Erabaru.net. Salah satu grup rock legendaris yang terbesar di dunia, Guns N’ Roses menggelar konsernya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018) malam. Presiden Joko Widodo disebut-sebut akan hadir pada konser ini.

Grup musik-musik cadas ini menempuh jalannya sendiri untuk mengungkapkan tentang betapa jahat dan kejamnya penindasan yang dialami oleh praktisi Falun Gong. Axl Rose dan kawan-kawan menorehkannya pada album ‘Chinese Democracy.’

Band yang aktif sejak tahun 1984 hingga sekarang, merilis Chinese Democracy pada 23 November 2008 silam.

Lagu ‘Chinese Democracy’ katakanlah sebagai bentuk Simpati GN’R untuk Falun Gong atau Falun Dafa. Lagu ini  mencoba membuka mata dunia tentang penindasan kejam yang dilakukan oleh rezim komunis Tiongkok.

Walaupun semua rakyat Tiongkok sungguh tak bisa mengakses informasi tentang GN’R. Apalagi lagu ‘Chinese Democracy’ ini. Akhirnya menjadi korban terlarang.

Sumber : Amazon

Sebenarnya, semua situs-situs yang memuat hal-hal dituduh atau tak sepaham dengan Komunis Tiongkok seperti Tiannanmen Square dan Falun Gong juga tak bisa diakses di Tiongkok.

Sebagian penggalan lirik dari lagu yang berjudul Chinese Democracy adalah “…. Blame it on the Falun Gong, they’ve seen the end and you can’t hold on now….” artinya Walaupun kalian menindas Falun Gong semaunya. Mereka akan menyambut hari berakhirnya penindasan, dan kalian sudah tidak bisa mempertahankan lagi penindasan itu.

Tak ada yang salah dari lirik lagu ini bagi orang terbuka mata hati dan nuraninya ketika melihat sebuah penindasan dan kekejaman.

Mengutip dari buku Deane Campbell Robinson yang berjudul Music At The Margin yang diterbitkan oleh Sage Publication, California,1991 menyebutkan bahwa “Musik, sebagai salah satu karya seni dapat dipahami sebagai sebuah simbol dalam komunikasi. Maka musikpun harus mampu merefleksikan realitas sosial di sekitarnya. Seperti simbol lainnya, musik mempunyai kemampuan untuk menghasilkan kembali atau menentang struktur sosial yang dominan.”

Axl Rose of Guns N ’Roses tampil di The Joint di dalam Hard Rock Hotel & Casino pada malam pembukaan residensi band kedua,” Guns N ‘Roses Pada 21 Mei 2014 di Las Vegas, Nevada. (Foto oleh Ethan Miller / Getty Images via The Epochtimes)

Apakan Falun Gong itu?

Falun Dafa (disebut juga Falun Gong) adalah sebuah latihan kultivasi jiwa dan raga yang “berasimilasi dengan karakter tertinggi alam semesta – Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) – sebagai fundamental, dengan karakter tertinggi alam semesta sebagai pembimbing, melakukan Xiulian sesuai prinsip evolusi alam semesta.”

Latihan Falun Gong ini terdiri dengan 5 perangkat gerakan termasuk meditasi yang mulai diperkenalkan di Tiongkok sejak 1992 silam.

Sejak 1992, banyak pejabat kementerian di Tiongkok mulai berlatih Falun Gong. Di kalangan rakyat latihan Falun Gong juga menjadi popular hingga mencapai 100 juta orang yang berlatih. Beragam manfaat diperoleh setelah latihan ini termasuk kesehatan.

Akan tetapi, atas dasar kecemburuan, pada  20 Juli 1999 silam maka dicetuskan penindasan terhadap Falun Gong oleh  oleh Jiang Zemin selaku Sekjen Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada saat itu.

Jiang Zemin dalam perintahnya menginstruksikan tiga instruksi yakni cemarkan reputasinya, bangkrutkan secara finansial dan hancurkan secara fisik.

Parahnya, semua itu dilakukan tanpa ada batasan apa pun. Bahkan, terhadap Falun Gong tak perlu mengatasnamakan hukum, boleh dianiaya sampai mati, dan mayatnya dibakar untuk menghilangkan jejak serta berbagai kejahatan genosida lainnya. Targetnya adalah memusnahkan Falun Gong dalam tempo tiga bulan.

Citra para praktisi Falun Gong pun dirusak dengan penyebaran berbagai hoax-hoax yang berseliweran.

Hoax yang menimpa terhadap Falun Gong lebih menyeramkan efeknya untuk menghasut kebencian.

Hoax yang menyerang terhadap praktisi Falun Gong beragam seperti tuduhan aliran sesat, anti pemerintah Tiongkok, berpolitik, anti sosial dan HAM serta terlibat aksi bunuh diri dengan bakar diri serta sebagainya.

Menyedihkan lagi, banyak praktisi Falun Gong menjadi korban penindasan, dikirim ke kamp kerja paksa hingga organ tubuh mereka dicuri untuk diperdagangkan.

Kini pemerintahan berbagai negara serta sejumlah tokoh beramai-ramai mengecam tindakan keji komunis Tiongkok dan menuntut menghentikan penindasan tersebut.

Falun Gong sudah tersebar luas ke seluruh dunia di tengah penindasan dan fitnah hingga lini.  (asr)

Sumber :  berbagaisumber

 

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds