Seorang guru sekolah dasar di Tiongkok tengah diseret pergi oleh polisi setelah dia menghukum seorang siswa yang ternyata adalah putri seorang kepala polisi setempat.

Beberapa outlet media Tiongkok melaporkan bahwa seorang guru di Sekolah Dasar Yuhong yang terletak di Kabupaten Zhuzhou, Provinsi Hunan, diidentifikasi hanya dengan nama belakangnya He, telah menghukum seorang anak karena terlambat ke sekolah. Guru memintanya untuk berdiri di luar kelas selama beberapa menit.

Keesokan harinya, pada 16 Oktober pukul 8 pagi, sekelompok petugas dari kantor polisi setempat kota Lukou muncul dan membawanya pergi.

Guru diinterogasi selama beberapa jam dan dibebaskan hari itu sekitar pukul 15.00.

Guru tersebut menulis tentang pengalamannya di WeChat, sebuah platform media sosial yang populer. Postingan media sosial tersebut beredar luas setelah para netizen menanggapi akunnya dengan keras.

Dia menulis bahwa dia tidak mendapat makanan ataupun air selama tujuh jam dia ditahan. “Saya sedang diawasi selama proses itu,” tulisnya. “Saya bekerja dengan giat untuk mengajar siswa. Mengapa saya diperlakukan seperti ini?”

Setelah kemarahan publik, media Tiongkok melaporkan bahwa petugas polisi yang bersalah tersebut, bermarga Zhao, wakil direktur kantor polisi, telah diskors dari tugas. Pengawas internal anti korupsi Partai Komunis Tiongkok setempat juga telah memulai penyelidikan, menurut situs berita yang dikelola pemerintah The Paper.

Kisah-kisah para pejabat publik yang menyalahgunakan kekuasaan mereka adalah kejadian biasa di Tiongkok, meskipun praktik-praktik semacam itu adalah target kampanye anti korupsi yang sedang berlangsung. Di antara sejumlah pejabat yang telah ditumbangkan oleh kampanye anti korupsi pemimpin Tiongkok Xi Jinping, wakil yang paling umum disebut oleh pengawas internal Partai termasuk menggunakan kekuasaan mereka dengan mendapat imbalan atau uang suap.

Pejabat-pejabat pemerintah juga sering menerima perlakuan khusus. Sebuah laporan oleh surat kabar Hong Kong Apple Daily pada Mei mengungkapkan bahwa para elit Partai memiliki pertanian eksklusif yang memasok makanan organik dan bebas pestisida kepada mereka. (ran)

Rekomendasi video:

Siswa siswa SMA di Tiongkok Mencoba Bunuh Diri, Gegara Wabah TBC yang Diabaikan

 

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds