-entri balistik’.

“Kosmonot Rusia, Alexey Ovchinin dan astronot AS, Nick Hague dari NASA berada di kapal luar angkasa itu. Akan tetapi, hidup mereka tidak dalam ancaman bahaya,” ujar juru bicara NASA, Brandi Dean di ruang kontrol misi NASA di Johnson Space Center di Houston.

Dua anggota kru kapsul Soyuz Rusia MS-10 mendarat sekitar 12 mil di timur Dzhezkazgan, Kazakhstan. Mereka berhasil ditemukan oleh tim SAR (pencari dan penyelamat).

Kerusakan pada roket terjadi tidak lama setelah peluncuran di Kazakhstan.

“Hari ini peluncuran Soyuz MS-10 memang memasuki mode entri ulang balistik. Ada masalah dengan booster dan kami siaga untuk pengumpulan informasi, sambil kami terus mengumpulkannya dari tim kontrol penerbangan Rusia. Tapi semua kru baik-baik saja, kami memiliki komunikasi yang baik dengan mereka dan mereka baik-baik saja,” beber Dean.

“Itu berarti kru tidak akan pergi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hari ini. Sebaliknya, mereka justru mendarat kembali ke Bumi. Awak pencarian dan penyelamat (SAR) selalu disiagakan untuk mengantisipasi jika ada hal seperti ini terjadi.”

“Booster pada kendaraan peluncuran tahap kedua dimatikan,” sumber di Kosmodrome Baikonur mengatakan kepada kantor berita Interfax. “Para kru masih hidup. Mereka sedang melakukan pendaratan darurat.”

Dmitri Rogozin, Direktur Jenderal badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan dalam sebuah Tweet, “Sistem penyelamatan darurat Soyuz MS bekerja. Para kru terselamatkan.”

Kapsul itu mendarat dengan aman.

“Pasukan penyelamat berhubungan dengan kru dan laporan pertama adalah mereka dalam kondisi baik,” menurut siaran TV NASA.

Roket Soyuz lepas landas pada sekitar 04:40 Waktu Amerika Timur (atau GMT -4; 2:40 PM, waktu setempat) untuk rencana penerbangan selama enam jam ke ISS.

Tayangan televisi langsung dari dalam modul kru menunjukkan Ovchinin dan Den Haag memonitor kokpit yang ditampilkan saat roket tersebut berakselerasi menjauh dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.

Sebanyak empat pendorong booster disingkirkan tak lama setelah lepas landas, sesuai prosedur. Kapsul atau pesawat luar angkasa itu kemudian didorong dengan kekuatan booster inti tahap kedua, ketika insiden terjadi dan memicu pembatalan darurat.

Haag dan Ovchinin awalnya direncanakan akan menghabiskan waktu selama enam bulan di stasiun antariksa itu untuk mengerjakan berbagai eksperimen ilmiah. Insiden Kamis ini, adalah kecelakaan peluncuran pertama untuk booster Soyuz Rusia sejak ‘pembatalan peluncuran’ pada bulan Agustus 1983, seperti dikutip dari CBS.

‘Komisi negara’ Rusia telah dibentuk untuk menyelidiki kecelakaan itu. (TOM OZIMEK/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds