Erabaru.net. Kemudian orang tua itu menghilang, meninggalkan Du duduk sendirian disana.

Saat malam mulai tiba, datanglah serombongan bandit, kepala bandit itu bertanya pada Du, apakah disitu ada barang berharga, Du diam tidak bergeming. Kepala bandit mulai marah, sambil mengacungkan golok, dia mengancam Du, “Orang bodoh! Kalau kamu tidak menjawab, saya akan penggal kepalamu!”

Namun Du tetap diam. Akhirnya para bandit itupun menyerah dan pergi.

Ilustrasi. Kredit: kisspng.com

Kemudian hujan deras disertai petir mulai datang, semakin lama hujan itu semakin deras, suara petir menggelegar dengan sangat menakutkan.

Satu suara gelegar petir yang sangat keras disertai angin kencang, membuat pintu bangunan terbuka tiba-tiba, Du sangat kaget namun tidak ada suara apapun yang keluar dari mulutnya.

Ilustrasi. Kredit: swindonadvertiser.co.uk

Air deras mulai naik memasuki aula gedung, dengan sangat deras membentuk ombak, namun Du tetap diam, ombak itu ternyata berhenti, tepat satu inci di depan kaki Du, dan perlahan-lahan airpun surut.

Lalu datanglah serombongan pasukan iblis, dengan wajah yang sangat menyeramkan, raja pasukan iblis itu memberi salam kepada Du, namun Du tidak menyahut dan hanya diam.

Ilustrasi. Kredit: mesosyn.com

Raja pasukan iblis marah dan mendekati Du, dia berkata, “Berani sekali kamu? Kamu tidak membalas salam saya.” Tiba-tiba kepala raja pasukan iblis itu berubah, gigi taringnya bertambah panjang dan secara tiba-tiba menyerang ke arah Du. Du tetap diam, sama sekali tidak ada pekikan yang keluar dari mulutnya.

Raja pasukan iblis itu berkata, “Hmm… hebat juga kamu, siapa namamu? “

Du diam tidak menjawab.

“Hmm… saya tahu kamu tidak bisu, masih tidak mau berbicara? Baiklah, saya punya ide.”

Seluruh pasukan iblis itupun kemudian pergi.

Kemudian datanglah sesosok dewa yang tinggi dan besar, dia berkata pada Du dengan suara yang sangat berwibawa “Du Zhicun, kamu telah menjadi manusia yang buruk dan hidup dengan berfoya-foya, beruntung kamu telah dibantu tiga kali oleh murid tertua saya, kamu telah berhasil melewati ujian dan tidak mengucapkan sepatah katapun, selamat sekarang kamu bisa menjadi dewa dan ikut ke dunia saya, apakah kamu mau pergi ke dunia dewa?”

Du masih diam dan tidak menjawab.

Dewa itupun tertawa, “Hahaha, jika kamu tidak menjawab mau, saya tidak bisa membawamu ke dunia dewa. Ujianmu sudah selesai nak, cukup bilang mau maka kamu bisa ke dunia dewa.”

Ilustrasi. Kredit: chinawhisper.com

Du berpikir bahwa orang tua itu berpesan supaya dia tidak berbicara sampai orang tua itu kembali, jadi dia tetap diam.

Tiba-tiba dewa itu berubah menjadi raja pasukan iblis yang sebelumnya telah datang, “Dasar manusia sial, lihat saja apa yang bisa saya lakukan.”

Raja pasukan iblis itu kemudian memberi perintah kepada anak buahnya, “Bawa masuk!”

Dua sosok iblispun masuk dan menaruh sebuah kuali besar yang berisi minyak, yang panas mendidih, disusul dengan dua hantu lagi yang masuk sambil memegangi seorang wanita, wanita itu ternyata adalah istri Du.

“Bicaralah dan dia akan kami lepaskan!”

Du tetap diam.

Iblis-iblis itu mulai menyiksa istri Du, memukuli, mencambuk, terus menerus sampai tubuh istri Du berlumuran darah.

Iblis-iblis itu kemudian menyayat daging di punggung istri Du, seiris demi seiris, membuat istri Du menjerit kesakitan, suaranya sangat memilukan.

“Suamiku, aku tahu aku bukan istri yang baik, aku punya banyak kekurangan dan sering membuatmu marah, tapi bagaimanapun aku ini istrimu, aku mohon, sekali ini saja, hanya satu kata saja maka aku akan bebas, aku mohon suamiku, rasanya sakit sekali, tolonglah.” Kata istri Du sambil menangis pilu.

“Kalau kamu tidak berbicara, istrimu akan kami rebus di dalam minyak mendidih!” Kata si raja iblis.

Du tetap tidak mengeluarkan sedikitpun suara dari mulutnya.

Kemudian istri Du dilemparkan ke dalam kuali yang berisi minyak mendidih, diiringi dengan jerit kesakitan yang sangat memilukan, yang perlahan-lahan hilang bersama dengan kematian istri Du.

“Sudah lihat? Jangan dikira saya tidak berani membunuhmu, kamu akan bernasib sama jika tidak mau berbicara!” Kata si raja iblis.

Du tetap diam dan akhirnya dua sosok iblis mengangkatnya, lalu mengancam akan melemparkannya ke dalam kuali jika dia tidak mau berbicara.

Du tetap diam dan akhirnya mereka melemparkannya ke dalam kuali panas, panas yang menyakitkan menjalar ke seluruh tubuh Du, dia sangat kesakitan, namun tetap tidak ada satu suarapun yang keluar dari mulutnya, dan akhirnya diapun mati disitu.

Roh Du terbang dan kemudian sampai di hadapan raja akherat. (lpc/jul)

BERSAMBUNG KE BAGIAN -4

Sumber: pencerahansejati.com

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds