SYDNEY — Para pekerja di ibukota Papua Nugini (PNG) mengerjakan sentuhan akhir pada pakerjaan jalan besar (boulevard) yang didanai Beijing untuk mengesankan para pemimpin dunia yang berkunjung di forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) bulan ini.

Para kritikus mengatakan enam lajur jalan yang dibiayai oleh Tiongkok tersebut, lengkap dengan jalan-jalan setapak yang lebar dan dihiasi lampu, adalah simbol dari permainan kekuasaan regional dimana negara-negara pendonor bersaing pengaruh dengan hadiah-hadiah yang memenangkan tepuk tangan antusias paling panjang.

Australia, mitra lama PNG dan sekutu dekat Washington, telah bergerak dengan lebih dari AU$120 juta (US$86,5 juta) ke dalam APEC, berusaha untuk mempertahankan kekuasaannya terhadap tetangganya tersebut.

Allan Bird, seorang anggota parlemen dan gubernur provinsi terbesar kedua PNG, mengatakan jalan besar (boulevard) di luar gedung parlemen di Port Moresby memiliki sedikit manfaat praktis.

“Apa pun yang telah dikeluarkan pemerintah Tiongkok untuk [boulevard] itu dapat lebih baik dihabiskan di tempat lain, membeli obat atau membangun sekolah,” kata Bird kepada Reuters.

Bird mengatakan bahwa hadiah semacam itu memberi tekanan pada mitra-mitra yang telah lama seperti Australia untuk menempatkan lebih sedikit larangan seputar dana yang telah disumbangkan dan menahan diri untuk mengkritik pengeluaran PNG, yang secara kontroversial termasuk pembelian 40 mobil sport mahal Maseratis dan tiga Bentley untuk APEC.

“Tidak ada transparansi seputar penggunaan keuangan publik tersebut,” kata Bird.

“Pemerintah dapat beralih ke pendonor-pendonor lain dan memberi tahu mereka untuk ‘mematuhi perintah atau yang lain, kami akan sangat senang untuk mengambil uang Tiongkok.’ Mereka menggunakannya sebagai kekuatan mempengaruhi.”

Pemerintah PNG tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan tentang pendanaan untuk proyek boulevard atau aspek-aspek lainnya tentang APEC tersebut.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bahwa hampir semua pemimpin yang menghadiri acara tersebut akan melakukan perjalanan dengan kendaraan lapis baja khusus, sehingga tidak jelas apa yang akan digunakan oleh mobil-mobil sport tersebut.

BANTUAN DAN UTANG

Jika wilayah tersebut, yang paling penting dalam pertempuran Pasifik dalam Perang Dunia II, adalah harta yang strategis, PNG adalah salah satu permatanya.

Ia mengendalikan petak-petak besar lautan, kaya akan sumber daya mineral, dan dekat dengan pangkalan militer AS di Guam dan Australia.

Dahulu dikelola oleh Canberra, PNG dalam beberapa tahun terakhir semakin beralih ke Tiongkok untuk dibiayai karena Beijing menjadi pemain yang lebih besar di kawasan tersebut. PNG memiliki utang terbesar pada Tiongkok di Pasifik Selatan, hampir $590 juta, mewakili sekitar seperempat dari total utang luar negerinya.

Ketika para pemimpin dunia tiba di Port Moresby untuk APEC, kontribusi-kontribusi para donor akan tampak nyata.

Australia akan menyediakan personel keamanan, kapal-kapal patroli angkatan laut, dan kapal pengangkut helikopter; dan kota ini akan memiliki sistem pembuangan limbah yang telah ditingkatkan, milik pemerintah Jepang. Beijing telah mendekor ulang pusat konvensi pameran dan telah memberi hadiah mobil kereta, bus mini, dan mobil pemadam kebakaran.

Tiongkok juga telah membangun kembali jalan raya utama kota, yang menurut lembaga penelitian Institute of National Affairs yang bermarkas di Moresby, tidak benar-benar membutuhkan peningkatan. Direktur eksekutif lembaga tersebut, Paul Barker, mengatakan jalan-jalan yang dilapisi kembali dan boulevard baru tersebut memiliki sedikit manfaat publik.

“Sulit membayangkan boulevard akan memiliki kegunaan selain pawai atau pertunjukan besar dari waktu ke waktu,” katanya.

“Ini bukan benar-benar jalan untuk pergi dari dan ke mana saja.”

Meskipun biaya pasti dari masing-masing proyek tersebut tidak jelas, analisis Reuters terhadap pengumuman pemerintah PNG menunjukkan total tagihan Tiongkok akan menjadi beberapa puluh juta dolar.

Pada 1 November, Australia mengumumkan akan membantu mendanai pangkalan angkatan laut PNG yang Tiongkok telah menyatakan minatnya dalam pendanaan.

“Selama setahun terakhir, kita telah melihat Australia dan Selandia Baru secara agresif memperluas fokus mereka di Pasifik, dimana merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan kita,” kata seorang pejabat senior AS, yang berbicara dengan syarat anonim.

Pengaruh Tiongkok yang semakin meningkat telah diamati dengan kewaspadaan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Sebuah laporan kongres pada bulan Juni menyimpulkan bahwa tujuan Beijing di Pasifik Selatan termasuk membatasi ruang internasional Taiwan dan mendapatkan akses pada bahan baku dan sumber-sumber daya alam demi manfaat-manfaatnya.

Pada bulan Juli, laporan pertahanan pemerintah Selandia Baru memperingatkan bahwa pengaruh yang meningkat dari Komunis Tiongkok dapat merusak stabilitas di wilayah tersebut. (ran)

Rekomendasi video:

Di Balik Gelontoran Dana Tiongkok untuk Afrika, Ekonomi ataukah Politis

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds