Ottawa – Pembuat pesawat terbang asal Kanada, Bombardier Inc, menggugat unit usaha pesawat dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd, asal Jepang. Bombardier mengatakan mantan karyawan mereka memberikan rahasia dagang untuk membantu proyek jet ukuran sedang yang beberapa kali tertunda.

Bombardier mengajukan gugatan pada 19 Oktober 2018 di pengadilan federal di Seattle melawan Mitsubishi Aircraft Corporation, Aerospace Testing Engineering & Certification Inc (AeroTEC) yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat. Beberapa mantan karyawan Bombardier turut menjadi tergugat.

AeroTEC bekerja-sama dengan Mitsubishi Aircraft untuk membantu melahirkan jet penumpang 90-kursi yang disertifikasi oleh regulator. Belum ada pihak Mitsubishi Aircraft atau AeroTEC yang dapat dihubungi untuk konfirmasi oleh Reuters, pada 21 Oktober 2018.

Gugatan setebal 92 halaman itu menuduh bahwa karyawan Bombardier yang direkrut oleh Mitsubishi atau AeroTEC membawa dokumen dan data rahasia yang berkaitan dengan sertifikasi pesawat di Kanada dan Amerika Serikat. Sertifikasi adalah bagian penting dari proses pengaturan yang menentukan kelaikan udara pesawat berdasarkan desainnya.

Bombardier sedang mencari perintah awal untuk mencegah Mitsubishi Aircraft dan AeroTEC menggunakan informasi dagang yang diklaim, diambil oleh mantan karyawan mereka. Gugatan itu mengatakan karyawan mengirimkan dokumen-dokumen penting ke akun email pribadi mereka, sebelum meninggalkan Bombardier dan bergabung dengan proyek Mitsubishi.

Mitsubishi pada masa lalu menyebutkan bahwa mereka kesulitan mendapat sertifikasi. Kondisi yang menjadi salah satu faktor yang menunda peluncuran pesawat yang direncanakan, yang dipersiapkan untuk bersaing dengan jet C-Series Bombardier, menurut berkas gugatan.

Program jet regional Mitsubishi, pesawat penumpang pertama Jepang sejak tahun 1960-an, telah tertunda selama beberapa tahun. Pelanggan pertama, ANA Holdings Inc kini mengharapkan pesawat 90-tempat duduk itu akan dikirim pada tahun 2020, bukan pada 2013 seperti yang direncanakan semula.

Dalam gugatan itu, Bombardier menuduh Mitsubishi Aircraft melanggar Undang-Undang Rahasia Pertahanan Dagang tahun 2016 dengan mencoba menggunakan data rahasia dan dokumen yang diperoleh dari mantan karyawan Bombardier untuk mempercepat proses yang, ‘sangat rumit dan mahal’, dalam sertifikasi.

Bombardier mengatakan butuh waktu hampir satu dekade untuk mengambil C-Series dari konsep ke penerbangan komersial. Dikatakan lagi, hanya empat perusahaan sejak tahun 2000 yang mampu mengembangkan program pesawat ‘clean-sheet’ yang disetujui oleh regulator di Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds