Dalam “kesempatan” sempit yang tersisa sebelum Tiongkok benar-benar diblokir oleh Amerika Serikat dalam mengimpor teknologi kunci, Beijing harus menggunakan cara-cara “tidak terbatas” dan “supernormal”, termasuk “cara yang lebih tepat, lebih baik secara rahasia, dan khusus,” untuk mempercepat proses memperoleh pebakat luar negeri dan peralatan mutakhir, menurut dokumen pemerintah Tiongkok internal yang telah bocor.

Proposal 12 halaman, berjudul “An Undeclared War: The Change of the Landscape of the World Will be Faster and More Dramatic Than We Have Expected” (Undeclared War: Perubahan Lanskap Dunia akan Lebih Cepat dan Lebih Dramatis dari yang Kita Perkirakan), terdiri dari dua bagian. Bagian pertama memberikan gambaran yang mendetail tentang “Perang Dingin Baru” yang tidak dideklarasikan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, sementara bagian kedua memuat enam rekomendasi dari apa yang harus dilakukan Tiongkok untuk mendapatkan yang terbaik dalam pertarungan tersebut.

Dokumen tersebut disusun oleh Wu Sikang, direktur Pusat Pengembangan dan Penelitian Kota Shenzhen, pada 29 September. Salinan yang telah diperoleh The Epoch Times ditandatangani oleh Wu dan diserahkan kepada Wang Weizhong, Sekretaris Partai Komunis Kota Shenzhen, tokoh politik paling penting di kota industri utama lebih dari 12 juta orang.

Setelah membacanya, Wang memerintahkan pada 30 September agar file tersebut dikirim ke Walikota Chen Rugui, Wakil Walikota Pertama Liu Qingsheng, Wakil Walikota Ai Xuefeng, dan beberapa ketua partai dan pemerintah lainnya. Pada 11 Oktober, Ai Xuefeng kemudian memerintahkan anggota Komisi Pengembangan dan Reformasi Kota Shenzhen untuk membaca, mempelajari, dan mengevaluasi rekomendasi dalam file tersebut, seperti yang ditunjukkan dalam “Format Melaksanakan Petunjuk Tertulis Pemimpin Kota” yang diperoleh oleh The Epoch Times.

MEREKRUT PEBAKAT

Rekomendasi pertama, menurut file tersebut, adalah “untuk melakukan dengan baik dengan memperkenalkan pebakat dalam konteks ‘Perang Dingin Baru.’”

Usulannya mengatakan: “Kita harus mengadopsi cara yang lebih tepat, khusus, dan lebih baik secara rahasia, untuk memperkenalkan sejumlah besar pebakat ilmu pengetahuan strategis dan teknologi, terutama pebakat Tionghoa kwalitas utama, pada kecepatan yang dipercepat. Kita perlu memanfaatkan periode tenggat waktu yang singkat ketika Barat yang dipimpin AS belum memulai perang bakat melawan kita dalam skala yang mencakup segalanya.”

dokumen rahasia perang dingin bocor
Sebuah screen-shot dari “Format Melaksanakan Instruksi Tertulis Pemimpin Kota”, dengan instruksi dari wakil walikota Ai Xuefeng, meminta file ini untuk dikirim ke anggota-anggota Komisi Pengembangan dan Reformasi Kota Shenzhen agar mereka membaca, mempelajari dan mengevaluasi rekomendasi dalam file tersebut.

Usulan ini menunjukkan bahwa Tiongkok perlu melakukan penelitian dan membuat penilaian terlebih dahulu untuk memprediksi jenis bakat apa yang paling mereka butuhkan, dan kemudian mencari individu yang berasal dari negara-negara dunia ketiga, namun yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di negara-negara maju. Calon-calon ini harus diberi gaji dan penghargaan yang lebih baik, sebagai ajakan untuk membantu mereka membuat keputusan untuk pindah ke Tiongkok dan melanjutkan karir mereka di sana.

File tersebut juga menyebutkan bahwa Tiongkok harus mempelajari pelajaran dari “Rencana Seribu Talenta,” yang menarik perhatian FBI dan menjadi titik fokus. Oleh karena itu, ketika menjaring individu, pendekatan dengan intensitas rendah yang terkendali sangat penting untuk menghindari perhatian dari dunia luar.

WAKTU SINGKAT

Rekomendasi kedua adalah untuk merebut “periode kesempatan” sebelum Amerika Serikat mulai memblokir Tiongkok secara komprehensif, dengan mengadopsi cara-cara tidak konvensional untuk mengimpor segala macam peralatan dan instrumen ilmiah mutakhir, dan melakukan persiapan material dengan baik dalam konteks untuk “Perang Dingin Baru.”

Usulan tersebut mengatakan bahwa kesenjangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat terutama memanifestasikan dirinya di bidang instrumen-instrumen dan peralatan ilmiah. Sementara Amerika Serikat mungkin memobilisasi sekutu-sekutunya untuk memperbesar skala pembatasan ekspor produk teknologi tinggi terhadap Tiongkok, mungkin ada hingga satu tahun “periode kesempatan” sebelum tindakan-tindakan nyata dapat diambil.

“Kita perlu, dengan segala cara, melakukan segala upaya yang mungkin, melalui berbagai saluran, untuk mengimpor semua jenis peralatan dan instrumen penelitian sains mutakhir. Kita perlu mengalihkan investasi dan cadangan kita dari lingkup real estat ke peralatan penelitian sains dan peralatan instrumen mutakhir.”

Rekomendasi ketiga adalah untuk “membangun, secepat yang kita bisa, lembaga riset teknologi dan sains tingkat tinggi untuk mengikuti, menganalisis, mempelajari, dan membuat penilaian-penilaian tentang tren pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi internasional.”

Dalam saran ini, Tiongkok perlu menyatukan bersama pemikir-pemikir top dunia dalam sains dan teknologi untuk menyiapkan pusat-pusat informasi dan data, sambil mengambil keuntungan dari kemudahan akses ke data ilmu pengetahuan dan teknologi internasional dari Hong Kong.

MENGGUNAKAN KERJASAMA INTERNASIONAL

Rekomendasi keempat adalah “secara proaktif melawan blokade Amerika Serikat dalam sains dan teknologi dan untuk secara proaktif memulai kegiatan sains dan teknologi internasional.”

Tiongkok harus “mengubah kerjasama internasional pada penelitian dasar menjadi kendaraan penting untuk memecahkan blokade teknologi; mengadopsi semua jenis cara fleksibel untuk memperkuat kerja sama ilmiah dan teknologi kita dengan negara-negara adidaya di bidang sains dan teknologi; mendukung upaya orang-orang Tiongkok dan perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk mendirikan universitas dan lembaga-lembaga penelitian di negara-negara di luar negeri.”

TIDAK ADA BATASAN HUKUM

Rekomendasi kelima adalah untuk “menggunakan kesempatan-kesempatan yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan antara sistem-sistem hukum dan kelembagaan Tiongkok dengan Amerika Serikat dan untuk mempercepat pengembangan jenis-jenis industri dan bisnis-bisnis baru.”

Usulan tersebut menawarkan contoh nilai pasar Facebook turun $50 miliar, serta perusahaan tersebut mungkin menghadapi denda setinggi $2 triliun, sebagai konsekuensi dari 50 juta pengguna yang menemukan data pribadinya bocor. Tiongkok tidak perlu khawatir tentang menghadapi situasi yang sama seperti Facebook, karena, ketika Tiongkok memiliki lebih dari 1 miliar pengguna internet, tidak ada banyak konsensus untuk perlindungan privasi.

“Hal ini, untuk melihatnya secara dialektis, juga merupakan peluang kita untuk mengembangkan ekonomi berbasis internet. Kita perlu memanfaatkan kesempatan waktu ini untuk mempercepat pengembangan model-model ekonomi dan bisnis baru untuk mendapatkan keunggulan dalam persaingan bisnis global terkait internet.

“Sementara itu, pengembangan teknologi baru, di berbagai bidang seperti biomedis, terkait erat dengan peraturan dan aturan. Kita dapat menetapkan zona-zona khusus sebagai area-area percobaan, dan mengadopsi kebijakan-kebijakan khusus di area-area ini untuk mendukung, melayani, dan mengatur industri-industri ini untuk mempercepat pengembangan teknologi baru dan jenis bisnis-bisnis baru.”

MEMBANGUN ENTITAS BARU

Rekomendasi keenam adalah “untuk menciptakan dataran tinggi bagi pencapaian-pencapaian sains dan teknologi global yang berkembang menjadi industri, dan untuk memberikan dukungan yang luas dan tidak membedakan untuk pebakat internasional non-Tionghoa” dan untuk membentuk organisasi guna menyediakan layanan-layanan untuk kepentingan pebakat asing.

“Menyediakan layanan-layanan yang ditargetkan dari dukungan keuangan untuk mengakomodasi fasilitas-fasilitas dan penerapan industri. Memperkuat kerja sama dengan lembaga-lembaga transfer teknologi terkenal di dunia, membangun dan memulai sejumlah organisasi layanan transfer teknologi internasional dan profesional, dan mendirikan jaringan global untuk transfer pencapaian teknologi.”

PESAN PENTING

Pusat Pengembangan dan Penelitian Kota Shenzhen, yang menghasilkan usulan ini, adalah bagian dari sistem badan penelitian dan konsultan kebijakan pemerintah negara. Pusat tingkat tertinggi, Pusat Pengembangan dan Penelitian Dewan Negara, didirikan pada tahun 1980-an selama pemerintahan mantan Perdana Menteri Zhao Xiyang.

Sementara file yang bocor tersebut hanya berasal dari pusat penelitian dan pengembangan tingkat kota, pesannya tetap penting bagi dunia luar untuk mempelajari, kata analis ekonomi Qin Peng.

Wu Sikang, penulis usulan tersebut, adalah seorang undangan khusus pada simposium ekonomi khusus yang diselenggarakan oleh pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada tahun 2016, membuat Wu seorang ahli yang sangat aktif, Qin memperingatkan.

Sementara posisi rezim Komunis Tiongkok dalam file yang bocor tersebut tidak berbeda dari kebijakannya yang lama untuk mencuri dan mendapatkan dengan segala cara yang memungkinkan, Qin mengatakan dia terutama terpukul oleh rekomendasi kelima, yang menunjukkan rezim komunis siap untuk mengambil keuntungan dari celah-celah dalam sistem hukum dan sosial Tiongkok untuk mendapat keuntungan dari informasi pribadi milik para pengguna internet.

Qin mengatakan penyebutan perbedaan antara sistem-sistem hukum dan kelembagaan Amerika Serikat dengan Tiongkok, sehubungan dengan produk-produk biomedis, dapat berarti bahwa rezim Komunis siap untuk menggunakan orang-orang Tiongkok dalam melakukan pengujian medis yang tidak diizinkan oleh undang-undang dan peraturan-peraturan AS.

Shenzhen telah menjadi zona model untuk keterbukaan dan reformasi Tiongkok, serta manufaktur produk teknologi tinggi, kata Qin, dan memainkan peran penting dalam “Made in China 2025,” rencana ambisius bagi Tiongkok untuk mendapatkan dominasi atas teknologi-teknologi posisi terdepan di masa kita sekarang.

Dalam laporan pemerintah tahunan 2018, Walikota Chen Rugui bersumpah untuk membangun Shenzhen menjadi “zona model untuk ‘Made in China 2025.'” Tujuannya adalah agar Shenzhen menjadi pelopor terdepan dan kota manufaktur internasional yang kuat dalam manufaktur kecerdasan, industri hijau, dan manufaktur produk mahal pada tahun 2025. (ran)

Rekomendasi video:

Strategi Siber Trum Melawan Spionase Siber

Share

Video Popular