Segera setelah opera kontroversial Tiongkok “Lake Honghu” tiba di Australia, ia bertemu dengan para pemrotes dari komunitas lokal Tionghoa-Australia yang prihatin dengan “invasi senyap” dari ideologi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Australia.

Spanduk-spanduk protes dan papan-papan yang menyerukan kepada warga Australia untuk memboikot “Lake Honghu” (Danau Honghu) telah penuh dipajang di luar gedung Opera House di Sydney pada 4 November serta di luar Melbourne Recital Centre pada 7 November. Kedua daerah seni tersebut adalah tempat yang dipilih untuk pertunjukan opera merah revolusioner.

Zhang Xiaogang, pendiri kelompok masyarakat Australia, Australian Values Alliance (AVA) yang menjadi andalan para pengunjuk rasa, mengatakan ia ingin mengingatkan rekan-rekan Australianya tentang “racun merah” yang merembes ke masyarakat Barat melalui acara-acara propaganda artistik yang didanai PKT.

“Ini bukan opera biasa, melainkan penyusupan Partai Komunis Tiongkok terhadap Australia melalui propaganda yang mengagungkan Partai Komunis,” katanya kepada The Epoch Times.

Pada orang-orang yang keluarganya pernah hidup melewati teror merah Mao Zedong, Zhang berkata, “Tidak pantas untuk menampilkan “Lake Honghu” di Gedung Opera Sydney. Mempersembahkan acara ini sama dengan memuji Adolf Hitler.”

opera Lake Honghu (danau merah) komunis tiongkok diboikot
Segera setelah opera kontroversial Tiongkok “Lake Honghu” tiba di Australia, ia bertemu dengan para pemrotes dari komunitas lokal Tionghoa-Australia yang prihatin dengan “invasi senyap” dari ideologi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Australia.

Yang, yang ikut mengatur protes di Sydney, ada di antara pengunjuk rasa yang membagikan pamflet informasi tentang sejarah Danau Honghu kepada orang-orang yang lewat.

“Tidaklah tepat bagi masyarakat Barat seperti Australia untuk memungkinkan penyebaran ideologi yang mempromosikan merebut kekuasaan dengan kekerasan,” kata Yang, mengacu pada tema opera revolusioner di mana pasukan komunis Mao yang bersifat suka melakukan pembunuhan dilukiskan dalam cahaya yang positif. “PKT mengeksploitasi demokrasi Australia untuk mengekspor kebohongan ke dalam Australia, bukan untuk menyajikan seni.”

Seorang pengunjuk rasa lainnya, Grace Chen, mengatakan kepada Epoch Times, “Setelah berbicara dengan kami, setidaknya dua kelompok penonton Tiongkok telah mengembalikan tiket mereka.”

opera Lake Honghu (danau merah) komunis tiongkok diboikot
Pejalan kaki melihat spanduk dan papan protes menyerukan kepada warga Australia untuk memboikot opera “Danau Honghu” di luar Melbourne Recital Centre pada 7 November. (Thoai Nguyen / The Epoch Times)

DANAU HONGHU: MEMULIAKAN SISI GELAP SEJARAH

Menurut Li Yuanhua, mantan profesor dalam pendidikan sejarah di Capital Normal University di Beijing, cerita tersebut tentang pertunjukan yang menggambarkan PKT mendirikan Republik Soviet Tiongkok di sekitar wilayah Danau Honghu pada tahun 1930-an di mana ia “terlibat dalam separatisme bersenjata, bermaksud untuk menggulingkan Republik Tiongkok (Republic of China – ROC) melalui pemberontakan dan revolusi kekerasan.”

“PKT memimpin Pengawal Merah untuk menyebarkan informasi yang keliru (misinformation) tentang ROC di wilayah Danau Honghu, menghasut kebencian di antara rakyat, dengan tujuan mendapatkan dukungan untuk revolusi di antara penduduknya.

“Pengawal Merah telah menyita tanah dan membakar rumah-rumah, memeras uang dan memaksakan ‘pengakuan’ dengan menggunakan penyiksaan. Mereka memukuli dan menembak mati para tuan tanah dan orang-orang kaya, dan memperkosa anak-anak perempuan dan istri-istri korban mereka. Mereka berteriak bahwa mereka akan ‘menyebarkan Teror Merah’, dan ‘membunuh para tuan tanah kaya, bangsawan jahat, dan kontra-revolusioner.’

“Di mana pun para Pengawal Merah pergi, mereka meninggalkan jejak darah dan mayat di belakang,” kata Li dalam tajuk opininya.

Li meyakini tujuan PKT mendanai opera-opera merah seperti “Danau Honghu” di luar negeri adalah untuk “mempromosikan citra positif komunisme dan mendorong revolusi kekerasan.” Dia menambahkan, “Ini adalah produk yang digunakan untuk mencuci otak.”

opera Lake Honghu (danau merah) komunis tiongkok diboikot
Para pengunjuk rasa dari komunitas lokal Tionghoa-Australia yang prihatin dengan “invasi senyap” dari ideologi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Australia. Pada 7 November 2018 (Thoai Nguyen / The Epoch Times)

INVASI SENYAP MENGATASNAMAKAN ‘PERTUKARAN BUDAYA’

Dalam sebuah surat terbuka kepada Menteri Seni NSW dan Menteri Industri Kreatif Victoria, penyelenggara AVA mengadukan bahwa karya “Lake Honghu” telah diberikan penggunaan tempat-tempat seni paling dihormati di Australia untuk menyajikan lagu-lagu revolusioner yang memuliakan Pengawal Merah komunis.

“Tentara Merah membunuh secara besar-besaran selama pawai panjang terutama menargetkan para pemilik tanah, banyak di antaranya adalah petani yang tidak bersalah. Pembunuhan itu mengingatkan kita pada tindakan brutal Nazi Jerman yang menargetkan orang Yahudi selama pembantaian,” tulis surat tersebut.

“Opera ‘Honghu’ bukan tentang kebebasan atau harapan; ini lebih tentang mempromosikan perjuangan kelas dan kebencian, memuliakan kekerasan di bawah komunisme dan merongrong rezim yang ada.”

Pertunjukan-pertunjukan berlangsung seperti yang dijadwalkan setelah hampir 3.000 orang menandatangani petisi baik untuk kementerian kesenian NSW maupun Victoria untuk “Menghentikan Opera Merah” tersebut.

 Z!tPA$^FaLth$Avt$Apt)f0l
Spanduk dan papan yang menyerukan kepada warga Australia untuk memboikot opera “Danau Honghu” dipajang di luar Opera House yang menjadi ikonik di Sydney pada 4 November. (Thoai Nguyen / The Epoch Times)

Senator Australia Selatan Cory Bernardi, pemimpin Partai Konservatif Australia, mengatakan kepada The Epoch Times, “pertunjukan opera ‘Lake Honghu’, adalah upaya lain, melalui ‘diplomasi halus’ Tiongkok, untuk secara positif mempengaruhi pandangan orang-orang Australia tentang Tiongkok.”

“Saya telah menyerukan komisi kerajaan melawan pengaruh Partai Komunis Tiongkok di Australia namun, meskipun banyak bukti, pemerintah federal telah menolak seruan itu. Saya khawatir pengaruh Tiongkok yang persuasif dan berbahaya mungkin sudah meluas ke meja pemerintah kita,” kata Bernardi pada 5 November.

Clive Hamilton, seorang profesor etika publik di Charles Sturt University, mengatakan invasi PKT terhadap Australia adalah “‘invasi senyap’ karena telah dilakukan secara rahasia, diam-diam, di bawah radar.”

“Jadi saya pikir siapa pun sarjana Tiongkok yang mengatakan bahwa pengaruh Beijing benar-benar adalah penyebaran budaya Tiongkok, itu adalah sesuatu yang dapat kita sambut … tetapi tidak jika itu adalah budaya Partai Komunis Tiongkok.

“Dan tidak jika itu kekuatan politik Partai Komunis yang terselubung dibalik apa yang disebut ‘budaya Tiongkok’ sebagai cara memanipulasi negara ini dan cara Beijing mencoba memanipulasi negara lain,” kata Hamilton kepada Radio Free Asia pada 24 April.

opera Lake Honghu (danau merah) komunis tiongkok diboikot
Para pengunjuk rasa dari komunitas lokal Tionghoa-Australia yang prihatin dengan “invasi senyap” dari ideologi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Australia. Pada 7 November 2018 (Thoai Nguyen / The Epoch Times)

ONE BELT ONE ROAD, BUDAYA PERTAMA

Lake Honghu disajikan oleh Hubei Symphony Orchestra, Hubei Provincial Opera, dan Dance Drama Theater.

Pada 14 Oktober, Sohu News berbahasa Mandarin menerbitkan laporan tentang debut Danau Honghu di Australia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Kelompok Seni Pertunjukan Provinsi (Hubei) telah mematuhi terhadap ‘One Belt One Road, Culture First ’dan telah menyelenggarakan serangkaian program repertoar klasik. Kelompok Opera & Dance Drama Theatre provinsi Hubei telah melakukan tugas-tugas utamanya,” tulis laporan tersebut.

Menurut Zhang Guozuo, mantan wakil direktur Biro Teori di Kementerian Propaganda Tiongkok dan direktur Petugas Perencanaan Nasional untuk Filosofi dan Ilmu Sosial, keberhasilan inisiatif One Belt One Road (OBOR) bergantung pada “seberapa baik kita mempublikasikan sudut pandang, pandangan, gagasan kebijakan, dan tujuan-tujuan strategis Tiongkok dengan gaya modern. Dan semua propaganda ini membutuhkan budaya.”

Zhang membuat poin ini dalam sebuah artikel tahun 2017 yang diterbitkan di situs web resmi OBOR pemerintah yang berjudul, “Kekuatan lunak budaya adalah jiwa yang berjalan melalui ‘Belt and Road.’”

“Jika budaya berjalan lebih dulu, semuanya akan lancar dan kemenangan akan mudah,” kata Zhang di baris terakhirnya.

John Garnaut, penasihat senior untuk mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull yang diundang untuk memberi kesaksian kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Maret 2018, mengatakan: “Institusi, ideologi, dan metodologi-metodologi Partai Komunis yang terlibat sangat asing bagi sistem kita dimana kita telah mengalami kesulitan melihat mereka apalagi meresponnya. Partai tersebut telah “menang tanpa bertarung,” mengadopsi beberapa terminologi untuk digunakannya.”

Menurut Hamilton, PKT telah lama berkomitmen terhadap infiltrasi politik Australia karena “Australia adalah hadiah yang sangat berharga bagi PKT.”

“Jika Beijing dapat mengendalikan Australia, mereka telah memenangkan keuntungan strategis yang sangat besar terhadap Amerika Serikat,” kata Hamilton kepada RFA.

MELINDUNGI NILAI-NILAI AUSTRALIA

Gao Jian, koordinator protes Melbourne, mengatakan dia menghargai nilai-nilai universal Australia tentang kebebasan dan kesempatan yang sama setelah menyaksikan keluarganya mengalami penganiayaan di tangan PKT. Ayah Gao adalah Jenderal Mayor Guomindang yang terkenal selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Gao telah beremigrasi ke Australia lebih dari 20 tahun yang lalu dari provinsi Hubei.

“Sebagai warga negara Australia, saya berjanji setia kepada bendera Australia untuk membela nilai-nilai Australia,” kata Gao The Epoch Times.

Gao mengatakan dia prihatin untuk melihat bagaimana selama beberapa dekade terakhir, PKT telah secara terbuka mendorong nilai-nilai komunisnya di Australia. Sekarang dia berkata, untungnya “Negara-negara Barat sadar akan hal itu. Mereka agak lambat bereaksi, tetapi mereka sudah waspada.”

Tetapi “jangan menutup mata,” dia memperingatkan. “Anda akan menyesal ketika Anda dalam bahaya.”

Gao berharap dengan dukungan suara-suara internasional, orang-orang Tionghoa juga akan dapat waspada terhadap sifat asli tentang PKT.

Baik Menteri Seni NSW maupun Menteri Industri Kreatif Victoria tidak menanggapi permintaan The Epoch Times untuk memberi komentar. (ran)

Rekomendasi video:

Agama Dipaksa Tunduk kepada Komunis Tiongkok, Apa Jadinya?

Share

Video Popular