Washington DC – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan inhibitor enzim pengkonversi angiotensin (ACE) memiliki peluang yang lebih besar untuk terjangkit kanker paru-paru. Jutaan orang mengonsumsi obat-obatan jenis itu setiap harinya.

Sebagaimana dicatat oleh National Library of Medicine AS: penghambat ACE menyebabkan relaksasi pembuluh darah, serta volume darah yang menurun, yang mengarah ke penurunan tekanan darah dan penurunan oksigen, permintaan dari hati. Berarti, jenis obat ini menghambat enzim pengubah angiotensin dan mempengaruhi produksi hormon yang bertanggung jawab untuk mengontrol tingkat tekanan darah dalam tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis, BMJ, menunjukkan bahwa orang yang menggunakan ACE inhibitor memiliki peningkatan 14 persen secara keseluruhan dalam risiko terkena kanker paru-paru, Medscape melaporkan.

“Analisis catatan perawatan primer dari hampir satu juta pasien di Inggris menunjukkan bahwa ketika pengobatan dengan ACE inhibitor berlanjut, risiko untuk kanker paru meningkat. Untuk pasien yang menggunakan ACE inhibitor selama 5 tahun, risiko untuk kanker paru meningkat 22% dibandingkan dengan mereka yang menggunakan ARB. Peningkatan risiko untuk kanker paru-paru memuncak pada 31% untuk pasien yang meminum ACE inhibitor selama 10 tahun atau lebih,” tulis Medscape tentang penelitian itu.

Namun, seorang spesialis yang tidak terlibat dalam penelitian itu mengatakan kepada HealthDay bahwa pasien yang memakai ACE inhibitor tidak perlu resah. Sebab, manfaat obat-obatan tersebut lebih besar daripada risiko tertular kanker paru-paru.

“Inhibitor ACE telah dipelajari secara ekstensif dalam banyak uji klinis acak skala besar dalam populasi pasien yang sangat beragam,” kata Dr Gregg Fonarow, seorang profesor kardiologi di University of California di Los Angeles, menurut situs web tersebut.

“Temuan ini seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan inhibitor ACE,” tambah Fonarow.

“Lapisan perak dari temuan kami adalah bahwa ketika kami menemukan sebuah asosiasi, risiko pada tingkat pasien individu cenderung rendah, bahkan setelah 10 tahun digunakan,” kata ketua peneliti Laurent Azoulay, seorang profesor epidemiologi McGill University di Montreal, menurut ke HealthDay.

“Untuk alasan ini, kondisi itu tidak harus menghalangi pasien dalam menggunakan obat-obatan ini, jika dokter mereka menganggap perawatan yang dilakukan sudah tepat,” sambung Azoulay.

Azoulay mengatakan bahwa inhibitor ACE efektif menurunkan tekanan darah, tetapi mereka dapat meningkatkan bahan kimia dalam tubuh yang terkait dengan kanker paru-paru, lapor HealthDay. Bradikinin dan zat P telah ditemukan dalam jaringan kanker paru-paru, dan bradikinin dapat meningkatkan pertumbuhan kanker paru-paru.

Lotensin (benazepril), Prinivil (lisinopril), dan Altace (ramipril) adalah inhibitor ACE umum.

“Pada pasien individu, setiap kekhawatiran tentang risiko kanker paru harus diimbangi dengan manfaat kelangsungan hidup yang terkait dengan penggunaan inhibitor ACE,” kata Cronin Fenton, yang menulis dalam sebuah artikel tentang studi BMJ.

Bulan ini, harga untuk dua dosis obat tekanan darah valsartan naik lebih tinggi dari obat lain di Amerika Serikat pada bulan September, setelah penarikan besar-besaran dari banyak pasokan obat, seperti dilaporkan Reuters.

Produsen bahan farmasi Tiongkok, Zhejiang Huahai Pharmaceuticals menarik kembali valsartan dari konsumen di Amerika Serikat pada Juli setelah menemukan jejak kemungkinan karsinogen.

Menurut survei Biaya Narkoba Obat Nasional (NADAC) rata-rata untuk bulan lalu, harga tablet 160 miligram dan 80 miligram sudah lebih dari dua kali lipat harga bulan Agustus. (JACK PHILLIPS dan reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds