Florida – Rumah Wilmer Capps dipenuhi perabotan basah dan nyamuk. Dia hampir putus asa untuk dapat mencari tempat perlindungan bagi istrinya dan putra mereka, Luke, yang lahir hanya tiga hari setelah Badai Michael melanda Kawasan Florida, Amerika Serikat.

Mereka akhirnya memutuskan untuk bermalam pada tempat terbaik yang bisa mereka temukan. Tempat parkir sebuah toko swalayan, Walmart yang ditutup setelah badai.

Pada malam yang berbintang, sang ibu duduk di jok truk pikap milik keluarga; anaknya terbaring di jok, di sampingnya. Sang Ayah duduk dalam kegelapan dan merenung, bagaimana mungkin malam pertama putranya di luar rumah sakit, bisa dihabiskan di emper toko karena kurangnya bantuan.

“Ini benar-benar membuat saya kesal. Karena saya selalu menjadi tipe orang yang akan membantu siapa pun,” kata Capps dalam wawancara dengan The Associated Press, yang menemani keluarganya di luar toko pada malam hari, 15 Oktober 2018 lalu.

Fotografer AP kemudian menemani mereka dalam perjalanan dari tempat parkir swalayan ke sebuah rumah sakit, untuk pemeriksaan medis sang bayi. Mereka bertemu lagi di sebuah hotel di mana para donatur kemudian memberi mereka sebuah kamar.

Luke sehat dan begitu pula Smith, ibunya. Namun dia mengatakan bahwa bayinya yang lahir dengan selamat, jauh lebih beruntung daripada bencana badai yang mereka jalani sejauh ini.

“Kami memiliki segalanya. Pekerjaan penuh waktu, tempat tinggal. Suatu hari kami memiliki segalanya, selanjutnya kami tidak memiliki apa-apa,” kata Smith. “Ini bukan apa yang saya pikir, bahwa saya akan membawa mereka dalam kondisi ini.”

Lorrainda Smith dan suami Wilmer Capps bersiap untuk menghabiskan malam pertama keluar dari rumah sakit bersama putra mereka yang berusia dua hari. Mereka terpaksa menginap di tempat parkir di Panama City, Florida pada 15 Oktober 2018. (David Goldman/AP Foto/The Epoch Times)

Kisah kelahiran Luke ini hanya salah satu dari kisah-kisah sedih lainnya di tengah kekacauan tatanan sosial di Florida. Negara bagian yang berada di semenanjung ini menjadi wilayah Amerika Serikat yang paling rusak oleh Badai Michael.

Dengan angin topan yang menghantam kampung halaman mereka di Panama City, Florida, Capps dan Smith mengirim tiga anak mereka yang lain untuk tinggal bersama sanak keluarga. Dokter telah merencanakan untuk menginduksi persalinan pada 11 Oktober 2018, sehari setelah Badai Michael menghantam daratan antara Florida dan Pantai Meksiko. Badai itu memusnahkan sebagian besar bangunan dan pohon-pohon besar seisi negara bagian.

Smith pergi ke rumah sakit seperti yang direncanakan hari itu, berkat tumpangan mobil polisi di sepanjang jalan-jalan yang saling silang dengan pohon-pohon dan saluran listrik yang tumbang. Smith mengatakan para pekerja di Pusat Medis Regional Pantai Teluk mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak dapat melahirkan bayi pada hari itu, jadi dia berjalan beberapa mil (kilometer) ke rumah setelah tidak dapat menemukan tumpangan untuk kembali.

Anya Mayr, juru bicara Wilayah Pantai Teluk, mengatakan rumah sakit telah beroperasi hanya sebagai ruang gawat darurat dan belum menerima pasien sejak Michael. Sekitar 560 orang telah dirawat karena cedera mulai dari luka akibat badai hingga serangan jantung dan luka akibat gergaji. Lebih dari 170 pasien telah dipindahkan ke rumah sakit lain dengan ambulans dan helikopter.

Persalinan dimulai pada hari berikutnya, sehingga Capps membawa Smith ke rumah sakit sekitar 80 mil (130 kilometer) ke utara di Dothan, Alabama, yang dibanjiri pengungsi dari pesisir akibat Badai Michael. Dia melahirkan pada pukul 1 dinihari pada 13 Oktober 2018, tiga hari setelah Michael menghantam semenanjung besar Florida.

Setelah keluar dari rumah sakit dan tidak dapat menemukan kamar hotel di dekatnya, pasangan itu kembali ke Florida, di mana kondisinya sedikit membaik sejak Michael.

Masih tidak bisa tinggal di rumah mereka yang rusak akibat badai di tengah panas yang menusuk dan serangga, Capps menetap di tempat parkir Walmart karena mereka kehabisan bensin dan takut mengemudi di malam hari dengan adanya aturan jam malam. Toko itu memiliki reputasi karena membiarkan pelancong tidur di tempat parkir semalaman, dan Capps mengetahui informasi itu.

“Saya tidak punya pilihan, (Luke) akan mengalami kepanasan. Ketika dia mulai bertingkah seperti sedang sakit karena panas dan tidak mau makan, itulah saat kami pergi ke Walmart,” kata Capps. “Ada semacam angin di sana, tidak ada serangga yang menggigit kami. Saya berkata ‘Kami semua baik-baik saja sekarang.'”

Petugas polisi yang muncul setelah fotografer AP mengawal mereka kembali ke Gulf Coast Regional, di mana para pekerja memeriksa Luke tetapi tidak dapat menyediakan tempat tidur untuk malam itu, membuat Capps frustrasi. Takut masalah keselamatan dan sanitasi di tempat penampungan yang disarankan oleh pekerja dari Badan Manajemen Darurat Federal, keluarga itu kembali ke Walmart.

Di sana, mereka bertemu dengan seorang penjaga keamanan yang membantu mencarikan mereka sebuah kamar hotel di Panama City Beach yang dilengkapi dengan AC, air dan listrik pada malam hari, 16 Oktober 2018. Capps tidak tahu berapa lama bantuan itu akan diperolehnya. Akan tetapi, dia berencana untuk membayar donasi.

Setelah selamat dari badai, Capps sempat meragukan nilai-nilai kemanusiaan ketika merenung di tempat parkir. Namun, kini dia justru dibantu oleh orang asing. Capps kini masih memiliki sedikit tabungan, namun tidak memiliki rumah permanen.

“Orang-orang ini (donatur) telah menjadi berkah dari Tuhan, karena kalau tidak, kami akan kembali ke tempat parkir malam ini,” kata Capps. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular