Quito – Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengatakan pada 29 Oktober 2018 bahwa Ekuador berusaha mengakhiri suakanya di kedutaan besar negara itu di London, Inggris. Ekuador menurut Assange akan menyerahkannya kepada Amerika Serikat.

Pernyataan Assange disampaikan ketika hakim menolak gugatannya atas aturan baru kementerian yang menyangkut kondisi kehidupan dirinya di kedutaan Ekuador, di London. Assange berbicara dari kedutaan di London melalui teleconference, ketika bersaksi pada sidang pengadilan di Quito, Ekuador.

Dia bersaksi tentang gugatannya terhadap pemerintah Ekuador yang mengharuskan dia membayar tagihan medis, panggilan telepon dan memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh kucing peliharaannya.

Wartawan asal Australia itu berlindung di kedutaan besar Ekuador sejak enam tahun lalu untuk menghindari ekstradisi ke Swedia. Dia sempat menjadi tersangka dalam kasus kekerasan seksual di Swedia, yang kemudian dihentikan penyidikannya oleh otoritas setempat. Dia tetap bertahan tidak keluar dari gedung kedutaan untuk menghindari kasus lainnya.

Jika keluar dari gedung itu, maka dia tidak akan merasakan lagi kekebalan diplomatik kedutaan besar Ekuador. Sehingga dia akan dipenjara oleh Inggris karena melanggar ketentuan ‘bebas dengan jaminan’, kasus yang muncul ketika dia memilih untuk bersembunyi di kedutaan negara Amerika latin ini. Assange mengklaim, penangkapan dirinya oleh otoritas Inggris akan mengakibatkan dia diserahkan ke Washington.

Selama persidangan, Assange mengatakan aturan baru itu adalah tanda bahwa Ekuador berusaha mendorongnya keluar dari gedung kedutaan. Dia mengatakan Presiden Ekuador, Lenin Moreno telah memutuskan untuk mengakhiri suakanya. Akan tetapi sang Presiden belum secara resmi memberi perintah.

“Jika Tuan Assange ingin tetap tinggal, dan dia mengikuti aturan (peraturan menteri terbaru), dia bisa tinggal di kedutaan selama yang dia inginkan. Sampai saat ini, masa menginap Assange telah merugikan negara $ 6 juta (sekitar 90 miliar rupiah),” kata Jaksa Agung Inigo Salvador.

Hakim Karina Martinez menolak gugatan itu, dengan mengatakan Kementerian Luar Negeri bertanggung jawab untuk menentukan kondisi kehidupannya. Menteri Luar Negeri Jose Valencia menolak berkomentar tentang pernyataan Assange bahwa Ekuador berusaha menyerahkannya ke Amerika Serikat.

Tim hukum Assange mengatakan, pihaknya akan segera mengajukan banding atas putusan itu.

Staf kedutaan sempat mengeluhkan aktivitas Assange yang mengendarai skateboard di aula, bermain sepak bola di lapangan dan berperilaku agresif terhadap petugas keamanan. Aturan baru dimaksudkan untuk mengatasi masalah ini, kata jaksa agung Salvador.

Kerajaan Inggris pada Agustus lalu telah meyakinkan Assange bahwa dia tidak akan diekstradisi jika bersedia meninggalkan kedutaan, Salvador mengatakan kepada wartawan pekan lalu.

Sedangkan Valencia mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa pemerintah ‘frustrasi’ oleh gugatan itu. Dia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi campur tangan dengan otoritas Inggris, atas kasus Assange.

Jaksa federal AS di Alexandria, Virginia, kini tetap mempertahankan penyelidikan yang berlangsung sejak lama terhadap WikiLeaks. Menurut salah satu sumber, penyelidikan itu termasuk proses bocornya dokumen-dokumen badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA) ke situs web wikileaks. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds