Berlin – Jerman mendeportasi Mounir El Motassadeq, anggota sel teroris pembajak pesawat 11 September 2001 WTC Amerika Serikat ke Maroko. Terpidana teroris itu sudah menjalani sebagian besar dari 15 tahun hukuman penjara di Hamburg.

Dia dinyatakan bersalah karena membantu mengatur serangan 2001 pada target di Amerika Serikat, kata pihak berwenang pada 15 Oktober. Pria yang kini berusia 44 tahun sempat mengajukan permohonan agar mendapatkan status tahanan rumah, pada 2014. Permohonan yang biasa dilakukan untuk tahanan di Jerman yang sudah menjalani sekitar tiga perempat masa tahanannya. Namun permohonan yang diajukan melalui pengacaranya itu ditolak pengadilan atas alasan keamanan.

Selama menjalani masa tahanan, Motassadeq menikah dan sekarang punya 3 anak. Istri dan anak-anaknya sudah berangkat ke Maroko menunggu kedatangan suami dan ayah mereka. Aparat keamanan Jerman memutuskan untuk mendeportasi Motassadeq ke Maroko menjelang masa tahanannya berakhir, seperti dikutip dari kantor berita DW.

Mounir El Motassadeq adalah anggota kelompok Islam radikal yang bermarkas di kota Hamburg di Jerman utara. Mereka turut serta melakukan serangan bunuh diri dengan pesawat yang dibajak. Serangan itu menewaskan hampir 3.000 orang, dan kemudian juga dikenal sebagai teror 9/11 WTC.

Motassadeq adalah satu dari dua orang yang masih hidup, yang hingga saat ini dinyatakan bersalah terlibat dalam komplotan tersebut. Dia dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun pada tahun 2007, karena menjadi pendukung dalam kasus pembunuhan masal.

“Senang mengetahui bahwa Motassadeq sekarang berada di luar negeri. Sehingga kami dapat menutup bab ini untuk Hamburg,” kata Menteri Dalam Negeri, Andy Grote, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters.

Foto-foto menunjukkan seorang pria dengan mata tertutup digelandang oleh dua polisi bersenjata ke sebuah helikopter. Media Jerman melaporkan bahwa Motassadeq dibawa ke Frankfurt untuk dideportasi ke Maroko, tempat keluarganya tinggal.

Dalam persidangannya pada tahun 2007, pengacaranya berpendapat bahwa Motassadeq tidak tahu apa-apa tentang plot 11 September 2001. Namun jaksa mengatakan dia memainkan peran sentral dalam kelompok pembajak bunuh diri Mohammed Atta. Motassadeq terbukti mengelola urusan keuangan beberapa anggota sel.

Sel teror Hamburg dipimpin oleh Mohammed Atta, warga Mesir yang kemudian menabrakkan pesawat ke World Trade Center, 21 September 2001. Dia datang ke Jerman tahun 1992 dan terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Teknik Hamburg. Dia dianggap sebagai operator serangan 9/11 yang melibatkan serangan dengan 4 pesawat terbang.

Selain Mohammed Atta, ada dua anggota sel teror Hamburg yang mengemudikan pesawat terbang dalam serangan itu: Marwan Alshehhi, yang menabrakkan pesawat lain ke World Trade Center, dan Ziad Jarrah, warga Lebanon yang membajak pesawat United Airlines dan kemudian jatuh di negara bagian Pennsylvania. Keduanya terdaftar sebagai mahasiswa di Hamburg. Satu pesawat lain yang dibajak ditabrakken ke markas Departemen Pertahanan AS Pentagon di Washington.

Korban tewas dari keempat pesawat United Airlines yang dibajak tercatat 246 orang. Karena itu Mounir El Motassadeg kemudian diadili dengan dakwaan membantu pembunuhan dalam 246 kasus.

Pengadilan dalam berkas dakwaan mengatakan, terdakwa mengetahui tentang rencana serangan bunuh diri dengan pesawat terbang itu. Tapi dia tidak melaporkan itu kepada aparat keamanan, bahkan menolong tim bunuh diri itu dengan mengirim surat-surat mereka dan melakukan transaksi bank untuk kepentingan mereka.

Masa tahanan Motassadeq sebenarnya baru berakhir Januari 2019. Namun pihak kejaksaan menyatakan bersedia membebaskan dia dengan syarat, dia langsung dideportasi ke Maroko. Setelah dideportasi ke Maroko, Mounir El Motassadeq disebutkan akan tinggal dengan keluarganya. Dia dilarang menginjak Jerman sampai tahun 2064. Jika dia mencoba datang ke Jerman, Motassadeq akan segera ditahan lagi. (Reuters dan DW/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds