Dr. Xie Tian

Hampir dalam semalam saja, Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyadari, para politisi, pengusaha, kalangan akademis yang bisa mereka suap dan dipermainkan sesuka hati, semuanya telah gagal total. Apalagi, ketakutan pemerintah AS terhadap PKT dulu, juga telah menjadi tidak lagi gentar terhadap PKT.

Media dunia dalam mendeskripsikan PKT, kini selalu menggunakan istilah ‘naga kertas’ (paper dragon, Red.).

Surat kabar Prancis “Le Monde” mengkritik bursa efek RRT sebagai ‘naga kertas.’

Pakar pertahanan Asia Kyle Mizokami berpendapat, pasukan PKT adalah ‘macan kertas’ atau ‘naga kertas.’

Bahkan pembawa acara saluran TV finansial CNBC Jim Cramer juga berkata, PKT lebih menyerupai ‘macan kertas’ daripada yang dibayangkan oleh banyak orang.

Dulu PKT selalu mencemooh AS adalah macan kertas, dan ternyata macan kertas Amerika sekarang baru menyadari bahwa PKT-lah naga merah yang terbuat dari kertas! Apalagi, naga merah ini ternyata sangat rapuh.

Kelemahan PKT apa saja yang telah ditangkap dan tidak akan dilepaskan oleh AS, sehingga membuat PKT tersungkur dan kini tengah sekarat dalam ekonomi dagang dan politik internasional?

Macan kertas, adalah macan yang terbuat dari kertas, diibaratkan terlihat menakutkan tapi hanya terlihat garang pada penampilannya.

Di dalam kebudayaan tradisional Tiongkok, macan kertas adalah benda yang digunakan dalam ritual buang sial “memukul orang kecil (ritual mengusir roh ilmu hitam yang dikirim rival untuk mengganggu. Red.)”, yang dikisahkan digunakan untuk menggigit mati si “orang kecil”.

Masyarakat Tiongkok zaman sekarang paling mengenal istilah ‘macan kertas’ karena Mao Zedong (dibaca: mao ce tung) pernah mengatakan “semua kelompok reaksioner adalah macan kertas”.

Di tahun 1970an Mao Zedong berkata pada reporter Amerika yakni Anna Louis Strong, Pemerintah Nasionalis dan kekuatan “reaksioner” lainnya adalah macan kertas, tapi dikabarkan pada waktu itu diterjemahkan dengan istilah “scarecrow” (orang-orangan sawah) yang lebih dipahami oleh masyarakat Barat.

Orang-orangan adalah benda yang digunakan para petani untuk menakut-nakuti dan mengusir hama atau burung di ladang/sawah yang sebenarnya adalah terjemahan yang sangat tepat. Tapi setelah tahu akan hal itu, Mao berang dan menuntut harus diralat, dan Mao juga mengemukakan istilah ‘paper tiger’ sebagai ungkapan tersebut. Maka sejak itu Mao menggunakan istilah ‘macan kertas’ dalam mengecam Amerika Serikat.

Walaupun macan kertas digunakan PKT untuk mencaci Amerika, tapi orang Amerika menerimanya tanpa merasa risih. Di dalam Bahasa Inggris malah bertambah satu istilah ini, sekarang justru balas digunakan pada PKT sendiri dengan penampilan yang semu menakutkan.

Yang menarik adalah, orang Tiongkok dan orang Timur sendiri dalam mengutarakan keberanian dan kekuatan kerap menggunakan macan. Sedang orang Amerika dan Barat, jarang menyimbolkan dengan macan, dan berpendapat singa adalah simbol keberanian dan kekuatan. Ini bisa dikatakan perbedaan budaya.

Orang India dalam hal ini lebih mirip Barat juga suka menggunakan singa untuk mendeskripsikan kekuatan. Itu sebabnya didalam kultivasi aliran Buddha, seorang kultivator yang gigih maju dalam iman dideskripsikan dengan istilah singa jantan, singa disebut simbol kejantanan, jadi ada istilah ‘Daxiong Hall’ di kuil/wihara Tiongkok (Aula Maha Kejantanan, Red.).

Intinya, orang Tiongkok senang macan, orang Barat senang singa. Ada yang berdebat, mempertanyakan mana yang lebih hebat, macan atau singa, siapakah raja binatang yang sesungguhnya? Orang Barat yang serius dan suka berkompetisi bahkan melakukan riset.

Hasil yang diperoleh adalah, sebenarnya macan dan singa tidak begitu mudah bertarung, karena lingkungan habitat mereka berbeda. Yang satu adalah raja di hutan (Asia), yang satu lagi adalah raja di padang rumput (Afrika, Timur Tengah dan India). Jadi keduanya bisa dikatakan raja binatang.

Tapi jika benar-benar bertarung satu lawan satu dikatakan macan sedikit unggul, karena macan lebih cerdik. Tapi macan umumnya bertarung sendiri, sedangkan singa biasa berkelompok, kawanan singa melawan macan, tentunya bisa langsung diketahui pemenangnya.

Sedangkan naga adalah mahluk gaib bagi masyarakat Timur, banyak naga baik yang berani dan bersifat baik, tentunya juga ada naga jahat. Orang Barat sendiri tidak terlalu suka dengan naga, karena di dalam konsepsi mereka, naga adalah mahluk dari neraka, di dalam Alkitab juga dikatakan demikian.

Jika PKT dikatakan sebagai naga kertas, itu berarti masyarakat Barat telah memahami bahwa PKT adalah roh jahat dari neraka, dan lemah tidak berdaya.

Apa yang menyebabkan PKT menjadi naga kertas seperti sekarang ini? Mengapa pemerintah Trump bertolak belakang dengan sikap pemerintah AS sebelumnya, tidak sedikit pun ada rasa takut dan tanpa sungkan melabrak dengan gencar.

Itu dikarenakan Trump berangkat dari level moralitas, level keyakinan, dan level keadilan yang tinggi, serta kekuatan militer dan juga kemampuan teknologi serta ekonomi sebagai beking untuk berduel dengan PKT.

Dari politik internasional, para sekutu dan aliansi PKT dengan mudah telah dinetralisir oleh AS. Rusia di utara telah dibidik oleh Trump dan mulai menjauhi PKT. Korut di timur juga telah diatasi oleh Trump. Denuklirisasi Semenanjung Korea mungkin akan terwujud; Vietnam di selatan juga telah didekati Trump, yang mungkin akan menjadi pemenang terbesar dalam perang dagang AS-RRT, karena pengusaha dan pesanan yang hengkang dari RRT kebanyakan masuk ke Vietnam. India di Barat juga telah mendekat ke Trump, bahkan India melangkahi daratan Asia untuk bekerjasama dengan Jepang. Bahkan Teman Baja PKT yang disebut ‘Pakistan Rel’ yakni negara Pakistan, setelah pemilu tidak lagi percaya pada RRT, dalam program One Belt One Road menjadi hambatan baru bagi PKT.

Dalam konflik antara AS-RRT banyak yang mengira ini adalah persaingan merebut supremasi, sebenarnya pendapat ini terlalu mendongkrak pamor PKT. Hampir dalam segala bidang, PKT dalam posisi asor, banyak hal sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan AS.

Amerika adalah negara yang unggul dan tiada duanya di dunia: wilayahnya sangat luas, sumber daya alamnya melimpah, sangat mandiri dalam hal sumber energi. Teknologi canggih berkembang pesat, mampu memasok pangan ke seluruh dunia, bisa mengumpulkan para talenta berbakat dari seluruh dunia.

Riset ilmiah dan inovasi Amerika Serikat terus berkembang, memiliki modal yang sangat besar dengan aliran yang mengejutkan, sistem kendali moneter dan perhitungan pembayaran seluruh dunia dikuasai oleh AS, sekutu internasional AS adalah negara makmur yang besar. Dari semua keunggulan itu, mana yang bisa dilampaui RRT?

Tiongkok memiliki lahan tapi lahan bercocok tanam berkurang polusi bertambah. Tiongkok memiliki banyak penduduk tapi para talenta ditekan, inovasi diredam, populasi di Tiongkok menua dengan cepat, sedangkan populasi AS masih terus regenerasi. Bahkan, Tiongkok tidak mampu berswasembada pangan, sumber energi tidak bisa dicukupi sendiri, teknologi tidak bisa dicapai, modal juga tidak bisa dicukupi, dan dalam sistem moneter dunia terkendali oleh Amerika.

Di tengah merosotnya perdagangan internasional PKT, cadangan devisanya terus mengering, aliran dana mengalami masalah, krisis hutang dan efek gelembung properti akan meledak sewaktu-waktu. Yang terpenting adalah, Macan Kertas telah menemukan wujud asli Naga Merah yang ternyata lemah itu!

Menghadapi naga merah yang terbuat dari kertas itu, Amerika tidak menganggapnya remeh, tapi melangkah setahap demi setahap, menghadapinya dengan serius, sama sekali tidak memberikan peluang mengambil nafas bagi PKT, seperti halnya Trump tidak memberi peluang bagi Korut.

Dosen sejarah dari Princeton University yang juga peneliti senior dari Hoover Institution di Stanford University bernama Stephen Kotkin menjelaskan, perang dagang mungkin merupakan bagian dari kebijakan AS dalam menggulingkan rezim PKT.  Menurut Kotkin, Trump yakin rezim PKT sangat tidak stabil dan rapuh. “PKT takut terhadap rakyatnya sendiri dan terlihat sangat tidak percaya diri.”

Sanksi dagang dari Trump sedikit pun tidak longgar, taktik perang mata uang dan moneter, juga dilakukan satu persatu.

Deklarasi kebijakan baru-baru ini oleh Wapres Pence disebut sebagai panggilan kematian PKT, deklarasi menumpas komunis, dan merupakan ultimatum terakhir.

Apalagi pemerintah AS jelas tidak sekedar gertak saja, Trump membiarkan Pence tampil menyampaikan pidato ini, jelas memiliki makna mendalam, ia belum mau membuka kedok Xi Jinping.

Tapi mata yang jeli bisa melihat, Trump dan Xi sudah sangat mendekati bentrok. Trump juga pernah membeberkan secara terbuka, hubungan pribadinya dengan Xi, mungkin tidak begitu dekat. Ini menandakan, PKT tidak hanya sangat lemah, kesempatan pun tidak banyak lagi. (SUD/WHS/asr)

Sumber : EpochWeekly

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds