Paris – Seorang remaja Prancis didakwa dalam kasus kekerasan menyusul beredarnya sebuah video yang menunjukkan dimana dia mencandai sang guru. Dalam video itu, dia mengacungkan pistol mainan ke arah kepala seorang guru, layaknya penjahat yang sedang mengancam korbannya.

Jaksa penuntut setempat pada 21 Oktober 2018 mengatakan adegan itu terjadi pada 18 Oktober 2018, di SMA Edouard-Branly, di Creteil, pinggiran tenggara kota Paris. Pelajar berusia 16 tahun itu mengatakan dalam video berbahasa Prancis, sambil mengarahkan pistol palsu ke guru perempuan, “Anda telah menandai saya sebagai tidak hadir. Tandai bahwa saya hadir.”

Le Parisien melaporkan bahwa remaja itu bereaksi terhadap guru yang telah menandai dia absen ketika dia terlambat masuk kelas. Sang Guru tampak acuh oleh gerakan yang mengganggu itu, dan mulai menghadap laptopnya, serta mengabaikan siswa tersebut.

Ada juga seorang siswa yang tertangkap dalam video, yang membuat gerakan tangan kasar atau tidak sopan di belakang punggung sang guru. Video kejadian itu pertama kali diunggah ke media sosial pada 18 Oktober oleh teman sekelas siswa SMA itu, menurut BBC.

Pada 19 Oktober 2018, sang guru mengajukan laporan polisi atas insiden tersebut. Remaja itu kemudian menyerahkan diri ke polisi pada hari yang sama, ditemani ayahnya.

Remaja itu mengatakan kepada polisi bahwa aksi itu hanya sebagai lelucon, menurut AFP. Dia ditahan di tahanan polisi selama 48 jam sebelum dibebaskan. Namun, kasus itu tetap berjalan dengan dakwaan ‘mengancam seorang guru dan membawa senjata palsu ke sekolah, Prancis Inter melaporkan.

Siswa yang telah membuat gerakan tangan yang kasar juga sempat ditangkap, tetapi segera dibebaskan.

Seorang guru yang telah berada di sekolah selama 25 tahun terakhir mengatakan kepada Le Monde bahwa kejadian ini tidak biasa. Sebab, para siswa juga sudah diajarkan pendidikan keterampilan komunikasi dan rasa hormat.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron menulis pada 20 Oktober 2018 di sebuah posting Twitter bahwa mengancam seorang guru tidak dapat diterima. Macron mengatakan dia telah memerintahkan para menterinya untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Pada 21 Oktober 2018, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner dan Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer mengumumkan dalam pernyataan bersama bahwa mereka akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas cara mencegah kekerasan sekolah di pinggiran kota berpenghasilan rendah tersebut. (MIMI NGUYEN LY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular