Pemasok Apple lainnya, yang kedua dalam waktu kurang dari sebulan, telah mengumumkan rencana untuk merelokasi produksi keluar dari Tiongkok karena menderita akibat perang perdagangan.

Pegatron, produsen elektronik kontrak yang berbasis di Taiwan yang bertanggung jawab untuk merakit dua model iPhone terbaru, XR dan XS Max, mengumumkan rencana relokasi tersebut selama telekonferensi investor baru-baru ini, menurut artikel 9 November oleh media Jepang, Nikkei.

“Kami akan melakukannya dengan atau tanpa tarif yang diberlakukan berdasarkan Pasal 301 [Undang-undang Perdagangan AS tahun 1974],” kata Charles Lin, kepala keuangan Pegatron, selama telekonferensi. Dia menambahkan bahwa “ketegangan perdagangan yang semakin meningkat mempercepat keputusan kami untuk melakukannya.”

Pemerintah AS telah memberlakukan tarif atas barang-barang Tiongkok senilai $250 miliar, setelah investigasi Pasal 301 tentang praktik-praktik perdagangan Tiongkok oleh Perwakilan Perdagangan AS (USTR) menemukan bahwa Beijing telah terlibat dalam pencurian sistematis kekayaan intelektual AS dan taktik-taktik tidak adil lainnya, yang merugikan kepentingan AS. Daftar panjang untuk impor Tiongkok yang ditargetkan termasuk komponen-komponen elektronik dan komponen yang membentuk banyak perangkat elektronik, termasuk produk-produk Apple.

GoerTek, pembuat komponen akustik yang berbasis di Provinsi Shandong, Tiongkok timur yang merakit headphone nirkabel AirPods Apple, telah mengumumkan pada pertengahan Oktober bahwa ia akan memindahkan produksinya ke Vietnam untuk menghindari tariff-tarif AS.

Lin tidak menyebutkan negara tertentu yang akan menjadi tuan rumah bagi pabrik-pabrik baru perusahaannya. Namun, ia mengatakan bahwa hingga tiga negara di Asia Tenggara akan menjadi rumah bagi lokasi-lokasi baru tersebut, mengingat bahwa tidak ada satu negara pun selain Tiongkok yang dapat menangani masalah-masalah logistik yang melibatkan beberapa lokasi pelaksana selama musim pabrikasi puncak.

Ada juga rencana untuk memindahkan beberapa produksi saat ini di Tiongkok ke lokasi-lokasi manufaktur yang ada di Republik Ceko dan Meksiko, CEO Pegatron S.J. Liao mengatakan selama telekonferensi yang sama, menurut surat kabar berbahasa Inggris Taiwan, Taipei Times.

Liao menjelaskan bahwa membangun lokasi manufaktur baru di Tiongkok Tenggara akan menjadi mahal, dan akan memakan waktu dua hingga tiga tahun sebelum lokasi-lokasi tersebut dapat beroperasi.

Alasan lain yang perusahaan mencoba untuk memutuskan memindahkan produksi dari Tiongkok adalah meningkatnya upah dan kekurangan tenaga kerja di Tiongkok selama musim puncak, Nikkei melaporkan, mengutip Lin, yang mengatakan masalah ini telah menjadi lebih serius dalam tiga atau empat tahun terakhir.

Namun demikian, memindahkan produksi di luar Tiongkok tidak benar-benar menyelesaikan semua masalah. Menurut Taipei Times, Lin menjelaskan bahwa untuk menghindari tarif AS atas barang-barang Tiongkok, produk yang diekspor ke pasar AS harus memiliki setidaknya 30 hingga 35 persen komponennya yang berasal dari negara setempat.

Aturan negara-asal ini menyulitkan perakit elektronik seperti Pegatron, jelas Lin, karena perusahaan bergantung pada rantai pasokan komponen Tiongkok.

Pengumuman Pegatron untuk memindahkan manufaktur jauh dari Tiongkok bertepatan dengan pengumuman Apple pada 6 November yang menginformasikan pada para pemasoknya untuk menghentikan rencana jalur produksi tambahan untuk iPhone XR, menurut Reuters. Ini menarik spekulasi bahwa keputusan Pegatron juga karena permintaan yang melemah untuk iPhone XR.

Pegatron dan perusahaan Taiwan lainnya, Hon Hai Precision Industry, juga dikenal sebagai Foxconn, telah menjadi perakit utama untuk iPhone dalam beberapa tahun terakhir. Menurut media Taiwan, Pegatron diberikan sekitar 50 hingga 60 persen dari semua pesanan XR iPhone dari Apple, sementara Foxconn mendapat sekitar 30 persen. Untuk model sebelumnya iPhone X, Pegatron mendapat sekitar 5 hingga 10 persen pesanan sementara Foxconn mendapat 90 hingga 95 persen pesanan.

Dalam sebuah wawancara dengan Nikkei, Nicole Tu, seorang analis Yuanta Investment Consulting yang berbasis di Taiwan, mengatakan perusahaan tersebut telah menurunkan perkiraan penjualan iPhone XR dari 39 juta unit menjadi 32 juta karena permintaan XR yang makin turun dari perkiraan.

Tu setuju dengan kebutuhan perakit elektronik tersebut dalam memindahkan produksi di luar Tiongkok untuk menghindari risiko perang perdagangan. Dia menambahkan bahwa pada akhirnya produsen-produsen komponen elektronik yang membuat perangkat elektronik seperti lensa kamera, layar ponsel, dan casing plastic, juga akan mengikuti dan memindahkan produksi mereka di tempat lain untuk tetap kompetitif di tengah perang perdagangan. (ran)

Rekomendasi video:

Hadapi Perang Dagang, Mampukah Tiongkok Bertahan

Share

Video Popular